CHONBURI, Sumutpos.jawapos.com – Timnas Indonesia berpeluang mengamankan kemenangan kedua di Grup A ASEAN Championship 2026 saat menghadapi Timor Leste di Stadion Chonburi, Thailand, sore ini (siaran langsung RCTI pukul 17.00 WIB). Meski di atas kertas lebih diunggulkan, pelatih John Herdman menegaskan target utama Garuda bukanlah pesta gol, melainkan mengamankan tiga poin.
Pernyataan Herdman cukup menarik. Pasalnya, Vietnam baru saja membantai Timor Leste dengan skor mencolok 7-0. Selisih gol berpotensi menjadi penentu dalam perebutan tiket semifinal apabila dua tim mengakhiri fase grup dengan poin yang sama.
Namun, pelatih asal Inggris itu menolak menjadikan margin kemenangan sebagai beban tambahan bagi anak asuhnya. Baginya, yang lebih penting adalah menjaga konsistensi permainan dan memastikan kemenangan.
"Ini bukan soal mencetak banyak gol. Ini soal mendapatkan tiga poin," tegas Herdman dalam konferensi pers, kemarin.
Herdman menilai Timor Leste sudah menunjukkan perkembangan dibanding pertandingan pembuka. Pengalaman menjalani dua laga membuat tim berjuluk The Rising Sun itu semakin memahami ritme kompetisi dan tampil lebih percaya diri.
"Setiap pertandingan berbeda. Saya melihat Timor Leste berkembang sepanjang turnamen. Mereka tampil lebih baik pada pertandingan terakhir. Kami tidak boleh meremehkan mereka," ujarnya.
Karena itu, Herdman meminta para pemain fokus meningkatkan kualitas permainan, bukan mengejar kemenangan telak. Mantan pelatih Timnas Kanada tersebut ingin Indonesia terus menunjukkan progres dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
"Kami ingin menjadi versi yang lebih baik dibanding laga sebelumnya. Itu yang paling penting," katanya.
Pendekatan tersebut juga membuka peluang adanya rotasi pemain. Meski demikian, Herdman masih merahasiakan komposisi sebelas pemain yang akan diturunkan.
Baca Juga: Mengintip Biaya Fantastis Anjing K-9 Penjaga Kawasan Elite, Bisa Tembus Rp15 Juta per Bulan
"Saya biarkan semua orang menebak-nebak untuk besok (hari ini, Red)," ujarnya sambil tersenyum.
Bek senior Jordi Amat turut menegaskan bahwa perkembangan Timnas Indonesia tidak hanya terlihat dari kualitas permainan, tetapi juga dari semakin solidnya chemistry antarpemain.
Menurutnya, perpaduan pemain senior dan generasi muda membuat proses pembentukan identitas permainan yang diinginkan Herdman berjalan lebih cepat.
"Kami memiliki perpaduan yang sangat baik. Para pemain muda selalu mau belajar dan berkembang. Yang terpenting, semua pemain memahami ide bermain kami," ujar Jordi.
Pemain Persija Jakarta itu juga mengingatkan rekan-rekannya agar tetap menjaga emosi. Duel Indonesia kontra Timor Leste selama ini dikenal berlangsung keras dan kerap diwarnai banyak pelanggaran maupun kartu.
"Kami ingin menjadi contoh, baik di dalam maupun di luar lapangan. Kami harus bertarung keras, tetapi tetap menghormati lawan," tegasnya.
Timor Leste Tak Mau Hanya Bertahan
Di kubu lawan, Timor Leste datang tanpa tekanan setelah gagal meraih poin dalam dua pertandingan awal. Namun, pelatih José Pedro memastikan timnya tidak akan tampil pasif ataupun hanya bertahan menghadapi Indonesia.
Pelatih asal Portugal itu menilai performa timnya terus mengalami peningkatan. Karena itu, ia menyiapkan sejumlah penyesuaian agar Timor Leste lebih efektif saat melakukan transisi menyerang.
Pedro berkaca pada penampilan timnya ketika kalah 0-2 dari Singapura. Meski pulang tanpa gol, Timor Leste mampu mengimbangi penguasaan bola hingga 50 persen dan beberapa kali mengancam pertahanan lawan.
"Berkaca pada laga melawan Singapura, pergantian pemain yang kami lakukan pada babak kedua memberikan energi baru dan memungkinkan kami untuk lebih sering mendekati area penalti lawan," ujar Pedro.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan