Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

PSG Back-to-Back Juara Liga Champions! Arsenal Tumbang Dramatis Lewat Adu Penalti di Budapest

Johan Panjaitan • Minggu, 31 Mei 2026 | 09:49 WIB
PSG memastikan kemenangan  melawan Arsenal pada Liga Champions 2026 dengan adu penalti skor 4-3.
PSG memastikan kemenangan melawan Arsenal pada Liga Champions 2026 dengan adu penalti skor 4-3.

 

Sumutpos.jawaos.com-Paris Saint-Germain (PSG) menegaskan statusnya sebagai penguasa baru Eropa. Les Parisiens sukses mempertahankan mahkota Liga Champions setelah menaklukkan Arsenal melalui adu penalti 4-3 dalam final Liga Champions 2025-2026 di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5) waktu setempat.

Laga puncak yang berlangsung selama 120 menit itu berakhir imbang 1-1. Arsenal sempat berada di ambang sejarah setelah unggul lebih dahulu melalui Kai Havertz. Namun, ketenangan Ousmane Dembele dari titik putih dan mental juara PSG dalam adu penalti menjadi pembeda yang mengantarkan klub asal Paris tersebut meraih gelar Liga Champions kedua secara beruntun.

Kemenangan ini sekaligus menegaskan keberhasilan proyek Luis Enrique yang kembali membawa PSG berdiri di puncak sepak bola Eropa. Sebaliknya, Arsenal harus pulang dengan luka mendalam setelah tampil kompetitif sepanjang pertandingan, tetapi gagal pada saat-saat paling menentukan.

Havertz Bikin Arsenal Bermimpi

Arsenal mengawali laga dengan sempurna. Baru lima menit pertandingan berjalan, Kai Havertz membungkam pendukung PSG setelah memanfaatkan bola liar hasil sapuan Marquinhos yang justru mengenai Leandro Trossard.

Baca Juga: OPPO Find X9s & X9 Ultra Resmi Meluncur! Blibli Tawarkan Keuntungan Pembelian hingga Rp8,5 Juta

Penyerang Jerman itu bergerak cepat memasuki kotak penalti sebelum melepaskan tembakan kaki kiri dari sudut sempit yang gagal diantisipasi Matvey Safonov. Gol cepat tersebut membuat Arsenal bermain lebih percaya diri dan mampu mengimbangi dominasi penguasaan bola PSG.

Sepanjang babak pertama, tim asuhan Mikel Arteta tampil disiplin dan terorganisir. PSG memang mendominasi permainan, tetapi kesulitan menemukan celah di pertahanan The Gunners.

Fabian Ruiz nyaris menyamakan kedudukan lewat situasi sepak pojok, namun bola hanya membentur tiang gawang. Desire Doue dan sejumlah pemain PSG lainnya juga mencoba peruntungan melalui tembakan jarak jauh, tetapi belum mampu menembus kokohnya lini belakang Arsenal.

Menjelang turun minum, Havertz bahkan hampir menggandakan keunggulan. Namun, penyelesaian akhirnya gagal membuahkan gol sehingga Arsenal menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Dembele Bangkitkan PSG

Tertinggal satu gol membuat PSG meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua. Pasukan Luis Enrique terus menekan dan memaksa Arsenal lebih banyak bertahan.

Baca Juga: Komisi IV DPR RI: Swasembada Pangan Strategis bagi Stabilitas Nasional, Jangan Terjebak pada Narasi Pesimisme

Achraf Hakimi sempat mengancam lewat tendangan bebas keras pada menit ke-55. Namun, David Raya masih mampu mengamankan bola dengan sigap.

Momentum yang ditunggu PSG akhirnya datang pada menit ke-64. Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di dalam kotak penalti. Setelah memastikan pelanggaran, wasit langsung menunjuk titik putih.

Ousmane Dembele yang maju sebagai eksekutor menunjukkan kualitasnya. Dengan tenang, ia mengirim Raya ke arah yang salah dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut menghidupkan kembali kepercayaan diri PSG sekaligus memaksa Arsenal keluar menyerang. Arteta merespons dengan memasukkan Eberechi Eze dan Gabriel Martinelli untuk menambah daya dobrak.

Pertandingan pun berlangsung semakin terbuka. Kedua tim saling melancarkan serangan hingga menit-menit akhir, tetapi tidak ada gol tambahan yang tercipta. Skor imbang bertahan hingga waktu normal berakhir.

Pertarungan Mental di Babak Tambahan

Extra time menjadi panggung pertarungan fisik dan mental kedua tim. PSG tetap tampil dominan dan beberapa kali mengancam pertahanan Arsenal.

Baca Juga: Pemko Tebingtinggi Kembali Raih WTP, Ini untuk Kedelapannya

Salah satu momen krusial terjadi pada menit ke-105 ketika David Raya harus keluar dari sarangnya untuk memotong serangan berbahaya PSG yang berpotensi menjadi gol.

Di sisi lain, Arsenal juga memperoleh peluang emas untuk mencuri kemenangan. Kesempatan terbaik hadir melalui Jurrien Timber yang melepaskan tembakan keras dari sudut sempit. Namun, bola masih melenceng tipis dari sasaran.

Hingga 120 menit pertandingan berakhir, skor tetap 1-1. Final Liga Champions musim ini pun harus ditentukan melalui drama adu penalti.

PSG Lebih Tenang, Arsenal Tersungkur

Dalam adu penalti, PSG menunjukkan mental juara. Goncalo Ramos membuka jalan dengan sempurna sebelum diikuti Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo yang sama-sama sukses menjalankan tugas.

Hanya Nuno Mendes yang gagal mencetak gol. Namun, kesalahan tersebut tidak berpengaruh besar terhadap hasil akhir.

Baca Juga: Belum Rampung, Stadion Teladan Batal Jadi Venue Piala AFF U-19

Sebaliknya, Arsenal justru kehilangan momentum. Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli memang berhasil mencetak gol. Namun, Eberechi Eze gagal pada kesempatan kedua.

Puncak drama terjadi saat Gabriel Magalhaes maju sebagai penendang kelima Arsenal. Bek asal Brasil itu gagal menaklukkan kiper PSG, membuat para pemain Les Parisiens langsung berhamburan ke lapangan merayakan kemenangan.

Skor adu penalti 4-3 memastikan PSG kembali mengangkat trofi Liga Champions dan mencatatkan sejarah sebagai juara bertahan.

PSG Kukuhkan Dominasi, Arsenal Kembali Menunggu

Keberhasilan mempertahankan gelar menjadi bukti bahwa PSG kini telah menjelma menjadi kekuatan paling konsisten di Eropa. Di bawah arahan Luis Enrique, klub asal Paris itu tidak hanya memiliki kualitas individu yang luar biasa, tetapi juga karakter juara yang mampu bertahan dalam tekanan.

Baca Juga: Siap Meluncur Ditemani 5 Promo Menarik dari Danamon di IIMS Surabaya 2026 

Bagi Arsenal, kekalahan ini menjadi pil pahit yang harus ditelan. Setelah bertarung habis-habisan selama dua jam dan sempat memimpin pertandingan, impian mengangkat trofi Liga Champions kembali harus tertunda.

Malam di Budapest akhirnya menjadi milik PSG. Ketika tekanan mencapai titik tertinggi dan nasib ditentukan dari jarak 12 pas, Les Parisiens berdiri sebagai pemenang, sementara Arsenal hanya bisa menyaksikan mimpi mereka kembali menguap di panggung terbesar sepak bola Eropa.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
#adu penalti #liga champions #arsenal #psg