MIAMI, Sumutpos.jawapos.com-Piala Dunia 2026 segera dimulai. Ketika perhatian publik tertuju pada perebutan trofi juara dunia, persaingan individu untuk meraih Sepatu Emas juga dipastikan menjadi salah satu magnet terbesar turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tersebut.
Di antara deretan penyerang elite yang akan tampil, dua nama muncul sebagai favorit utama: Kylian Mbappe dan Harry Kane.
Bukan hanya karena kualitas individu mereka yang luar biasa, tetapi juga karena peluang besar tim nasional Prancis dan Inggris untuk melangkah jauh di turnamen. Dalam sejarah Piala Dunia, pencetak gol terbanyak hampir selalu berasal dari tim yang mencapai fase-fase akhir kompetisi.
Pengecualian paling terkenal terjadi pada Piala Dunia 1994 ketika Oleg Salenko merebut Sepatu Emas meski Rusia gagal lolos dari fase grup. Lima golnya ke gawang Kamerun dalam kemenangan 6-1 membuat total koleksinya mencapai enam gol, cukup untuk mengungguli para pesaingnya.
Namun, kasus seperti itu sangat jarang terjadi. Umumnya, semakin jauh perjalanan sebuah tim, semakin besar pula peluang penyerangnya mengumpulkan gol.
Contohnya terlihat pada Piala Dunia 2018. Saat itu, Cristiano Ronaldo mencetak empat gol di fase grup, tetapi langkah Portugal terhenti di babak 16 besar. Sebaliknya, Kane terus menambah pundi-pundi gol hingga mengakhiri turnamen dengan enam gol dan membawa Inggris mencapai semifinal.
Mbappe Bidik Rekor Baru
Sulit untuk tidak menempatkan Mbappe sebagai kandidat nomor satu.
Penyerang France national football team itu datang ke turnamen dalam kondisi relatif segar setelah sempat absen beberapa pekan di penghujung musim akibat cedera. Situasi tersebut justru membuat beban fisiknya lebih terjaga dibanding banyak pemain lain yang menjalani musim penuh.
Motivasi Mbappe juga berlipat ganda. Selain memburu gelar dunia untuk kedua kalinya, ia berpeluang mengukir sejarah sebagai pemain pertama yang memenangkan dua Sepatu Emas Piala Dunia.
Pemain Real Madrid tersebut juga tengah mengejar rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis, melampaui Olivier Giroud.
Performa terakhirnya semakin menguatkan status favorit itu. Mbappe tampil sebagai top skor La Liga dan Liga Champions musim ini. Bersama tim nasional, ia juga sangat produktif dengan delapan gol dalam sembilan laga terakhir Les Bleus.
Didukung lini tengah kreatif serta kepercayaan penuh dari pelatih, Mbappe memiliki semua perangkat yang dibutuhkan untuk kembali menjadi mesin gol Prancis.
Kane Andalkan Produktivitas dan Penalti
Jika Mbappe menjadi unggulan utama, maka Kane berada tepat di belakangnya.
Kapten England national football team itu tetap menjadi salah satu predator paling mematikan di sepak bola dunia. Ditambah lagi, ia masih memegang tugas sebagai eksekutor penalti utama Inggris, sebuah keuntungan yang kerap berperan besar dalam perebutan Sepatu Emas.
Baca Juga: Tumbangkan Vietnam 2-1, Garuda Muda Melaju ke Semifinal AFF U-19 2026
Tim asuhan Thomas Tuchel diprediksi mampu melewati fase grup dengan produktivitas tinggi. Jika Inggris berhasil mencapai semifinal atau bahkan final, Kane berpeluang kembali mengulang pencapaiannya pada 2018.
Striker Bayern Munich itu datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah menjalani musim yang impresif di Jerman. Ketajamannya masih berada pada level elite dan membuatnya menjadi ancaman bagi pertahanan mana pun.
Meski demikian, sejarah sedikit kurang berpihak kepadanya.
Sejak Piala Dunia digelar, hanya satu pemain berusia 30 tahun atau lebih yang mampu menjadi peraih Sepatu Emas, yakni Davor Suker pada 1998. Saat itu Suker mencetak enam gol dan membawa Kroasia finis di posisi ketiga.
Rata-rata usia pemenang Sepatu Emas Piala Dunia berada di angka 24,7 tahun, sebuah statistik yang membuat Mbappe terlihat lebih sesuai dengan pola historis tersebut.
Haaland dan Ronaldo Siap Mengganggu
Meski Mbappe dan Kane berada di garis depan persaingan, beberapa nama lain tidak bisa diabaikan.
Erling Haaland menjadi salah satu penantang serius. Penyerang Norwegia itu datang dengan reputasi sebagai salah satu finisher paling mematikan di dunia setelah kembali tampil tajam bersama Manchester City.
Baca Juga: IPW Nilai Wacana Kapolri dari Kalangan Sipil Sarat Muatan Politik
Jika Norwegia mampu menciptakan kejutan dan melangkah lebih jauh dari prediksi banyak pihak, Haaland memiliki kapasitas untuk mengacaukan dominasi Mbappe maupun Kane.
Sementara itu, nama Ronaldo tetap layak diperhitungkan meski telah menginjak usia 41 tahun.
Legenda Portugal tersebut terus menunjukkan naluri mencetak gol yang luar biasa. Didukung kreativitas Bruno Fernandes dan skuad Portugal yang kompetitif, peluang Ronaldo untuk menambah koleksi gol di panggung dunia masih terbuka lebar.
Namun pada akhirnya, semua indikator tetap mengarah kepada dua sosok yang kini berada di puncak daftar unggulan.
Mbappe menawarkan kombinasi usia ideal, performa puncak, dan dukungan tim yang matang. Kane menghadirkan pengalaman, konsistensi, serta kemampuan mencetak gol dari berbagai situasi.
Ketika Piala Dunia 2026 dimulai, duel keduanya bukan hanya soal siapa yang mampu membawa negaranya melangkah jauh, tetapi juga siapa yang sanggup berdiri sebagai penembak paling mematikan di panggung sepak bola terbesar dunia.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan