NEWCASTLE, Sumutpos.jawapos.com-Manchester City dan Newcastle United sama-sama membawa ambisi besar saat bentrok pada leg pertama semifinal Piala Liga di St James’ Park, dini hari nanti (siaran langsung Vidio, pukul 03.00 WIB). Dua kekuatan Premier League ini bertemu dengan satu tujuan: membuka kembali jalan menuju Wembley.
Bagi City, Wembley bukan sekadar stadion final. Itu adalah simbol dominasi masa lalu. The Cityzens pernah menguasai Piala Liga selama empat musim beruntun, dari 2017–2018 hingga 2020–2021. Namun sejak saat itu, tim asuhan Pep Guardiola tak lagi menjejakkan kaki di partai puncak.
Musim ini, peluang City kembali ke Wembley diuji oleh sang juara bertahan. Newcastle United, yang musim lalu sukses mengakhiri puasa trofi, mengincar sejarah baru: tampil back-to-back di final Piala Liga.
Bermain di hadapan publik sendiri, The Magpies ingin memaksimalkan keuntungan St James’ Park sebagai fondasi menuju leg kedua.
“Kami ingin berada di setiap final dari setiap peluang yang kami miliki musim ini,” ujar Bernardo Silva, kapten sekaligus motor lini tengah City, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Gelandang asal Portugal itu menegaskan kepercayaan diri timnya, meski harus bermain di kandang lawan. “Kami pernah datang ke Bernabéu dan menang. Di Newcastle, kami ingin meraih hasil serupa,” tambahnya.
Tonali vs Reijnders, Duel Eks Milan di Jantung Lapangan
Laga ini juga menyuguhkan duel menarik di lini tengah: Sandro Tonali versus Tijjani Reijnders. Keduanya adalah mantan gelandang AC Milan yang kini berperan vital di klub masing-masing.
Reijnders—akrab disapa Tijji—didatangkan Milan pada musim panas 2023 sebagai pengganti Tonali, yang hijrah ke Newcastle. Meski sering dianggap tak terlalu agresif dalam duel fisik, keduanya memiliki keunggulan serupa: kemampuan menggiring bola, visi transisi cepat, serta sepakan first time yang tajam.
Sejak berkarier di Inggris, keduanya baru sekali berhadapan, yakni pada pekan ke-12 Premier League, 22 November 2025, di venue yang sama. Saat itu, Newcastle menang 2-1, dengan Tonali tampil dominan. Reijnders hanya turun 13 menit terakhir, belum sempat memberi pengaruh signifikan.
Kini, semifinal Piala Liga memberi panggung yang lebih besar bagi duel dua gelandang modern tersebut.
Antoine Semenyo, Senjata Baru City
Manchester City juga membawa amunisi anyar yang patut diwaspadai Newcastle: Antoine Semenyo. Penyerang sayap berbanderol £64 juta (sekitar Rp1,45 triliun) itu langsung mencuri perhatian pada debutnya di ajang domestik.
Akhir pekan lalu, Semenyo mencetak satu gol dan satu assist saat City melumat Exeter City 10-1 di putaran ketiga Piala FA. Performa impresif itu membuka peluang baginya untuk kembali tampil sejak menit awal di St James’ Park.
Mengutip Manchester Evening News, regulasi Piala Liga musim ini memungkinkan Semenyo tetap bermain untuk City meski sebelumnya telah tampil bersama AFC Bournemouth di fase awal kompetisi. Aturan lama yang melarang pemain membela dua klub dalam satu musim Piala Liga kini telah direvisi.
Dengan ambisi besar di kedua kubu, atmosfer panas St James’ Park, serta kualitas individu yang melimpah, duel Newcastle versus Manchester City diprediksi menjadi salah satu semifinal paling sengit dalam beberapa musim terakhir. Wembley sudah di depan mata—tinggal siapa yang berani melangkah lebih jauh.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan