MILAN, Sumutpos.jawapos.com– Musim ini terasa seperti panggung kejayaan bagi Inter Milan. Konsistensi yang mereka jaga sejak pertengahan musim kini membawa Nerazzurri berdiri kokoh di puncak Serie A. Dari giornata ke-15 hingga ke-33, dominasi itu nyaris tak tergoyahkan.
Dengan keunggulan 12 poin atas rival sekota AC Milan dan hanya menyisakan lima pertandingan, scudetto ke-21 seolah tinggal menunggu waktu. Namun bagi Inter, musim ini bukan sekadar soal satu trofi. Mereka mengincar kesempurnaan—double winners.
Langkah menuju itu kini memasuki fase krusial. Inter hanya berjarak dua pertandingan dari trofi Coppa Italia. Dini hari nanti, mereka akan menjamu Como 1907 di leg kedua semifinal di Stadio Giuseppe Meazza.
Baca Juga: Bupati Labusel Tinjau RSUD Kotapinang, Tekankan Lompatan Layanan dan Penguatan Fasilitas
Hasil imbang tanpa gol di leg pertama membuat duel ini terbuka. Namun Inter punya bekal kepercayaan diri setelah menang dramatis 4-3 atas Como di pertemuan Serie A pekan lalu.
“Kami ingin merasakan scudetto dan Coppa Italia musim ini,” ujar Yann Sommer. Nada optimistis itu dibarengi kewaspadaan. Baginya, setiap detail kecil bisa menjadi pembeda di momen-momen menentukan seperti ini.
Thuram Mengambil Panggung
Absennya sang kapten Lautaro Martínez karena cedera betis sempat memunculkan kekhawatiran. Top skor tim dengan 20 gol itu memang sosok sentral dalam lini serang Inter.
Namun sepak bola selalu memberi ruang bagi protagonis baru. Kali ini, sorotan mengarah kepada Marcus Thuram.
Striker Prancis itu tampil semakin tajam. Dengan 16 gol musim ini dan kontribusi signifikan dalam skema serangan Inter, Thuram menjelma sebagai tumpuan baru. Ia bahkan menjadi penentu kemenangan saat menghadapi Como pekan lalu.
“Aku hanya menjalankan tugasku. Jika itu membantu tim menang, itu bonus,” ujarnya singkat, mencerminkan ketenangan sekaligus efektivitasnya di lapangan.
Como dan Fokus Tanpa Gangguan
Di sisi lain, Como 1907 datang bukan sekadar pelengkap cerita. Mereka membawa ambisi dan kejutan, dengan Nico Paz sebagai motor kreativitas.
Gelandang muda itu tengah menjadi buah bibir, dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa. Namun Paz memilih menutup telinga dari hiruk-pikuk bursa transfer.
“Aku tidak ingin memikirkan itu. Fokusku hanya pertandingan ini,” tegas pemain jebolan Real Madrid tersebut.
Menuju Titik Penentuan
Inter kini berada di persimpangan penting musimnya. Di satu sisi, mereka tinggal selangkah dari mengunci supremasi domestik. Di sisi lain, mereka juga berpeluang menutup musim dengan dua trofi—sebuah pencapaian yang akan mempertegas dominasi mereka.
Namun seperti diingatkan Sommer, tidak ada kemenangan yang datang dengan mudah. Di balik ambisi besar, ada detail-detail kecil yang harus ditaklukkan—satu pertandingan, satu momen, satu gol pada satu waktu.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan