Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Angka Pengangguran Terbuka Kota Medan Capai 8,3 Persen, Abdul Rani : Pemerintah Harus Siapkan SDM Sesuai Kebutuhan Lapangan Kerja

Admin SP • Minggu, 29 September 2024 | 14:43 WIB
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2 l, Prof Ridha Dharmajaya dan Abdul Rani.
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2 l, Prof Ridha Dharmajaya dan Abdul Rani.


MEDAN, SUMUTPOS.CO- Angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Medan mencapai 8,3 persen di tahun 2024. Angka tersebut terbilang yang paling tinggi dari kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara. Bahkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Kota Medan jauh di atas rata-rata TPT Sumatera Utara yang berkisar 5 persen lebih.

Hal itu pun menjadi perhatian serius bagi pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2 di Pilkada Medan 2024, yakni pasangan Prof Ridha Dharmajaya dan Abdul Rani (Ridha-Rani).

"Tingkat Pengangguran Terbuka Kota Medan itu termasuk yang paling tinggi di Sumatera Utara, jauh diatas angka TPT Sumatera Utara yang berjumlah 5 persen lebih. Ini harus jadi perhatian serius bagi Pemko Medan di masa yang akan datang," ucap Calon Wakil Wali Kota Medan, Abdul Rani kepada Sumut Pos, Minggu (29/9/2024).

Dikatakan mantan Anggota DPRD Kota Medan tiga periode tersebut, sejatinya masalah tingginya angka pengangguran memang dialami kota-kota besar di Indonesia. Namun sebagai kota metropolitan yang juga dikenal sebagai kawasan pusat bisnis, industri, dan perdagangan, angka TPT di Kota Medan sejatinya dapat ditekan semaksimal mungkin.

"Sebagai kota metropolitan, bahkan kota ketiga terbesar di Indonesia, Kota Medan seharusnya bisa menampung lebih banyak tenaga kerja, sehingga bisa menekan tingginya angka pengangguran di Kota Medan," ujarnya.

Diterangkan Abdul Rani, pemimpin Kota Medan kedepan harus mengetahui benar apa yang sebenarnya menjadi masalah tingginya angka TPT di Kota Medan. Sebab selama ini upaya yang dilakukan belum mampu menekan angka TPT secara signifikan, sehingga masalah tersebut tak kunjung teratasi.

"Banyak perusahaan di Kota Medan yang membutuhkan tenaga kerja, tetapi ternyata tidak mudah bagi perusahaan-perusahaan tersebut untuk mendapatkan tenaga kerja yang dibutuhkan meskipun banyak masyarakat Kota Medan yang menjadi pengangguran, sehingga perusahaan-perusahaan terpaksa mendatangkan tenaga kerja dari luar Kota Medan. Itu faktanya," ujarnya.

Oleh sebab itu, terang Abdul Rani, pemerintah harus hadir untuk menjawab tantangan tersebut. Tugas pemerintah kedepan adalah untuk menyiapkan warganya menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

"Pemerintah harus menyiapkan SDM sesuai kebutuhan lapangan kerja. Itulah kuncinya. Bila warga Medan memiliki kemampuan sesuai kebutuhan lapangan kerja, maka penyerapan tenaga kerja di Kota Medan akan berjalan maksimal yang akan berdampak pada turunnya angka pengangguran secara signifikan," kata Ketua DPC PPP Kota Medan itu.

Dijelaskan Abdul Rani, pasangan Ridha-Rani telah mengetahui betul permasalahan tingginya angka pengangguran di Kota Medan. Sejalan dengan itu, pasangan yang dikenal dengan jargon Medan BERANI (Bersama Ridha-Rani) itu pun telah menyiapkan strategi untuk mempersiapkan warga Kota Medan sebagai SDM yang siap menjawab kebutuhan lapangan kerja.

"Tak hanya siap menjawab kebutuhan lapangan kerja, namun kami (Ridha-Rani) juga telah menyiapkan strategi untuk mencetak warga Kota Medan sebagai entrepreneur yang akan menciptakan lapangan kerja bagi warga Kota Medan lainnya," jelasnya.

Ridha-Rani pun berharap, kedepan masyarakat Kota Medan dapat mempercayakan kepemimpinan Kota Medan kepada pasangan Ridha-Rani.

"Kita harus BERANI bergerak, masalah tingginya angka pengangguran terbuka di Kota Medan harus segera diselesaikan begitu nanti kami (Ridha-Rani) dipercaya memimpin Kota Medan," pungkasnya.
(map)

Editor : Redaksi
#Ridha #Rani #angka pengangguran