ROMA, Sumutpos.jawapos.com-Duel panas akan tersaji di Stadion Olimpico saat AS Roma menjamu Napoli pada pekan ke-13 Serie A, Senin (1/12) dini hari (live ANTV/Vidio, 02.45 WIB). Laga ini tak sekadar perebutan poin, melainkan juga pertarungan taktik antara pemuncak klasemen yang tengah percaya diri menghadapi Napoli yang baru bangkit lewat eksperimen berani Antonio Conte.
Sejak akhir Oktober, Napoli sempat limbung akibat badai cedera yang menimpa sejumlah pemain kunci seperti Billy Gilmour, Romelu Lukaku, Alex Meret, Kevin De Bruyne, Frank Anguissa, dan Miguel Gutierrez. Namun Conte tak tinggal diam. Alih-alih bertahan dengan formasi 4-3-3, ia melakukan revolusi taktik dengan menggeser skema menjadi 3-4-2-1.
Perubahan itu membuahkan hasil instan. Napoli sukses meraih dua kemenangan beruntun—menghantam Atalanta 3-1 (23/11) dan menundukkan Qarabag FK 2-0 (26/11). Hasil tersebut menghidupkan kembali ambisi Partenopei untuk menembus papan atas dan bahkan berpeluang menyalip Roma jika mampu mencuri tiga poin di Olimpico.
“Kami menikmatinya, lalu bersiap menghadapi Roma. Itu akan jadi laga besar,” ujar Conte seusai kemenangan atas Qarabag, dikutip dari Associated Press.
Kunci kebangkitan Napoli berada pada peran dua wide attacker, David Neres dan Noa Lang. Dalam skema baru Conte, keduanya ditempatkan lebih dekat ke striker Rasmus Hojlund, menciptakan trio depan yang lebih eksplosif. Neres mencetak dua gol ke gawang Atalanta, sementara Lang menyumbang satu gol dalam laga tersebut.
“Napoli tidak mati. Ini bukan soal hidup atau mati, tetapi soal terus bekerja dan memberikan segalanya,” tegas Conte, tetap percaya diri meski roster timnya masih pincang.
Namun tantangan di Olimpico jelas tidak ringan. AS Roma tampil impresif dan memimpin klasemen sementara Serie A. Mereka baru kebobolan enam gol dari 12 laga dan mencatat empat kemenangan beruntun. Stabilitas pertahanan I Giallorossi menjadi modal utama untuk menahan gelombang serangan Napoli.
Meski demikian, statistik kandang Roma melawan Napoli justru kurang bersahabat. Dari sembilan pertemuan terakhir di Olimpico, Roma hanya menang dua kali—catatan yang bisa menjadi celah bagi skuad Conte untuk memanfaatkan momentum kebangkitan.
Duel Roma kontra Napoli kali ini bukan sekadar soal taktik, tetapi juga mentalitas. Roma ingin mempertahankan singgasana, sementara Napoli mengincar statement victory untuk membuktikan bahwa eksperimen Conte bukan sekadar solusi darurat, melainkan fondasi kebangkitan. Pertarungan besar pun siap tersaji di ibu kota.(jpg/han)
PERKIRAAN PEMAIN:
Roma (3-4-2-1): 99-Svilar; 23-Mancini, 5-Ndicka, 22-Hermoso; 19-Celik, 4-Cristante (C), 17-Kone, 43-Wesley; 18-Soule, 7-Pellegrini; 21-Dybala
Pelatih: Gian Piero Gasperini
Napoli (3-4-2-1): 32-Milinkovic-Savic; 31-Beukema, 13-Rrahmani, 4-Buongiorno; 22-Di Lorenzo (C ), 68-Lobotka, 8-McTominay, 17-Olivera; 7-Neres, 70-Lang; 19-Hojlund
Pelatih: Antonio Conte