Johan Panjaitan• Kamis, 15 Januari 2026 | 09:00 WIB
Cubarsi bersama para pemain FC-barcelona. (suterstock)
SANTANDER, Sumutpos.jawapos.com– FC Barcelona diminta segera menyudahi euforia juara Supercopa de España 2026. Kemenangan dramatis 3-2 atas Real Madrid di final El Clasico yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, awal pekan ini (12/1), tak boleh membuat Blaugrana larut dalam perayaan.
Gelar tersebut menjadi trofi Supercopa ketiga yang diraih Barcelona di Jeddah dengan menaklukkan rival abadi mereka, Real Madrid. Namun, tantangan berikutnya sudah menanti. Dini hari nanti (16/1), Barcelona akan bertandang ke El Sardinero untuk menghadapi Racing Santander pada babak 16 besar Copa del Rey.
Meski Racing Santander berstatus klub kasta kedua (Segunda División), pelatih Barcelona Hansi Flick menegaskan anak asuhnya tetap harus tampil dengan intensitas tinggi, sebagaimana saat melakoni El Clasico.
“Semangat luar biasa seperti di laga melawan Real Madrid harus tetap dipertahankan. Konsistensi adalah kunci,” ujar Flick, dikutip dari Diario AS.
Flick menyadari, duel melawan tim non-unggulan kerap menjadi ujian mental tersendiri bagi klub besar. Karena itu, ia meminta para pemain tetap fokus dan tidak meremehkan lawan demi menghindari kejutan.
Di tengah persiapan menghadapi Racing, Barcelona menerima kabar positif di luar lapangan. Berdasarkan data paruh pertama musim LaLiga 2025–2026, Barca tercatat sebagai klub dengan jumlah penonton televisi terbanyak.
Laporan Barlovento Comunicación menyebut, laga Barcelona ditonton rata-rata 1,658 juta pemirsa per pertandingan, unggul tipis sekitar dua ribu penonton dibandingkan Real Madrid yang mencatat rata-rata 1,656 juta. Atletico Madrid menyusul di posisi ketiga dengan rata-rata 965 ribu penonton.
Dalam kategori penonton kumulatif pada satu pertandingan, Blaugrana juga berada di depan. Total pemirsa laga Barcelona mencapai 7,8 juta, sementara Real Madrid mencatat 7,6 juta.
Popularitas tinggi tersebut menjadi cerminan besarnya magnet Barcelona, sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga performa di lapangan. Kini, fokus penuh tertuju ke El Sardinero—tempat Barca dituntut membuktikan bahwa spirit El Clasico bukan sekadar euforia sesaat, melainkan standar permainan yang harus terus dijaga.(jpg/han)