Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Cabup Sofyan Nasution: Empat Alasan Deliserdang Bisa Jadi Kota Pendidikan dan Wisata

Redaksi Sumutpos.co • Sabtu, 23 November 2024 | 11:54 WIB
DIABADIKAN: Calon Bupati Deliserdang nomor urut 1, Sofyan Nasution, SE diabadikan saat berinteraksi dengan salah satu pemancing di Lubuk Pakam beberapa waktu lalu.
DIABADIKAN: Calon Bupati Deliserdang nomor urut 1, Sofyan Nasution, SE diabadikan saat berinteraksi dengan salah satu pemancing di Lubuk Pakam beberapa waktu lalu.


DELISERDANG, SUMUTPOS.CO - Cita-cita Pasangan Calon Bupati – Calon Wakil Bupati Deliserdang nomor urut 1, Sofyan Nasution, SE – Junaidi Parapat, SE untuk menjadikan Deli Serdang sebagai kota pendidikan sekaligus kota wisata bisa terealisasi dengan empat alasan logis.

Ke empatnya, yakni area lahan kosong yang masih banyak, harga tanah yang masih terjangkau, warga Deliserdang yang terbuka dengan masyarakat pendatang, serta harga-harga yang masih tergolong lebih murah dibanding di Kota Medan.

Hal ini disampaikan Calon Bupati Deliserdang nomor urut 1, Sofyan Nasution, SE di Kecamatan Galang, Senin (18/11/2024).

“Syarat menjadi kabupaten pendidikan dan kota wisata cukup, yakni ada empat hal, pertama harga tanah murah, harga biaya hidup lebih murah, ada transportasi yang terintegrasi serta orang Delisedang ramah-ramah,” ujarnya.

Menurutnya, jika banyak orang kuliah di Deliserdang dan ada kampus-kampus baru di Deliserdang, maka akan banyak terbuka peluang. Karena itu, untuk mendukung Deliserdang jadi kota pendidikan dan kota wisata, ada banyak program disiapkan oleh Paslon nomor urut 1, Sofyan-Junaidi.

“Naik angkot gratis untuk pelajar dan mahasiswa. Lalu, internet gratis masuk ke desa-desa. Selanjutnya, beasiswa gratis 1.000 anak untuk lulusan SMA/SMK sederajat setiap tahun. Beasiswanya untuk yang anak-anak yang berprestasi. Kemudian, berobat gratis dibarengi pelayanan prima. Tenaga kesehatan akan mendapatkan kesejahteraan. Selanjutnya, pemakaman/kuburan gratis. Lalu, layanan gawat darurat 24 jam yakni mobil ambulans dan mobil jenazah gratis,” tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, program modal usaha tanpa agunan tanpa bunga. “Modal usaha untuk UMKM, petani dan nelayan, tanpa agunan dan tanpa bunga. Nanti diajari, berenam atau berdelapan orang, buat keripik ubi rasa pisang. Dikasi modal, diajari, hasilnya dibantu penjualannya. Untuk petani, melalui kelompok tani. Mulai masa tanam, pinjam ke kita, nanti dijual ke kita atau boleh jual ke tempat lain.

Selain itu, terkait infrastruktur, jalan rusak, drainase, lampu-lampu jalan menjadi prioritas wajib. “Infrastruktur, itu semua tidak ada maaf lagi. Semua kita perbaiki,” ujarnya. (ila)

Editor : Redaksi
#pilkada 2024 #pilkada delisedang