WOLVERHAMPTON, Sumutpos.jawapos.com-Ambisi Liverpool FC untuk kembali bersaing di papan atas Premier League kian terancam. Sang juara bertahan justru dipermalukan tim juru kunci, Wolverhampton Wanderers, dengan skor 1-2 di Molineux Stadium, Rabu WIB (4/3).
Kekalahan itu membuat The Reds tertinggal jauh dari pemuncak klasemen, Arsenal. Setelah pekan ke-29, Liverpool terpaut 16 poin dari The Gunners. Dengan jarak sebesar itu, peluang mempertahankan gelar praktis semakin menipis.
Meski demikian, Liverpool masih memiliki harapan untuk menembus zona Liga Champions. Mereka hanya terpaut tiga poin dari peringkat ketiga dan keempat yang ditempati Manchester United dan Aston Villa yang baru memainkan laga pekan ke-29 dini hari tadi.
Kembali Tumbang oleh Gol Injury Time
Drama kekalahan Liverpool di Molineux terjadi pada detik-detik terakhir pertandingan. Gelandang Wolves, André, mencetak gol penentu kemenangan pada menit 90+4.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Liverpool. Pasalnya, itu merupakan kekalahan kelima musim ini akibat gol di masa injury time, terbanyak di Premier League.
Sebelumnya, Liverpool juga harus menyerah lewat gol telat saat menghadapi Manchester City (1-2), AFC Bournemouth (2-3), Chelsea (1-2), serta Crystal Palace (1-2).
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, tidak menutupi kekecewaannya atas performa tim.
“Kami ceroboh, mudah ditebak, dan bermain terlalu lambat,” ujarnya seperti dikutip dari Liverpool Echo.
Terlalu Bergantung Bola Mati
Musim ini Liverpool kerap mengandalkan skema bola mati untuk mencetak gol. Dari total gol mereka di Premier League, 12 di antaranya lahir dari situasi set pieces—lima di antaranya bahkan terjadi dalam tujuh pertandingan terakhir.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, menilai ketergantungan tersebut menjadi salah satu penyebab timnya kehilangan ketajaman dalam skema permainan terbuka.
“Ekspektasi saya berubah sepanjang musim karena saya berharap lebih dari tim ini. Gol dari bola mati memang membantu, tetapi kami harus lebih tajam dari open play. Hasil ini jelas tidak membantu kami,” ujarnya kepada BBC.
Salah Akhiri Paceklik Gol
Di tengah kekecewaan kekalahan, setidaknya ada sedikit kabar baik bagi Liverpool. Penyerang andalan mereka, Mohamed Salah, akhirnya memecah kebuntuan golnya di Premier League tahun 2026.
Gol ke gawang Wolves mengakhiri puasa gol sembilan pertandingan beruntun di liga bagi kapten tim nasional Mesir tersebut. Sebelumnya, Salah terakhir mencetak gol di Premier League saat menghadapi Aston Villa pada 2 November 2025.
Bagi Salah, itu menjadi rentetan tanpa gol terpanjang sejak ia bergabung dengan Liverpool pada 2017.
Dengan kompetisi yang semakin mendekati akhir musim, Liverpool kini menghadapi tekanan besar. Jika tidak segera bangkit, musim yang diawali dengan ambisi mempertahankan gelar bisa berakhir hanya dengan perjuangan keras untuk sekadar mengamankan tiket Liga Champions.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan