MADRID, Sumutpos.jawapos.com-Alvaro Arbeloa pernah mendapat julukan unik dari Xabi Alonso ketika keduanya masih berseragam Real Madrid, 17 tahun silam. Karena kerap salah mengoper bola, Xabi menyebut Arbeloa dengan julukan Trufas. Ironisnya, sosok yang dulu diledek karena akurasi umpannya itulah yang kini menggantikan Xabi sebagai entrenador Real Madrid.
Pergantian itu terjadi cepat. Kurang dari 24 jam setelah gagal membawa Los Merengues menjuarai Supercopa de España di Jeddah, Arab Saudi, Xabi resmi angkat kaki. Dalam final, Senin (12/1), Real Madrid takluk 2-3 dari rival abadi, FC Barcelona. Situasi makin menekan karena di klasemen LaLiga, Carvajal dkk juga tertinggal dari Barca usai 19 laga.
Dianggap Paling Paham Situasi Tim
Penunjukan Arbeloa bukan tanpa alasan. Pelatih berusia 42 tahun itu promosi dari Real Castilla, tim yang sudah ia tangani dalam beberapa musim terakhir. Pengalaman panjangnya di lingkungan klub dinilai membuatnya memahami kondisi internal tim secara mendalam.
Baca Juga: Cara Memilih Jurusan agar Peluang Lolos SNBP 2026 Lebih Besar
“Dia sangat mengenal klub ini karena sudah bertahun-tahun berada di sini. Dia juga mengenal Xabi, sehingga tahu betul apa yang sedang terjadi,” ujar Jorge Valdano, mantan pemain, pelatih, sekaligus general manager Real Madrid, seperti dikutip dari Marca.
Valdano menambahkan, tantangan utama Arbeloa kini adalah membangun tim yang kembali kompetitif. “Yang ditunggu sekarang adalah bagaimana dia membentuk Real Madrid yang mampu bersaing di setiap kompetisi, seperti ekspektasi publik terhadap klub sebesar ini,” lanjutnya.
Loyalitas Tanpa Batas untuk Los Merengues
Arbeloa adalah produk murni akademi Real Madrid. Ia bergabung sejak 2001–2002, meniti karier dari Real C dan Real B hingga menembus tim utama pada musim 2004–2005. Setelah sempat merantau ke Deportivo La Coruña dan Liverpool FC, ia kembali pulang ke Santiago Bernabéu dan membela Los Merengues sepanjang 2009–2016. Kariernya ditutup bersama West Ham United pada 2016–2017.
Baca Juga: Anggota TNI Dituntut Mati atas Kasus Pembunuhan Istri
Meski sempat hengkang, loyalitas Arbeloa pada Real tak pernah pudar. “Bermain untuk klub lain terasa aneh bagiku. Aku pergi karena Real Madrid selalu memiliki pemain-pemain terbaik,” ujarnya saat bergabung dengan Deportivo La Coruña kala itu.
Pintus Kembali, Isu Lama Muncul Lagi
Masalah kebugaran disebut-sebut menjadi akar performa inkonsisten Real Madrid musim ini. Untuk mengatasinya, manajemen memanggil kembali Antonio Pintus sebagai pelatih fisik. Nama Pintus bukan sosok asing; pada era Carlo Ancelotti (2021–2025), ia dikenal sebagai figur kunci yang menjaga kondisi fisik para pemain tetap prima hingga akhir musim.
Namun, kembalinya Pintus juga diiringi isu sensitif. Beredar kabar adanya campur tangan Presiden Real Madrid, Florentino Pérez. Awal musim ini, Pérez disebut ingin memasukkan Pintus ke dalam staf kepelatihan, tetapi Xabi Alonso menolaknya karena lebih percaya pada tim pilihannya sendiri.
Kini, dengan Arbeloa di kursi pelatih utama dan Pintus kembali memegang peran vital, Real Madrid memasuki fase baru. Publik Bernabéu menanti: apakah Trufas yang dulu kerap salah oper itu mampu mengembalikan kejayaan Los Merengues.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan