Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

PORTUGAL vs KROASIA: Saatnya Ronaldo Patahkan Kutukan Portugal

Johan Panjaitan • Kamis, 2 Juli 2026 | 09:45 WIB
Kapten Portugal Cristiano Ronaldo (kanan) dan kapten Kroasia Luka Modric akan berhadapan dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 di BMO Field, Toronto, Jumat (3/7) pagi. (Gpt AI)
Kapten Portugal Cristiano Ronaldo (kanan) dan kapten Kroasia Luka Modric akan berhadapan dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 di BMO Field, Toronto, Jumat (3/7) pagi. (Gpt AI)

 

TORONTO, Sumutpos.jawapos.com – Fase gugur selalu menjadi panggung yang memperlihatkan siapa benar-benar layak disebut kandidat juara. Bagi Portugal, duel menghadapi Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 di BMO Field, Jumat (3/7) pukul 06.00 WIB, bukan sekadar perebutan tiket ke 16 besar. Laga ini juga menjadi kesempatan mematahkan keraguan yang terus mengiringi perjalanan Seleção das Quinas di turnamen besar.

Meski datang dengan status unggulan, performa Portugal sepanjang fase grup belum sepenuhnya meyakinkan. Tim besutan Roberto Martínez hanya mampu finis sebagai runner-up Grup K setelah ditahan tanpa gol Kolombia pada pertandingan terakhir.

Hasil tersebut kembali menyoroti persoalan klasik Portugal: dominan menguasai bola, tetapi kerap kehilangan ketajaman ketika menghadapi lawan yang bertahan disiplin.

Baca Juga: Spanyol Vs Australia: La Roja Ingin Optimalkan Peran Yamal

Satu-satunya penampilan yang benar-benar menunjukkan kapasitas mereka adalah kemenangan telak 5-0 atas Uzbekistan. Namun kemenangan itu belum cukup menjadi tolok ukur karena kualitas lawan berada jauh di bawah level Kroasia.

Kini harapan kembali bertumpu kepada Cristiano Ronaldo. Di usia yang tak lagi muda, sang kapten masih menjadi pusat permainan Portugal. Dua gol sudah dikoleksinya di Piala Dunia 2026, tetapi keduanya lahir saat menghadapi Uzbekistan. Menghadapi pertahanan Kroasia yang terkenal disiplin, Ronaldo dituntut membuktikan bahwa dirinya tetap mampu menjadi pembeda di pertandingan besar.

Untungnya, Portugal tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada sang megabintang. Kreativitas lini tengah mereka menjadi salah satu yang terbaik di turnamen ini. Bruno Fernandes, Vitinha, João Neves, Bernardo Silva, hingga João Félix memberi Roberto Martínez banyak pilihan untuk membongkar pertahanan lawan melalui berbagai pola serangan.

Meski demikian, tekanan tetap berada di kubu Portugal. Dalam empat turnamen besar terakhir, mereka selalu gagal memenuhi ekspektasi. Tersingkir di 16 besar Piala Dunia 2018, berhenti di fase yang sama pada Euro 2020, lalu kandas di perempat final Piala Dunia 2022 dan Euro 2024. Rekam jejak itu membuat laga melawan Kroasia terasa seperti titik awal untuk menghapus stigma sebagai tim yang gagal memaksimalkan potensi generasi emasnya.

Namun, Kroasia datang dengan modal yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Baca Juga: Nasib Para Pelatih di Piala Dunia, Ada yang Mengundurkan Diri, Ada yang Dipecat

Setelah membuka turnamen dengan kekalahan 2-4 dari Inggris, Vatreni bangkit melalui dua kemenangan beruntun atas Panama dan Ghana. Momentum tersebut membawa pasukan Zlatko Dalić melangkah ke fase gugur dengan kepercayaan diri tinggi.

Pengalaman selalu menjadi kekuatan terbesar Kroasia. Finalis Piala Dunia 2018 dan semifinalis edisi 2022 itu berkali-kali membuktikan bahwa mereka mampu berkembang ketika tekanan semakin besar.

Di lini tengah, Luka Modrić tetap menjadi maestro permainan. Bersama Mateo Kovačić, ia mengendalikan ritme pertandingan sekaligus menjaga keseimbangan tim. Sementara Petar Sučić mulai menunjukkan perannya sebagai energi baru setelah mencetak gol pada fase grup.

Di depan, pengalaman Ivan Perišić dan naluri gol Ante Budimir siap menguji lini belakang Portugal yang dipimpin Rúben Dias.

Secara individu, Portugal memang lebih unggul. Kedalaman skuad mereka nyaris tidak memiliki celah. Namun Kroasia memiliki sesuatu yang tidak bisa diukur lewat statistik: ketenangan, disiplin, dan mental bertanding yang telah ditempa dalam berbagai pertandingan besar.

Portugal hampir pasti akan mendominasi penguasaan bola sejak peluit awal dibunyikan. Sebaliknya, Kroasia diperkirakan memilih menunggu sambil memancing kesalahan sebelum melancarkan serangan balik cepat.

Baca Juga: Nikita Mirzani Ajukan PK, Reza Galdys Santai

Pertandingan ini kemungkinan tidak ditentukan oleh siapa yang paling lama menguasai bola, melainkan siapa yang paling efektif memanfaatkan peluang.

Jika Ronaldo dan kolega mampu bermain lebih tajam dibanding saat menghadapi Kolombia, Portugal memiliki kualitas untuk melangkah ke babak 16 besar. Namun apabila kembali membuang peluang, Kroasia sangat berpeluang menghukum mereka dengan pengalaman yang selama ini menjadi identitas Vatreni.

Di atas kertas Portugal memang lebih difavoritkan. Namun di fase gugur Piala Dunia, favorit tidak selalu keluar sebagai pemenang. Di sinilah mental juara akan berbicara.(jpc/han)

Perkiraan Pemain:

PORTUGAL (4-2-3-1): 1-Diogo Costa (g); 20-Cancelo, 3-Ruben Dias, 13-Veiga, 25-Nuno Mendes; 15-Joao Neves, 23-Vitinha; 18-Neto, 8-B. Fernandes, 11-Joao Felix; 7-Ronaldo (c) 
Pelatih: Roberto Martinez

KROASIA (4-2-3-1): 1-Livakovic (g); 2-Stanisic, 3-Pongracic, 6-Sutalo, 4-Gvardiol; 10-Modric (c), 8-Kovacic; 17-Sucic, 13-Vlasic, 14-Perisic; 11-Budimir
Pelatih: Zlatko Dalic

Editor : Johan Panjaitan
#kroasia #ronaldo #selecao #portugal