Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Agung: Golkar Sumut Expired

Admin-1 Sumut Pos • Sabtu, 11 April 2015 | 12:25 WIB
Photo
Photo
Foto: TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Agung Laksono saat memberi keterangan pada wartawan terkait kisruh Golkar di Medan Club, Jumat (10/4/2015).

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Upaya penolakan dari kubu ARB atas rencana rapat konsolidasi Golkar Sabtu (11/4/2015) hari ini di Tiara Convention Hall, Medan, ditanggapi oleh Agung Laksono. Agung yang hadir dalam pertemuan internal persiapan Konsolidasi Nasional Kader Golkar se-Sumut tadi malam mengatakan, kegiatan tersebut merupakan sebuah keniscayaan dalam rangka perbaikan partai, tidak dalam rangka pecat memecat atau mengundang kekisruhan.


"Jadi kunjungan saya ke sini (Sumut) adalah dalam rangka melaksanakan amanat Mahkamah Partai. Sebagai misi penyelamatan partai," katanya saat silaturahim dengan kader Golkar Sumut di Medan Club.


Terkait soal adanya pernyataan dari Ajib Shah terkait pemecatan sejumlah pengurus dan jabatan anggota dewan (DPRD) di fraksi serta alat kelengkapan, yang mengakui kepengurusan Plt versi Munas Ancol, Agung mengatakan jika hal tersebut tidak dapat dilakukan sebab masa baktinya sudah habis. Karenanya, Plt yang kemudian berhak melaksanakan tugas kepartaian atau caretaker untuk mempersiapkan pelaksanaan musda, sesuai tingkatannya di daerah.


"Soal pemecatan itu bukan wewenang mereka karena sudah habis masa berlakunya, sudah ekspired. Nanti sebaiknya, (pengurus) DPD hasil Musda, silahkan lakukan perubahan-perubahan. Kalau sekarang, apa yang ada kita teruskan saja dulu," terangnya.


Dirinya pun tidak ingin terlalu jauh membahas mengenai ancaman pergantian jabatan anggota dewan di legislatif. Termasuk untuk mengusik kedudukan ketua DPRD Sumut yang kini diemban Ajib Shah. Begitu juga dirinya mengingatkan untuk tidak melakukan apapun terkait komposisi di legislatif daerah.


"Saya pikir pimpinan DPRD mengetahui ini, jangan grasak-grusuk dan jangan teror dibalas teror. Yang terpenting, roda organisasi harus jalan. Soal Ajib Shah, itu biasa," sebutnya.




Agung juga mengatakan dirinya mengenal sosok Ajib Shah sebagai sahabatnya. Apalagi keduanya merupakan putra asal Sumut yang sama-sama ikut membesarkan partai Golkar. Sehingga, ia sangat membuka diri dan mempersilahkan ketua DPRD Sumut itu untuk ikut berkompetisi dalam agenda Musda Golkar Sumut yang rencananya digelar September mendatang.


"Ajib Shah itu adalah sahabat saya juga, apalagi kami kan sama-sama dari Medan. Saya akan tanyakan, kalau beliau ingin maju lagi, silahkan, kan ada Musda. Jadi ke beliau itu tidak terganggu. Kami ini kan mengambil peranan dalam rangka menyelamatkan partai dari kebijakan-kebijakan yang keliru. Mungkin pemahaman hukumnya (kader) yang kurang," katanya.


Disinggung soal alasan pihaknya memilih Konsolidasi Nasional di Sumut untuk pertama kali pascakeluarnya putusan Menkumham tentang kepengurusan DPP Golkar, dirinya menganggap bahwa kader di provinsi ini sudah siap melaksanakan konsolidasi. Untuk selanjutnya, barulah menyusul daerah lain untuk dilakukan hal yang sama di seluruh Indonesia.


"Karena di sini sudah siap melaksanakan konsolidasi, nanti menyuusul ke provinsi yang lain. Jadi kami harus keliling terus dalam rangka penguatan," katanya. (rbb) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#konsolidasi Golkar di Medan #konflik partai golkar #agung laksono