LONDON, Sumutpos.jawapos.com-Michael Carrick menghadapi ujian berbeda saat Manchester United bertandang ke markas West Ham United di Stadion London, dini hari nanti. Untuk pertama kalinya sejak memegang kendali tim, Carrick harus meracik strategi di tengah padatnya jadwal pertandingan, situasi yang bisa menguji konsistensi performa Setan Merah.
Selama ini, Carrick dikenal nyaris tak pernah mengutak-atik susunan pemain inti. Sejak kemenangan atas Manchester City (17/1), Arsenal (25/1), Fulham (1/2), hingga Tottenham Hotspur (7/2), pelatih yang akrab disapa Carras itu selalu mempertahankan starting XI yang sama. Stabilitas menjadi kunci, terutama karena United hanya bermain sekali dalam sepekan.
Namun, laga tengah pekan kontra West Ham menjadi tantangan baru. Rotasi tak terhindarkan, sementara kebugaran pemain menjadi faktor penentu dalam menjaga tren kemenangan Bruno Fernandes dan kawan-kawan.
Minim Rotasi, Hanya Sekali Berubah
Dalam empat laga awalnya, Carrick hanya sekali melakukan perubahan komposisi tim. Itu pun karena faktor cedera. Patrick Dorgu yang berperan sebagai wide attacker harus menepi saat menghadapi Arsenal, sehingga Matheus Cunha masuk sebagai second striker sejak menit pertama.
Meski mencatat empat kemenangan beruntun di Premier League, Carrick menolak larut dalam euforia.
“Empat laga sudah kami menangi semuanya. Tetapi, aku tidak mau terbawa euforia,” ujar Carrick seperti dikutip ESPN.
“Aku tidak duduk di sini dan berpikir semuanya hebat. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” tambah pelatih Inggris berusia 44 tahun tersebut.
Pernyataan itu menegaskan satu hal: Carrick memilih tetap membumi meski hasil awalnya nyaris sempurna.
Performa impresif United di bawah Carrick mulai memunculkan keyakinan bahwa ia layak menjadi pelatih jangka panjang. Dukungan juga mengalir dari pemain senior di ruang ganti. Kapten Bruno Fernandes, Diogo Dalot, Harry Maguire, Lisandro Martinez, dan Luke Shaw menjadi barisan terdepan yang menunjukkan kepercayaan mereka.
“Aku pikir Michael datang dengan ide yang tepat bagi pemain,” kata Fernandes kepada MUTV.
“Dia pandai berkomunikasi. Dia meyakinkan kami bahwa dia adalah pelatih kami, dan aku yakin dia bisa menjadi pelatih hebat,” lanjut gelandang asal Portugal itu.
Fernandes sendiri tampil menonjol dengan kontribusi lima gol (satu gol dan empat assist) dalam empat pertandingan pertama era Carrick.
Senjata Rahasia: Set Pieces
Salah satu perubahan paling mencolok di era Carrick adalah efektivitas set pieces. Beberapa gol penting United lahir dari skema bola mati, termasuk saat membobol gawang Tottenham.
Baca Juga: Awal Ramadan Berpotensi Beda, Kemenag dan Muhammadiyah Bisa Tidak Sepakat
Di balik keberhasilan itu, ada kerja keras tim pelatih. Asisten Jonny Evans dan analis Kaita Hasegawa rutin mengasah skema bola mati di Carrington. Menariknya, latihan tersebut tidak selalu berjalan mulus.
“Kami mencobanya dan sering gagal saat latihan. Tapi ketika pertandingan, situasinya berbeda dan justru berhasil,” ungkap Bryan Mbeumo kepada BBC.
Kini, ujian sesungguhnya menanti. Laga melawan West Ham bukan hanya soal mempertahankan tren kemenangan, tetapi juga tentang kecerdikan Carrick dalam mengelola stamina tim, menjaga konsistensi taktik, dan membuktikan bahwa kesuksesan United bukan sekadar momentum sesaat.(jpg/han)
Perkiraan Pemain:
WEST HAM UNITED (4-2-3-1): 1-Hermansen (g); 29-Wan-Bissaka, 15-Mavropanos, 4-Disasi, 12-Malick Diouf; 28-Soucek, 32-Potts; 20-Bowen (c), 18-Mateus Fernandes, 7-Summerville; 11-Castellanos
Pelatih: Nuno Espirito Santo
Jersey pemain: Maroon
Jersey kiper: Hijau
MANCHESTER UNITED (4-2-3-1): 31-Lammens (g); 2-Dalot, 5-Maguire, 6-Martinez, 23-Shaw; 18-Casemiro, 37-Mainoo; 16-Amad, 8-B. Fernandes (c), 10-Cunha; 19-Mbeumo
Pelatih: Michael Carrick
Jersey pemain: Hitam
Jersey kiper: Hitam
Editor : Johan Panjaitan