LONDON, Sumutpos.jawapos.com-Perebutan gelar Premier League musim ini semakin condong ke arah Arsenal. Kemenangan dramatis 2-0 atas Everton di Emirates Stadium menjadi momentum penting bagi klub London Utara itu dalam menjaga jarak dari pesaing terdekatnya.
Beberapa jam setelah kemenangan tersebut, rival utama mereka, Manchester City, hanya mampu bermain imbang 1-1 saat bertandang ke markas West Ham United di London Stadium.
Hasil itu membuat Arsenal kini memimpin klasemen dengan 70 poin, unggul sembilan angka dari City yang mengoleksi 61 poin. Meski The Cityzens masih menyimpan satu laga tunda melawan Crystal Palace, kegagalan meraih kemenangan di London menjadi pukulan berat. Dalam dua pertandingan terakhir liga, City telah kehilangan empat poin penting.
Guardiola: Perburuan Gelar Belum Usai
Meski jarak semakin melebar, pelatih City Pep Guardiola menegaskan bahwa perburuan gelar belum berakhir.
Berbicara kepada TNT Sports, Guardiola yang harus menyaksikan laga dari tribun karena hukuman larangan mendampingi tim, tetap menunjukkan optimisme.
“Belum berakhir, karena kami tidak kalah,” tegas Guardiola.
Namun jalan City menuju gelar memang tidak mudah. Selain harus menghadapi Arsenal, mereka juga masih ditunggu dua laga berat melawan Chelsea dan Aston Villa.
Sebaliknya, Arsenal relatif memiliki jadwal yang lebih ringan. Dari tim papan atas, hanya City yang masih menjadi lawan mereka hingga akhir musim.
Haaland Kembali Mandul
Dalam laga melawan West Ham, City sebenarnya tampil dominan. Namun dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan efektivitas di depan gawang.
Penyerang andalan City, Erling Haaland, kembali gagal mencetak gol. Striker asal Norwegia itu kini telah melewati empat pertandingan di semua kompetisi tanpa gol.
Padahal, sebelumnya Haaland memiliki rekor impresif saat menghadapi West Ham, dengan total 11 gol dari tujuh pertemuan.
“Erling tahu kami membutuhkan golnya. Kami juga harus menciptakan lebih banyak peluang untuknya,” ujar Guardiola seperti dikutip ESPN.
Dowman, Sensasi 16 Tahun di Emirates
Sementara itu, kemenangan Arsenal di Emirates tidak lepas dari penampilan sensasional pemain muda mereka, Max Dowman.
Gelandang berusia 16 tahun itu masuk dari bangku cadangan dan langsung memberi dampak besar di penghujung laga.
Gol pertama Arsenal dicetak oleh Viktor Gyökeres pada menit ke-89, berawal dari umpan lambung Dowman yang gagal diantisipasi kiper Jordan Pickford.
Drama belum berakhir. Pada masa tambahan waktu, Dowman mencetak gol spektakuler lewat dribel solo dari sekitar dua pertiga lapangan, memanfaatkan situasi Pickford yang maju jauh ke depan saat membantu serangan dalam situasi tendangan sudut.
Gol tersebut mengukir sejarah baru di Premier League. Dowman resmi menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah kompetisi tersebut pada usia 16 tahun 73 hari.
Pelatih Arsenal Mikel Arteta pun tak menyembunyikan kekagumannya.
“Saya sudah melihat banyak pemain berbakat, tetapi di usia 16 tahun sangat sedikit yang mampu menghadapi tuntutan sebesar itu,” puji Arteta seperti dikutip dari Daily Mail.
Dengan jarak poin yang semakin lebar dan munculnya talenta muda seperti Dowman, langkah Arsenal menuju gelar Premier League kini terasa semakin nyata.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan