Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Prof Ridha: Pilkada Medan Bukan Sekadar Adu Spanduk

Redaksi Sumutpos.co • Sabtu, 23 November 2024 | 12:30 WIB
Paslon nomor urut 2, nomor urut 2, Prof Ridha Dharmajaya - Abdul Rani (Ridha-Rani) saat mengikuti debat Pilkada Medan 2024. ISTIMEWA/SUMUT POS
Paslon nomor urut 2, nomor urut 2, Prof Ridha Dharmajaya - Abdul Rani (Ridha-Rani) saat mengikuti debat Pilkada Medan 2024. ISTIMEWA/SUMUT POS


MEDAN, SUMUTPOS.CO - Debat publik ketiga Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan di Hotel Grand Mercure, Jumat (22/11/2024) menjadi debat pamungkas bagi para paslon dalam menyampaikan visi misi serta program-programmya.

Dalam kesempatan itu, Paslon nomor urut 2, Ridha Dharmajaya - Abdul Rani (Ridha-Rani) menegaskan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bukanlah sekedar 'perang' spanduk. Akan tetapi, Pilkada juga merupakan ajang untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan atau fastabiqol khairot.

Prof Ridha menegaskan, warga Kota Medan membutuhkan pekerjaan agar ada beras di rumah mereka. Warga Kota Medan juga membutuhkan air bersih, bukan air hujan sisa tampungan semalam.

“Pilkada Medan itu bukanlah sekedar adu spanduk. Pilkada adalah fastabiqul khairot,” ujar Prof Ridha didampingi Calon Wakil Wali Kota Medan, Abdul Rani.

Ditegaskan Ridha Dharmajaya, Pilkada ini merupakan kesempatan bagi para paslon untuk berlomba-lomba dalam menyampaikan program-program yang baik untuk masyarakat Kota Medan.

“Mengingat, nasib warga Kota Medan tidak pernah berganti, selalu bertarung dengan kehidupan. Hidup di Kota Medan seolah dilarang untuk lelah. Wahai pemimpin Kota Medan, warga Kota Medan tak perlu uang untuk memilih jagoanmu. Wargamu bukanlah pengemis,” tegasnya.

Atas dasar itu, Prof Ridha bersama Abdul Rani akan melakukan pembangunan seutuhnya untuk warga Kota Medan. Pasalnya, masih banyak warga Kota Medan yang hidup dalam kemiskinan.

“Kebaikan untuk siapa? Untuk pekerja buruh yang upahnya tidak naik-naik. Kenaikan untuk guru yang mencerdaskan bangsa, kebaikan untuk driver online, kebaikan untuk nelayan dan lainnya,” paparnya.

Prof Ridha menegaskan, bahwa saat ini kemiskinan di Kota Medan semakin merajalela. Selain itu, Prof Ridha juga menilai tidak terjadi pemberdayaan yang baik di tengah-tengah masyarakat.

“Secara nasional, angka kemiskinan terbesar adalah profesi nelayan. Di Belawan, ada banyak nelayan kita. Kita harus bantu mereka agar bisa berdaya. Hari ini, kita harus menuntaskan kemiskinan itu,” tutupnya.
(map)

Editor : Redaksi
#pilkada 2024 #Pilkada Medan