KANSAS, Sumutpos.jawapos.com – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan pertarungan sarat gengsi. Kolombia akan berhadapan dengan Ghana di Stadion Kansas, Amerika Serikat, Sabtu (4/7) pukul 08.30 WIB, dalam laga yang diprediksi menjadi duel antara dominasi penguasaan bola dan disiplin bertahan.
Di atas kertas, Los Cafeteros lebih diunggulkan. Namun, The Black Stars datang dengan modal pertahanan yang sulit ditembus dan siap menghadirkan kejutan.
Kolombia Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Kolombia melangkah ke fase gugur dengan status juara Grup K setelah tampil konsisten sepanjang babak penyisihan.
Tim besutan Néstor Lorenzo mengoleksi tujuh poin tanpa sekalipun menelan kekalahan. Mereka membuka turnamen dengan kemenangan 3-1 atas Uzbekistan, kemudian menaklukkan RD Kongo 1-0, sebelum bermain imbang tanpa gol melawan Portugal.
Baca Juga: KPK: OTT di Langkat Terkait Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
Kekuatan utama Kolombia terletak pada keseimbangan permainan di setiap lini.
Di sektor pertahanan, kiper Camilo Vargas tampil impresif dengan hanya sekali memungut bola dari gawangnya. Solidnya duet bek tengah Davinson Sánchez dan Jhon Lucumí membuat lini belakang Kolombia menjadi salah satu yang terbaik sepanjang fase grup.
Sementara di lini depan, kreativitas James Rodríguez tetap menjadi sumber inspirasi permainan. Meski telah berusia 34 tahun, mantan bintang Real Madrid itu masih menjadi pengatur ritme serangan sekaligus pemasok utama bola bagi Luis Díaz dan Luis Suárez.
Meski demikian, Lorenzo meminta anak asuhnya tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Hasil imbang tanpa gol melawan Portugal menjadi pelajaran penting bahwa dominasi permainan tidak selalu berujung kemenangan jika penyelesaian akhir masih kurang tajam.
"Jika Anda melewatkan terlalu banyak peluang di fase gugur, Anda akan lebih menderita daripada hari ini," ujar Lorenzo seperti dikutip Reuters.
Ghana Siap Bertahan dan Menghukum Lewat Serangan Balik
Di sisi lain, Ghana datang tanpa banyak sorotan, tetapi justru berpotensi menjadi ancaman serius.
Tim asuhan Carlos Queiroz lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik Grup L setelah mengalahkan Panama 1-0, menahan Inggris tanpa gol, dan hanya kalah tipis 1-2 dari Kroasia.
Meski hanya mencetak sedikit gol, kekuatan utama Ghana justru berada di sektor pertahanan.
Kiper Benjamin Asare tampil luar biasa dengan mencatatkan dua clean sheet, sementara organisasi permainan di lini belakang membuat lawan kesulitan menciptakan peluang bersih.
Untuk meredam agresivitas Kolombia, Queiroz diperkirakan kembali menempatkan Thomas Partey sebagai jangkar utama di lini tengah.
Pengalaman gelandang Arsenal itu akan menjadi kunci dalam memutus aliran bola menuju James Rodríguez sekaligus menjaga keseimbangan permainan Ghana.
Baca Juga: DPW PAN Sumut Masih Tunggu Arahan DPP Terkait OTT yang Menyeret Syah Afandin
Saat berhasil merebut bola, Ghana akan mengandalkan kecepatan Antoine Semenyo dan Ernest Nuamah untuk mendukung Jordan Ayew dalam skema serangan balik cepat.
Adu Strategi dan Ketahanan Fisik
Pertandingan diperkirakan berlangsung dengan skenario yang cukup jelas.
Kolombia akan tampil dominan melalui penguasaan bola dan tekanan sejak menit awal, sedangkan Ghana kemungkinan memilih bertahan rapat sambil menunggu kesempatan melancarkan serangan balik.
Selain duel taktik, faktor cuaca diprediksi turut memengaruhi jalannya pertandingan.
Suhu panas di Kansas diperkirakan menjadi ujian tersendiri bagi kedua tim, terutama pada babak kedua ketika intensitas permainan mulai menurun akibat kelelahan fisik.
Tiket 16 Besar Jadi Taruhan
Laga ini bukan sekadar pertarungan dua benua, tetapi juga adu karakter dua tim dengan pendekatan berbeda.
Kolombia mengandalkan kreativitas, pengalaman, dan kualitas individu untuk membongkar pertahanan lawan.
Sebaliknya, Ghana datang membawa disiplin, kerja kolektif, dan efektivitas serangan balik sebagai senjata utama.
Pemenang pertandingan ini telah ditunggu Swiss atau Aljazair di babak 16 besar.
Jika Kolombia mampu menemukan ketajaman lini depannya, mereka berpeluang melangkah mulus. Namun bila Ghana berhasil mempertahankan organisasi pertahanannya, kejutan besar bisa saja kembali tercipta di Piala Dunia 2026.(jpg/han)
Perkiraan Pemain:
KOLOMBIA (4-3-3): Vargas; Munoz, Lucumi, Sanchez, Mojica; Puerta, Lerma, Arias; Rodriguez, Suarez, Diaz Pelatih: Nestor Lorenzo
GHANA (4-5-1): Asare; Senaya, Adjetey, Luckassen, Mensah; Sulemana, Partey, Owusu, Sibo, Semenyo; Ayew Pelatih: Carlos Queiroz
Editor : Johan Panjaitan