Sumutpos.jawapos.com-Bulan Ramadan tahun ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi Lamine Yamal. Winger muda FC Barcelona itu harus menjalani ibadah puasa di tengah jadwal yang kurang ideal: empat pertandingan LaLiga dimainkan pada pukul 16.15 waktu setempat—jam ketika energi mulai menurun dan waktu berbuka masih jauh.
Rangkaian tersebut dimulai pada jornada ke-25 melawan Levante UD, Minggu (22/2), dilanjutkan laga kandang kontra Villarreal CF (28/2), kemudian bertandang ke San Mamés menghadapi Athletic Club (8/3), dan ditutup duel kandang melawan Sevilla FC (15/3). Dalam rentang itu, tak ada satu pun laga malam bagi Barcelona.
Secara fisiologis, pertandingan sore saat berpuasa bukan perkara ringan. Intensitas LaLiga menuntut akselerasi, duel fisik, dan konsentrasi tinggi. Bagi pemain berusia 17 tahun yang perannya mengandalkan ledakan kecepatan di sisi sayap, pengelolaan energi menjadi krusial.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memastikan klub telah menyiapkan pendekatan terstruktur. Dalam pernyataannya kepada Yahoo Sports, ia menegaskan bahwa tim medis dan staf pelatih memiliki program khusus untuk mendukung Yamal selama Ramadan.
“Kami punya rencana yang jelas, mereka memiliki program tentang apa yang bisa kami bantu. Yang saya tahu adalah Lamine Yamal adalah satu-satunya dari tim yang sedang berpuasa,” ujar Flick.
Pernyataan itu menegaskan dua hal: perhatian profesional klub terhadap kebutuhan individu pemain, serta posisi Yamal yang unik di ruang ganti. Ia bukan sekadar talenta muda yang sedang naik daun, tetapi juga figur yang membawa identitas personalnya ke dalam arena kompetisi tertinggi.
Di tengah ekspektasi besar terhadap kontribusinya, Ramadan menjadi ujian tambahan—bukan hanya fisik, melainkan juga mental dan spiritual. Bagi Yamal, empat laga sore ini bukan sekadar rangkaian jadwal. Ia adalah kombinasi disiplin, keyakinan, dan profesionalisme yang berjalan beriringan.
Dan seperti banyak kisah besar dalam sepak bola, tantangan semacam inilah yang sering kali membentuk kedewasaan seorang bintang muda.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan