MEDAN, SUMUTPOS.CO - DPC PDI Perjuangan Kota Medan memberikan penilaian positif terhadap sikap politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang memilih membentuk poros ketiga di Pilkada Medan 2024, dengan mengusung kader sendiri, Hidayatullah, dipasangkan dengan Yasir Ridho Lubis, yang hingga kini masih tercatat sebagai kader Partai Golkar.
"Kami (DPC PDIP Medan) menilai sudah jadi pilihan tepat, PKS tetap berdiri teguh untuk membentuk satu poros baru," ungkap Bendahara DPC PDIP Kota Medan, Boydo HK Panjaitan, Minggu (1/9).
Dikatakan Boydo, sebelum PDIP memasangkan bakal calon Wali Kota Medan Prof Ridha Dharmajaya, dengan Ketua DPC PPP Kota Medan, Abdul Rani, sebagai wakilnya, PDIP dan PKS telah lebih dulu bersepakat untuk berkoalisi di Pilkada Medan dengan tagline "Nasionalis-Religius".
"Sebelumnya sudah terjadi silaturahim yang baik antara PKS dengan PDIP. Bahkan rencana koalisi "nasionalis-religius" akan diwujudkan untuk Medan. Tapi PKS akhirnya justru menetapkan untuk mengusung Aulia Rachman dan Hidayatullah bersama dengan PSI dan Partai Demokrat. Ya menurut kami itu sah-sah saja dalam politik dan itu baik dalam demokrasi," jelasnya.
Boydo juga menjelaskan, perginya PKS dari komitmennya bersama PDIP, tidak membuat PDIP menjadi patah arang. PDIP bersama Partai Hanura justru tetap maju untuk mengusung Prof Ridha Dharmajaya. Setelah sempat memasangkan Prof Ridha dengan Adi Saputra, PDIP akhirnya memutuskan untuk memasangkan Prof Ridha Dharmajaya dengan Abdul Rani.
"Kami menilai positif PKS yang membentuk poros baru dengan mengusung kadernya, Hidayatullah. Sebab kalau pada akhirnya PKS justru memilih untuk mendukung Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap, artinya PKS adalah partai pecundang dan sangat oportunis. Namun ternyata, PKS di Medan tidak (pecundang) seperti itu," tegasnya.
Menurutnya, sikap PKS tersebut merupakan sikap ksatria yang patut diapresiasi. Pasalnya, keberanian PKS untuk membentuk poros baru telah menjaga nilai-nilai demokrasi di Kota Medan.
"Dengan PKS mengusung Hidayatullah, artinya PKS tetap mengedepankan demokrasi di Medan yang tercinta ini. Ternyata, karakteristik PKS Medan berbeda dengan PKS provinsi (Sumut) dan (PKS) pusat," beber Boydo.
Boydo pun menilai, pasangan Hidayatullah dan Yasir yang diusung PKS, akan menjadi lawan terberat bagi Prof Ridha Dharmajaya dan Abdul Rani yang diusung PDIP di Pilkada Medan 2024.
"Saya, utamanya kami dalam Pilkada Medan ini, yang sangat kami perhitungkan hanyalah PKS. Dengan posisi sekarang, kami BeRaNi melawan pasangan dari PKS, yakni Hidayatullah dan Yasir. Mereka adalah saingan utama kami dalam Pilkada Medan. Ini akan menjadi pertarungan yang sangat menarik," pungkasnya. (map/saz)
Editor : Redaksi