MEDAN, sumutpos.jawapos.com - PSMS Medan gagal mempertahankan tren kemenangan saat bertandang ke markas Garudayaksa FC dalam lanjutan Liga 2 Championship di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (25/1//2025) sore WIB. Ayam Kinantan menelan kekalahan dengan skor 1-2.
PSMS memulai pertandingan dengan cukup baik. Mereka mampu memberikan perlawanan kepada Garudayaksa. Bahkan, Ayam Kinantan beberapa kali memiliki peluang untuk mencetak gol.
Garudayaksa sempat menjebol gawang PSMS pada babak pertama melalui sundulan Everton. Namun gol tersebut dianulir wasit setelah VAR menilai terjadi pelanggaran Everton terhadap pemain PSMS, Erwin Gutawa.
PSMS akhirnya membuka keunggulan di menit ke-71. Sepak pojok yang dilepaskan Dani Saputra berhasil disundul Felipe Cadenazzi dan menjadi gol.
Namun Ayam Kinantan gagal mempertahankan keunggulan tersebut. Everton akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-79 setelah memanfaatkan tendangan bebas. Wasit sempat lama mengambil keputusan saat melihat VAR.
Petaka akhirnya menghampiri PSMS. Mereka kembali kebobolan di menit ke-90+4 melalui Taufik Hidayat. Ayam Kinantan pun pulang dengan kekecewaan.
Kekalahan ini membuat tren kemenangan PSMS menjadi terhenti. Hasil ini juga membuat Ayam Kinantan tertahan di posisi keenam klasemen sementara, tertinggal satu angka dari Persiraja di posisi kelima.
Pelatih PSMS Eko Purdjianto menilai laga berjalan sulit dan menjadi bahan evaluasi penting bagi timnya.
“Pertandingan ini seru dan tidak mudah. Setelah kita unggul 1-0, tentunya tuan rumah mengejar ketertinggalan dengan memasukkan dua striker. Seharusnya kita tetap fokus, karena kalau unggul tapi tidak fokus, kita bisa kebobolan,” ujarnya.
Dia menambahkan, gol balasan terjadi karena pemain PSMS yang sempat kehilangan fokus “Gol-gol tadi terjadi dari transisi menyerang ke bertahan yang kurang siap. Ini jadi evaluasi ke depan. Masih ada pertandingan selanjutnya dan kami harus lebih siap meski hasil ini sangat menyedihkan, tapi inilah sepak bola," ucapnya.
Terkait beberapa kali penghentian laga akibat pengecekan VAR, Eko menyatakan menerima keputusan wasit. “VAR kita terima keputusannya, tapi memang pertandingan jadi sering terhenti cukup lama. Penundaan itu sedikit banyak menurunkan fokus pemain, sangat disayangkan,” katanya.
Dia juga menyoroti perubahan mental pemain setelah gol pembuka. “Setelah unggul, pemain sedikit khawatir mempertahankan kemenangan, sebaliknya tuan rumah justru semakin ‘on’ untuk membalikkan keadaan. Seharusnya fokus sampai menit terakhir,” lanjut Eko.
Sementara itu, pemain PSMS Nazar Nurzaidin tak menutupi kekecewaannya atas hasil pertandingan. “Kami kecewa dengan hasil sore ini. Secara pribadi saya akan introspeksi dan evaluasi diri. Setelah kembali ke Medan, kami harus fokus menatap pertandingan ke depan agar bisa meraih tiga poin,” tegasnya. (dek)
Editor : Johan Panjaitan