UHN Pacu Daya Saing, Siapkan Rumah Sakit Internasional dan Smart Campus

Triadi Wibowo • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 20:10 WIB
Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon.
Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon.

 

MEDAN, SUMUT POS - Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan membidik investasi sekitar Rp1 triliun untuk membangun Nommensen International Hospital dan mengembangkan Smart Campus.

Langkah strategis ini disiapkan untuk memperkuat daya saing universitas sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.

Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, mengatakan pengembangan tersebut membutuhkan dukungan pendanaan di luar anggaran rutin yayasan. Untuk tahap pembenahan sarana dan prasarana kampus, yayasan telah menyiapkan anggaran Rp30 miliar selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028.

Anggaran sebesar Rp10 miliar per tahun itu dialokasikan untuk meningkatkan kualitas fasilitas kampus. Namun, Effendi menilai, investasi tersebut belum memadai untuk membawa UHN bersaing dengan perguruan tinggi lain di Sumatera Utara.

Baca Juga: Tren Belanja Dini Hari Tumbuh 40,5 Persen, GrabAds Buka Peluang Strategis bagi Brand F&B dan FMCG

“Kita memerlukan suntikan investasi untuk membangun universitas ini. Kita tidak bisa hanya bangga dengan sejarah dan nama besar, tetapi harus memiliki kemauan untuk terus membenahinya,” ujar Effendi dalam Rapat Terbuka Senat Wisuda Ahli Madya, Sarjana, Profesi, dan Magister Periode II Tahun 2026 di Auditorium UHN Medan, Jumat (23/10/2026).

Menurut Effendi, pembenahan fasilitas menjadi kebutuhan mendesak di tengah persaingan perguruan tinggi dalam menarik mahasiswa baru. Kondisi sarana dan prasarana dinilai turut memengaruhi minat calon mahasiswa dan orang tua dalam menentukan pilihan pendidikan.

UHN sendiri masih menghadapi tantangan dalam penerimaan mahasiswa baru. Effendi menyebutkan, yayasan berupaya menahan penurunan jumlah mahasiswa, meskipun sejumlah fakultas masih mengalami penurunan penerimaan.

Di tengah kondisi tersebut, Fakultas Kedokteran mencatat pertumbuhan penerimaan mahasiswa lebih dari 30 hingga 40 persen. Sementara itu, Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik disebut masih menunjukkan kinerja yang baik.

Baca Juga: Kapolres Labusel Tegaskan Perang terhadap Narkoba, TNI-Polri dan Satpol PP Perkuat Sinergi

Effendi juga menyoroti pelaksanaan pembenahan fasilitas yang terkendala lambatnya proses tender pada tahun ini. Akibatnya, sejumlah pekerjaan belum rampung ketika kegiatan perkuliahan dan penerimaan mahasiswa baru berlangsung.

Kondisi itu membuat hasil pembenahan belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjukkan peningkatan fasilitas kepada calon mahasiswa. Karena itu, percepatan pelaksanaan pembangunan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kampus ke depan.

Untuk mendukung kebutuhan investasi, yayasan terus menjajaki sumber pendanaan melalui kerja sama investasi dan fasilitas kredit berjangka dari perbankan, baik kelompok Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank swasta, maupun lembaga keuangan luar negeri.

Effendi menegaskan, pengembangan UHN tidak bisa hanya mengandalkan anggaran rutin. Pembangunan rumah sakit bertaraf internasional dan pengembangan Smart Campus diharapkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat institusi pendidikan tersebut sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Baca Juga: Kabut Asap Meluas, Pemprov Sumut Minta Bupati dan Wali Kota Ambil Langkah Antisipasi

Selain pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas akademik menjadi pekerjaan penting bagi UHN. Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan, mengingatkan bahwa sejarah panjang dan nama besar universitas harus diikuti dengan kerja nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Victor mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai UHN. Namun, ia menilai peningkatan kualitas harus dilakukan secara berkelanjutan, mencakup kompetensi dosen, penelitian, proses pembelajaran, tata kelola, hingga relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita tetap perlu berpikir serius dan bekerja lebih sungguh lagi untuk meningkatkan kualitas kampus, kualitas dosen, penelitian, pembelajaran, tata kelola, serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UHN Medan, Dr. Richard A.M. Napitupulu, S.T., M.T., menargetkan UHN berkembang menjadi world-class university atau perguruan tinggi kelas dunia.

Richard mengatakan, selama 72 tahun berdiri, UHN telah meraih akreditasi institusi unggul dan memiliki sembilan program studi dengan akreditasi unggul. Capaian tersebut menjadi modal untuk melanjutkan peningkatan kualitas akademik dan daya saing universitas.

“Ketika kami dilantik menjadi rektor, belum ada satu pun program studi unggul di Universitas HKBP Nommensen,” ujarnya.

Untuk memperluas layanan pendidikan, UHN juga telah membuka empat program studi baru, yakni S1 Pendidikan Profesi Guru, S1 Pendidikan IPA, S1 Informatika, dan S2 Ilmu Pertanian. Sementara itu, dua program doktor masih dalam proses di Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains.

Dari sisi sumber daya manusia, UHN memiliki 318 dosen. Sebanyak 98 dosen berkualifikasi doktor dan 48 lainnya sedang menempuh pendidikan doktor. Universitas tersebut juga memiliki 16 profesor dan 57 associate professor.

Richard menjelaskan, pengembangan universitas akan difokuskan pada lima aspek, yakni kualitas dan produktivitas riset, reputasi akademik, internasionalisasi, rasio dan kualitas sumber daya manusia, serta infrastruktur.

Untuk mendukung target tersebut, UHN akan melanjutkan program pengiriman dosen untuk menempuh pendidikan doktor pada tahun akademik 2026/2027. Universitas juga mendorong peningkatan jabatan akademik dosen menjadi associate professor dan profesor.

Menurut Richard, pencapaian target sebagai perguruan tinggi kelas dunia membutuhkan dukungan yayasan dan seluruh sivitas akademika. UHN juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang berpotensi mengubah dunia kerja dan berbagai profesi.

“Dengan berbagai capaian yang telah diraih sampai saat ini, sudah tiba waktunya bagi kita untuk membawa Universitas HKBP Nommensen menuju world-class university,” tandasnya.

Dalam rapat terbuka senat tersebut, sebanyak 1.005 lulusan program ahli madya, sarjana, profesi, dan magister diwisuda serta dilantik oleh Rektor UHN Medan. (rel/tri)

Editor : Redaksi
UHN Medan Smart Campus Rumah Sakit Internasional Universitas HKBP Nommensen effendi simbolon