FOXBOROUGH, Sumutpos.jawapos.com– Laga Norwegia kontra Prancis di Gillette Stadium, Foxborough, dini hari nanti (siaran langsung TVRI Nasional pukul 02.00 WIB) , tak lagi menentukan nasib lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kedua tim sudah memastikan tiket ke fase knockout. Namun, sorotan justru tertuju pada duel dua megabintang: Erling Haaland dan Kylian Mbappé.
Pertemuan ini disebut banyak pihak sebagai awal dari rivalitas baru sepak bola modern, penerus duel legendaris Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang mendominasi dua dekade terakhir.
Mbappé, kapten sekaligus mesin gol Prancis, tampil produktif bersama Real Madrid dengan catatan 42 gol musim lalu. Di sisi lain, Haaland tetap menjadi ujung tombak mematikan Manchester City dengan torehan 38 gol, menegaskan statusnya sebagai salah satu striker paling tajam di dunia.
Menariknya, keduanya kini berada dalam persaingan langsung di Piala Dunia 2026. Dalam daftar sementara top skor, Haaland dan Mbappé sama-sama mengoleksi empat gol, sejajar dengan Vinícius Júnior, dan hanya terpaut dari Lionel Messi yang memimpin dengan lima gol.
Baca Juga: Gempa Landa Veneuzela, 164 Orang Tewas
Secara statistik timnas tahun ini, Mbappé memang unggul tipis dengan lima gol dibanding Haaland yang mencetak empat. Namun, Haaland unggul dalam efisiensi, dengan catatan sempurna mencetak empat gol dalam empat laga, sementara Mbappé membutuhkan enam pertandingan untuk jumlah yang sama.
Selain statistik, pengalaman menjadi pembeda mencolok. Haaland menjalani Piala Dunia pertamanya di usia 25 tahun, sementara Mbappé sudah memasuki turnamen ketiga, termasuk keberhasilan mengangkat trofi juara pada edisi 2018 di Rusia.
Meski demikian, Haaland mengaku tidak terlalu fokus pada lawan. Dalam wawancara dengan FOX Sports, ia menegaskan lebih menaruh perhatian pada performa tim ketimbang duel personal, meski mengakui Prancis merupakan lawan berat.
Di sisi lain, ayah Haaland, Alf Inge “Alfie” Haaland, menilai persaingan kedua pemain justru akan saling memacu performa terbaik. Ia menyebut baik Haaland maupun Mbappé sama-sama memiliki kualitas luar biasa dan menikmati tekanan di level tertinggi.
“Jika salah satu mencetak gol, yang lain pasti ingin membalas. Keduanya pemain hebat,” ujar Alfie kepada RMC Sport.
Baca Juga: Apriyani Rahayu Kini Bermain di Ganda Campuran
Di balik laga besar ini, Norwegia juga membawa misi kebanggaan regional Skandinavia. Jika berhasil keluar sebagai juara Grup I, mereka berpotensi menghadapi Swedia di babak 32 besar, sebuah skenario yang disebut publik sebagai “Viking Row”.
Selebrasi khas Norwegia itu bahkan mulai menjadi simbol identitas tim, meski sebagian pemain Swedia menilai ekspresi tersebut mulai terlalu sering digunakan dan berpotensi memanaskan rivalitas di lapangan.
Dengan segala narasi yang mengelilinginya, laga Norwegia kontra Prancis bukan sekadar pertandingan grup, melainkan panggung awal rivalitas baru yang berpotensi mewarnai sepak bola dunia dalam beberapa tahun ke depan.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan