MILAN, Sumutpos.jawapos.com-Malam di Stadion Giuseppe Meazza sempat terasa muram bagi Inter Milan. Tertinggal dua gol di awal babak kedua dari Como 1907, langkah menuju final tampak menjauh. Namun, seperti kisah-kisah besar yang selalu menemukan jalannya, Nerazzurri bangkit—dan melakukannya dengan cara yang dramatis.
Kemenangan 3-2 pada leg kedua semifinal Coppa Italia, Rabu (22/4), memastikan Inter melangkah ke partai puncak di Stadio Olimpico pada 13 Mei mendatang. Hasil itu sekaligus mengunci agregat 3-2, setelah pertemuan pertama berakhir tanpa gol.
Di balik kebangkitan tersebut, satu nama mencuat: Petar Sučić. Masuk di setengah jam terakhir, gelandang muda berusia 22 tahun itu mengubah arah pertandingan. Dua umpan matang darinya dituntaskan dengan presisi oleh Hakan Çalhanoğlu pada menit ke-69 dan 86, sebelum ia sendiri mencetak gol penentu pada menit ke-89.
“Aku bermain untuk Inter. Jadi, kapan pun aku harus siap memberikan yang terbaik,” ujar Sučić kepada media klub.
Baca Juga: TMMD di Gebang Langkat, Wujud Akselerasi Pembangunan Desa
Pelatih Cristian Chivu menilai kemenangan ini sebagai cerminan kekuatan kolektif timnya. “Comeback ini hasil kerja semua pemain. Mereka yang masuk dari bangku cadangan memahami momen dan menunjukkan kualitasnya,” katanya, seperti dikutip dari La Gazzetta dello Sport.
Seperti Déjà Vu di Sinigaglia
Kebangkitan ini seakan mengulang skenario dua pekan lalu di Stadio Giuseppe Sinigaglia, saat Inter juga bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menang 4-3 dalam laga Serie A.
“Kami tahu kualitas Como. Mereka bisa mencetak gol ke salah satu pertahanan terbaik di Italia. Dua kali membalikkan keadaan 0-2 melawan mereka—itu bukan hal biasa,” ujar Chivu, penuh kebanggaan.
Mimpi Double Winners di Depan Mata
Keberhasilan melangkah ke final Coppa Italia semakin menjaga asa Inter untuk meraih dua gelar musim ini. Di pentas Serie A, Nerazzurri kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan 12 poin atas rival sekota, AC Milan, dengan lima laga tersisa.
Baca Juga: Dari Panggilan 110: Ketika Kepedulian Menjadi Jalan Pulang
Peluang mengunci gelar bahkan terbuka akhir pekan ini saat menghadapi Torino FC, bergantung pada hasil laga pesaing.
“Kami menempatkan diri dalam posisi untuk bermimpi. Target kami bukan satu, melainkan dua trofi,” tegas Chivu kepada Sky Sport Italia.
Jika misi itu tercapai, Inter akan mengulang kejayaan era José Mourinho pada musim 2009–2010—sebuah periode emas yang juga pernah menjadi bagian dari perjalanan Chivu sebagai pemain.(jpg/han)
KESEMPATAN KE-16 INTER
INTER Milan meraih final Coppa Italia yang ke-16 pada musim ini. Dalam 15 kesempatan sebelumnya, klub berjuluk Nerazzurri itu berhasil memenangi sembilan final. (ka/dns)
JUARA
1938–1939 Menang 2-1 vs Novara FC
1977–1978 Menang 2-1 vs SSC Napoli
1981–1982 Menang agregat 2-1 vs Torino FC
2004–2005 Menang agregat 3-0 vs AS Roma
2005–2006 Menang agregat 4-2 vs AS Roma
2009–2010 Menang 1-0 vs AS Roma
2010–2011 Menang 3-1 vs Palermo FC
2021–2022 Menang 4-2 AET vs Juventus
2022–2023 Menang 2-1 vs ACF Fiorentina
RUNNER-UP
1958–1959 Kalah 1-4 vs Juventus
1964–1965 Kalah 0-1 vs Juventus
1976–1977 Kalah 0-2 vs AC Milan
1999–2000 Kalah agregat 1-2 vs SS Lazio
2006–2007 Kalah agregat 4-7 vs AS Roma
2007–2008 Kalah 1-2 vs AS Roma
Editor : Johan Panjaitan