Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Juventus vs Gaalatasaray, Bianconeri Menolak Lempar Handuk

Johan Panjaitan • Rabu, 25 Februari 2026 | 11:15 WIB

Gelandang serang Juventus,  Kenan Yildiz ditantang untuk bisa meloloskan timnya dari hadangan klub asal negaranya, Galatasaray, dalam perebutan tiket fase knockout Liga Champions. (juventus.fr)
Gelandang serang Juventus, Kenan Yildiz ditantang untuk bisa meloloskan timnya dari hadangan klub asal negaranya, Galatasaray, dalam perebutan tiket fase knockout Liga Champions. (juventus.fr)


TURIN, Sumutpos.jawapos.com-Malam di Allianz Stadium akan menjadi panggung ujian mental bagi Juventus. Dibanding dua wakil Serie A lainnya, beban Si Nyonya Tua paling berat: membalikkan defisit tiga gol setelah tumbang 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama di Istanbul.

Saat Inter Milan (vs FK Bodø/Glimt) dan Atalanta BC (vs Borussia Dortmund) “hanya” tertinggal dua gol, Juve dituntut melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar comeback—mereka harus menciptakan malam sempurna.

Namun, allenatore Luciano Spalletti menolak menyerah sebelum bertarung. “Percayalah, kami akan bisa keluar dari situasi sulit ini,” ujarnya kepada Sport Mediaset. Sebuah pernyataan optimistis di tengah tekanan yang kian mengencang.

Bayang-Bayang Empat Kekalahan Beruntun

Optimisme itu berbenturan dengan realitas performa. Manuel Locatelli dan kolega sedang terjebak dalam tren negatif: tiga kekalahan beruntun—dari Galatasaray (2-5), Inter (2-3), dan Como 1907 (0-2).

Sejak era modern Serie A, Juventus belum pernah merasakan empat kekalahan beruntun. Ancaman rekor buruk itu memaksa skuad menggelar rapat internal. “Kami perlu menyamakan visi dan misi,” kata Spalletti, seperti dikutip Tutto Juve.

Masalah Juve bukan hanya soal taktik, tetapi stabilitas psikologis. Lini belakang rapuh, transisi lambat, dan efektivitas menurun. Dalam situasi seperti ini, gol cepat menjadi harga mati—bukan sekadar membuka asa, tetapi memulihkan kepercayaan diri.

Isu Ruang Ganti dan Yildiz

Di tengah tekanan, rumor ruang ganti ikut menyeruak. Media Turki mengklaim adanya ketegangan antara Spalletti dan gelandang muda timnas Turki, Kenan Yildiz. Ekspresi Yildiz saat ditarik keluar pada menit ke-84 melawan Como disebut-sebut sebagai sinyal disharmoni.

Namun, laporan Tuttosport membantah keras isu tersebut. Relasi Yildiz dan Spalletti disebut tetap profesional dan solid. Dalam laga sepenting ini, isu internal—benar atau tidak—bisa menjadi distraksi berbahaya.

 

Dari kubu Galatasaray, perhatian tertuju pada kondisi Victor Osimhen. Striker yang mencatat dua assist di leg pertama itu dikabarkan mengalami cedera. Spekulasi lain menyebut soal keterlambatan gaji sebagai alasan absennya Osimhen dari sesi latihan.

Wakil Presiden Galatasaray, Abdullah Kavukcu, menepis isu tersebut. Menurutnya, sistem pembayaran di klub memang berbeda dengan kebanyakan klub Eropa. “Gaji Januari dibayar Februari, gaji Februari dibayar Maret,” ujarnya di laman resmi klub.

Terlepas dari polemik itu, Galatasaray datang dengan modal besar: keunggulan tiga gol dan kepercayaan diri tinggi. Mereka tak harus menyerang habis-habisan—cukup disiplin dan memanfaatkan celah yang ditinggalkan Juve.

Malam Penentuan Mentalitas

Bagi Juventus, laga ini bukan sekadar soal taktik atau statistik. Ini tentang karakter. Tentang apakah Bianconeri masih memiliki nyali Eropa yang selama ini menjadi identitas mereka.

Allianz Stadium akan menjadi saksi: apakah Juve bangkit dan menciptakan kisah dramatis, atau justru tenggelam dalam tekanan yang mereka ciptakan sendiri.

Karena di Liga Champions, keajaiban selalu mungkin. Tetapi hanya bagi mereka yang benar-benar percaya—dan berani membuktikannya.(jpg/han)

 

Perkiraan Pemain: 

JUVENTUS (3-4-2-1): 16-Di Gregorio (g); 8-Koopmeiners, 3-Bremer, 6-Kelly; 22-McKennie, 5-Locatelli (c), 19-Thuram, 18-Kostic; 21-Miretti, 10-Yildiz; 30-David
Pelatih: Luciano Spalletti

 
GALATASARAY (4-2-3-1): 1-Cakir (g); 7-Sallai, 6-Davinson Sanchez, 42-Bardakci, 4-Jakobs; 99-Lemina, 34-Torreira; 53-Yilmaz, 8-Sara, 77-Lang; 9-Icardi (c)
Pelatih: Okan Buruk

Editor : Johan Panjaitan
#galatasaray #juventus #Liga Champoins