EAST RUTHERFORD, Sumutpos.jawapos.com– Babak 16 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan salah satu duel paling menarik ketika Brasil berhadapan dengan Norwegia di New York, New Jersey Stadium, Senin (6/7) pukul 03.00 WIB. Pertemuan ini bukan sekadar perebutan tiket ke perempat final, tetapi juga menjadi panggung bagi Norwegia untuk mencoba mengulang sejarah manis saat menumbangkan Selecao pada Piala Dunia 1998.
Namun sebelum duel dimulai, kedua tim lebih dulu dihadapkan pada tantangan yang tidak kalah berat: cuaca ekstrem. Indeks panas di kawasan New Jersey diperkirakan mencapai 45 derajat Celsius, memunculkan fenomena tropical night, ketika suhu malam hari tetap berada di atas 20 derajat Celsius. Kondisi tersebut diprediksi akan menguras fisik pemain dan memengaruhi ritme pertandingan.
Baik Brasil maupun Norwegia melangkah ke fase gugur melalui jalan yang tidak mudah.
Norwegia memastikan tiket babak 16 besar setelah menumbangkan Pantai Gading 2-1. Hasil tersebut mempertegas status mereka sebagai salah satu kuda hitam paling berbahaya di turnamen.
Baca Juga: Meksiko vs Inggris: Azteca Uji Mental The Three Lions, El Tri Bidik Kejutan
Sebaliknya, Brasil harus menunggu hingga masa injury time untuk memastikan kemenangan dramatis 2-1 atas Jepang. Meski lolos, penampilan Selecao masih menyisakan sejumlah tanda tanya.
Haaland Pimpin Misi Besar Norwegia
Tim asuhan Stale Solbakken tampil sebagai salah satu tim paling konsisten sepanjang turnamen. Organisasi permainan yang disiplin dipadukan dengan transisi menyerang yang cepat membuat The Vikings menjadi ancaman bagi siapa pun.
Erling Haaland kembali menjadi ujung tombak utama. Striker Manchester City itu telah mengoleksi lima gol sepanjang turnamen dan hanya terpaut dari para pemuncak daftar pencetak gol terbanyak.
Di belakang Haaland, Martin Ødegaard akan kembali memegang peran sentral sebagai pengatur serangan. Gelandang Arsenal tersebut menjadi otak permainan Norwegia lewat visi bermain dan akurasi umpannya.
Baca Juga: Penalti Mbappe Pecahkan Kebuntuan, Prancis Singkirkan Paraguay 1-0
Alexander Sørloth dan Antonio Nusa diperkirakan melengkapi trisula lini depan, sementara Oscar Bobb, Leo Østigård, dan penjaga gawang Ørjan Nyland tetap menjadi andalan Solbakken.
Kepercayaan diri Norwegia juga ditopang catatan sejarah yang berpihak kepada mereka.
Dalam dua pertemuan di Piala Dunia, Brasil belum pernah mampu mengalahkan Norwegia. Kedua tim bermain imbang 1-1 pada edisi 1994 sebelum Norwegia mencatat kemenangan bersejarah 2-1 pada Piala Dunia 1998.
Bagi Martin Ødegaard, sejarah tersebut menjadi sumber motivasi.
"Kami tumbuh besar dengan mendengar cerita tentang laga Norwegia melawan Brasil. Sekarang kami memiliki kesempatan untuk mengulang sejarah itu," ujar sang kapten.
Meski optimistis, Ødegaard tetap mengakui kualitas lawannya.
"Brasil memiliki banyak pemain kelas dunia. Ini akan menjadi ujian yang sangat berat, tetapi dalam sepak bola apa pun bisa terjadi," katanya.
Baca Juga: KPK Duga, Bupati Syah Afandin Terima Rp900 Jita untuk Fee Proyek
Haaland pun memilih bersikap realistis.
"Ini tidak akan mudah. Kami sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Apakah kami akan lolos? Peluangnya mungkin sangat tipis," ujar bomber Manchester City tersebut sambil tersenyum.
Sementara itu, Solbakken mengirim sinyal kepercayaan diri kepada lawannya. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, pelatih Norwegia itu menutup pidatonya dengan kalimat singkat yang langsung menjadi perhatian.
"Carlo Ancelotti, kami datang!"
Brasil Andalkan Pengalaman
Di kubu Selecao, Carlo Ancelotti masih mencari formula terbaik. Kemenangan atas Jepang memang mengantar Brasil ke babak gugur, tetapi performa tim dinilai belum mencapai level terbaik.
Vinicius Junior tetap menjadi tumpuan utama setelah mencetak empat gol di turnamen. Ia diperkirakan kembali didampingi Rodrygo dan Matheus Cunha di lini depan.
Cedera Lucas Paquetá memaksa Ancelotti melakukan perubahan di lini tengah. Endrick berpeluang mendapat menit bermain lebih banyak bersama Bruno Guimarães, Casemiro, dan Gabriel Martinelli.
Wonderkid Bournemouth berusia 19 tahun, Rayan, juga disebut berpeluang tampil sejak menit awal.
Di lini belakang, duet Gabriel Magalhães dan Marquinhos akan menjadi benteng utama untuk meredam agresivitas Haaland, dengan Danilo melengkapi barisan pertahanan. Posisi penjaga gawang tetap dipercayakan kepada Alisson Becker.
Baca Juga: Gawat, Petisi Tolak Sarwendah di Media Sosial Ditandatangani 27 Ribu Orang
Brasil masih dibayangi persoalan cedera. Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) memastikan Lucas Paquetá menjalani perawatan intensif setelah mengalami cedera ketika menghadapi Jepang.
Di sisi lain, kabar positif datang dari Raphinha. Penyerang Barcelona itu telah kembali berlatih secara individu setelah pulih dari cedera otot paha belakang dan masih berpeluang tampil apabila dinyatakan bugar.
Duel Sarat Gengsi
Pertandingan ini diprediksi menjadi pertarungan menarik antara kekuatan tradisional dan penantang baru yang sedang menikmati masa keemasan.
Brasil mengusung ambisi mengakhiri penantian panjang meraih gelar Piala Dunia yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Sebaliknya, Norwegia ingin menciptakan sejarah baru dengan melampaui pencapaian terbaik mereka sekaligus membuktikan bahwa kemenangan atas Brasil pada 1998 bukanlah sebuah kebetulan.
Dengan kualitas pemain yang dimiliki kedua tim, ditambah tantangan cuaca ekstrem yang diperkirakan menguras energi sejak menit pertama, duel di New Jersey berpotensi menjadi salah satu pertandingan paling sengit di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Prediksi Susunan Pemain :
Brasil (4-2-3-1): Alisson; Danilo, Gabriel, Marquinhos, Santos; Guimaraes, Casemiro; Rayan, Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha. Pelatih: Carlo Ancelotti.
Norwegia (4-3-3): Nyland; Ryerson, Ajer, Heggem, Wolfe; Berge, Berg, Odegaard; Nusa, Haaland, Sorloth. Pelatih: Stale Solbakken.(bbs/han)