MEDAN, SUMUTPOS.CO - Sebuah foto viral di media sosial memperlihatkan Bacalon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, berfoto salam metal dengan jajaran pengurus inti DPP PDI Perjuangan di Kantor PDIP Jakarta.
Edy menggenakan kemeja merah dan jaket hitam serta celana hitam, berfoto dengan Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Adian Napitupulu, dan sejumlah pengurus PDIP lainnya.
Foto ini menunjukkan sinyal, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu, bakal mendukung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2024. Terkait foto viral itu, baik DPP PDIP dan DPD PDIP Sumut belum memberikan keterangan secara resmi.
Menyikapi foto Edy dan pengurus DPP PDIP yang viral itu, Pengamat Politik Sumut, Rafriandi Nasution mengatakan, foto itu sinyal kuat dukungan PDIP terhadap mantan Ketua Umum PSSI untuk menjadi rival sepadan melawan Bobby Nasution di Pilkada Sumut 2024.
"Sudah bisa dipastikan PDIP bakal mendukung pak Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2024," ungkap Rafriandi saat dikonfirmasi, Minggu (28/7).
Rafriandi mengatakan, Bobby tengah dihadapi dengan permasalahan di Kota Medan, seperti parkir berlangganan, e-Parking, penertiban pool bus di kawasan Jalan Jamin Ginting, hingga pembangunan infrastruktur belum tuntas, akan berdampak dengan pemilihnya terkhusus dari warga Kota Medan.
Sedangkan Edy, bersama tim pemenangannya tengah mempersiapkan kejutan kepada publik dan memberikan kejutan perlawanan bagi menantu Presiden RI Joko Widodo itu, di Pilkada Sumut 2024 ini.
"Bukan tidak mungkin Pilkada Sumut, berbanding terbalik terhadap perkiraan para lembaga survei, yang sebelumnya mengunggulkan Bobby Nasution. Hasil akhirnya Edy Ŕahmayadi akan unggul dari Bobby," kata Rafriandi.
Dengan dukungan PDIP itu, Rafriandi mengatakan, pendukung Edy dan partai berlambang banteng itu, sama-sama loyalis yang loyalitas. Sehingga melengkapi untuk mantan Pangdam I Bukit Barisan itu, meraih kemenangan di Pilkada Sumut.
"Hal tersebut, perlu dicermati tim Edy bagaimana menajemen pengolalaan isu strategis. Kapan dan saatnya muncul dan tidak ke publik. Mencari isu simpati ke publik perlu diperbanyak. Agar terlihat masyarakat Sumut memang membutuhkan figur yang kuat, berintegritas, dan berani mengambil keputusan yang tidak populer tapi memihak kepada kepentingan rakyat Sumut," jelasnya.
Rafriandi mengatakan, bila sudah disampaikan ke publik dukungan PDIP kepada Edy, secara otomatis PKS ikut menyampaikan hal yang sama. Tinggal siapa sosok pendamping Edy di Pilgub Sumut nantinya.
Dia berkaca dengan pasangan Bobby dan Surya, merupakan pasangan muda tua. Nah, untuk Edy Rahmayadi harus mencari pendampingnya, atau Wakil Gubernur Sumut dari kaum muda. Pastinya, akan memberikan warna dalam pertarungan tersebut.
"Untuk wakilnya Edy harus ambil antitesa dari Bobby (Muda-Tua). Jadi, Edy harus sebaliknya Tua-Muda. Misalnya Edy Rahmayadi-Ariel Noah anak Pangkalan Brandan atau Edy-Pengusaha PS Putra Siregar. Supaya daya kejut di pemilih pemula, perempuan dan emak-emak bisa lupa masak dan ngurus rumah gara-gara ingin mendukung Edy nantinya," kata Rafriandi.
Rafriandi mengatakan, bila Edy meminang pendampingnya dari kalangan artis, akan membuat Bobby diperkirakan kalah pertarungan perebutan kursi nomor satu di Pemprov Sumut itu.
"Apa yang ingin diharapkan dari pasangan tua-muda dari kalang artis, adalah supaya kemenangan di atas dua digit, kira-kira 60 hingga 70 persen. Agar sulit untuk dicurangi," pungkasnya. (gus/saz)
Editor : Redaksi