MEDAN, SUMUT POS- Penerimaan mahasiswa baru Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Tahun 2026 sebanyak 746 mahasiswa yang berasal dari 15 provinsi di Indonesia.
Angka ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun lalu, yang menegaskan tingkat kepercayaan masyarakat dan orangtua terhadap ITSI semakin tinggi.
"Hal itu menunjukkan ITSI bukan hanya tempat menuntut ilmu yang fokus pada industri kelapa sawit, namun juga jadi miniatur Indonesia, mempertemukan keberagaman dan bersatu dalam kebinekaan siap menyambut Indonesia Emas," ungkap Ketua Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY) Sosiawan Hary Kustanto, dalam penutupan Pekan Orientasi dan Studi Perkebunan (Posbun) ITSI 2026 di lapangan kampus tersebut Jalan Willem Iskander, Medan, Kamis (24/9).
Baca Juga: Calon Anggota BPD di Langkat Merasa Kecewa
Hary menjelaskan, ITSI yang dinaungi YPPY, mempunya visi misi untuk mengabdikan dan mendedikasikan diri demi pengrmbangan industri kelapa sawit nasional, yang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi bidang perkebunan untuk melahirkan lulusan dan SDM unggul, berintegritas, profesional dan memiliki daya saing global.
"Didukung dengan empat program utama yang diterapkan di ITSI, yakni peningkatan kualitas pendidikan, pemenuhan sarana prasarana, peningkatan tata kelola dan perluasan networking dengan semua stakeholder. Juga fokus pada pembekalan akademik, membangun link and match sehingga lulusan siap tampil di dunia kerja dan industri," tambahnya.
Sejalan dengan itu, Rektor ITSI Dr Purjianto, SE, MM dalam sambutannya menyampaikan, sekilas perjalanan ITSI sebagai kampus yang fokus pada pengembangan industri perkebunan kelapa sawit.
"ITSI yang dulu STIPAP, telah berkontribusi dalam penyediaan lulusan atau SDM dan concern sesuai kebutuhan industri sawit. ITSI sejak dulu juga konsisten menjalankan konsep link snd match, semua lulusan sudah melewati uji kompetensi sesuai prodi masing-masing, sehingga diyakini bisa mengisi dan bersaing dalam memenuhi keinginan industri, sesuai kebutuhan perusahaan," Terang Purjianto.
Purjianto mengatakan, ITSI yang berada di bawah naungan YPPY dan binaan holding perkebunan nasional, kini memiliki sekitar 2.500 mahasiswa tersebar di enam prodi dan satu program magister yang baru diresmikan.
Purjianto menambahkan, tahun ini ITSI merupakan salah satu penerima beasiswa pendidikan dengan kuota cukup banyak. Di antaranya, 300 orang sebagai penerima beasiswa BPDBKS Kemenkeu, 30 orang penerima program KIP Kuliah dari pemerintah dan puluhan lainnya sebagai penerima beasiswa dari perusahaan perkebunan ternama di Indonesia.
"Dalam Posbun 2026 ini, ratusan mahasiswa baru dikenalkan dunia akademik, tata kelola kampus dan industri sawit, juga diberikan pembekalan materi dari Yonif 121/MK tentang nilai Pancasila, pencegahan kekerasan, anti-narkoba, pembentukan kedisiplinan dan cinta Tanah Air, karakter baik dan akhlak mulia," pungkasnya.
Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat, Ir. Alfi Syahriza, menyampaikan, bahwa perkembangan industri sawit khususnya di Sumut begitu pesat.
"Sinergi dengan perguruan tinggi ini diharapkan bisa menjadi motor pembangunan daerah dan bentuk kontribusi ITSI secara nyata dalam sektor perkebunan khususnya di Sumut," ungkapnya. (mag-2/ram)
Editor : Juli Rambe