Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Sentuhan Spalletti Ubah Juve Jadi Mesin Gol

Johan Panjaitan • Kamis, 5 Februari 2026 | 13:30 WIB
Luciano Spalletti. (juvefc)
Luciano Spalletti. (juvefc)

BERGAMO, Sumutpos.jawapos.com-Sentuhan Luciano Spalletti di Juventus mulai terasa seperti sihir. Sejak mengambil alih kursi pelatih dari Igor Tudor pada 30 Oktober 2025, allenatore kawakan itu sukses mengubah wajah Bianconeri menjadi jauh lebih garang di depan gawang.

Dalam 20 pertandingan di bawah arahannya, Juventus mencatatkan rata-rata 1,85 gol per laga. Angka itu melonjak signifikan dibanding era Tudor yang hanya berada di kisaran 1,36 gol per pertandingan. Peningkatan tajam tersebut membuat fans Juventus menjulukinya sebagai efek “sim salabim” ala Spalletti.

Namun, keajaiban itu akan menghadapi ujian sesungguhnya. Juventus dijadwalkan melakoni perempat final Coppa Italia melawan tuan rumah Atalanta BC di New Balance Arena, dini hari nanti (siaran langsung ANTV/Vidio pukul 03.00 WIB). Ini menjadi pertemuan pertama Juve menghadapi La Dea di era Spalletti.

“Spalletti sudah melakukan pekerjaan yang hebat. Tapi laga di Bergamo akan menjadi ujian penting bagi racikannya,” ujar pandit sekaligus mantan gelandang bertahan Juventus, Alessio Tacchinardi, di saluran YouTube Aura Sport.

Minim Striker, Tetap Produktif

Tantangan terbesar Spalletti sejatinya ada di lini depan. Juventus tengah krisis penyerang murni setelah Dusan Vlahovic dan Arkadiusz Milik mengalami cedera. Kondisi itu membuat Jonathan David menjadi satu-satunya opsi striker utama, sementara Lois Openda lebih sering dimainkan melebar sebagai wide attacker.

Di tengah keterbatasan tersebut, Spalletti justru mampu menghidupkan mesin gol timnya. Ia tidak lagi bergantung pada satu nama, melainkan membangun sistem yang memungkinkan banyak pemain ikut mencetak gol.

“Spalletti memberi keajaiban karena dia sudah membangkitkan kembali banyak pemain,” tutur Tacchinardi.

Edon Zhegrova merasakan langsung dampaknya. Winger asal Kosovo itu mengaku mendapat kepercayaan besar dari sang pelatih.

“Aku sangat berterima kasih kepada pelatih karena telah memberiku kepercayaan. Tidak hanya dalam menyerang, dia juga membantuku dalam aspek bertahan,” ujarnya kepada Tuttosport.

Batal Datangkan Striker Baru

Produktivitas yang meningkat membuat manajemen Juventus mengubah arah kebijakan di bursa transfer musim dingin. Meski sempat dikaitkan dengan Mauro Icardi (Galatasaray) dan Randal Kolo Muani (Tottenham Hotspur), Bianconeri akhirnya memilih tidak menambah striker anyar.

Kedua nama itu sebenarnya punya pengalaman di Serie A. Kolo Muani bahkan sempat berseragam Juve musim lalu sebagai pemain pinjaman dari Paris Saint-Germain. Sementara Icardi dikenal luas sebagai mantan kapten Inter Milan.

Dilansir Sport Mediaset, Icardi bahkan sempat menawarkan jaminan gol jika direkrut kembali ke Italia.

“Andai kalian mengontrakku, aku akan mencetak sepuluh gol dalam enam bulan dan kemudian kalian akan mempertahankanku musim depan,” ucap striker 32 tahun asal Argentina tersebut.

Alih-alih merekrut penyerang, Juventus justru menambah kedalaman skuad dengan meminjam dua pemain: bek kanan Emil Holm dari Bologna FC dan winger Jeremie Boga dari OGC Nice.

Atalanta Tak Stabil, Tapi Berbahaya

Di sisi lain, Atalanta datang dengan kondisi yang tidak sepenuhnya stabil. Mereka sempat tampil solid di Serie A dengan enam laga tanpa kekalahan sejak awal 2026. Namun, performa itu kontras di Liga Champions setelah kalah beruntun dalam dua matchday terakhir fase liga.

Meski demikian, La Dea tetap berhasil mengamankan tiket ke playoff fase knockout, menjaga asa mereka di kompetisi Eropa.

Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, menyadari timnya tak boleh kehilangan fokus saat menghadapi Juventus. Menurutnya, laga perempat final ini bisa ditentukan oleh kesalahan sekecil apa pun.

“Itu menjadi tantangan bagi kami untuk tidak melakukannya saat melawan Juve. Ini hanya satu laga, dan Anda bisa kalah hanya karena satu kesalahan kecil,” kata Palladino kepada Sky Sport Italia.

Bagi Spalletti, duel di Bergamo bukan sekadar perebutan tiket semifinal. Ini adalah panggung pembuktian: apakah “sim salabim”-nya benar-benar sakti, atau justru akan pudar saat berhadapan dengan Atalanta yang terkenal sulit ditaklukkan di kandang sendiri.(jpg/han)

PERKIRAAN PEMAIN:

ATALANTA BC (3-4-2-1): 57-Sportiello (g); 23-Kolasinac, 4-Hien, 42-Scalvini; 16-Bellanova, 15-De Roon (c), 13-Ederson, 59-Zalewski; 18-Raspadori, 17-De Ketelaere; 9-Scamacca
Pelatih: Raffaele Palladino
Jersey pemain: Biru hitam
Jersey kiper: Hijau
 
JUVENTUS (4-2-3-1): 1-Perin (g); 15-Kalulu, 4-Gatti, 32-Cabal, 27-Cambiaso; 5-Locatelli (c), 8-Koopmeiners; 11-Zhengrova, 21-Miretti, 18-Kostic; 20-Openda
Pelatih: Luciano Spalletti
Jersey pemain: Hitam putih
Jersey kiper: Biru

 

Editor : Johan Panjaitan
#juventus #atalanta #luciano spalletti #copa del rey