Infantino Gagal Kantongi Gaji Setara Haaland, Proyek FIFA Forward Enterprise Mandek

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 10:18 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino. (gmx.ch)
Presiden FIFA Gianni Infantino. (gmx.ch)

 

Sumutpos.jawapos.com-Ambisi besar Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membentuk anak usaha FIFA ternyata tak hanya berkaitan dengan ekspansi bisnis organisasi sepak bola dunia. Di balik proyek bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) itu, tersimpan potensi keuntungan pribadi yang luar biasa besar.

Jika FFE benar-benar berdiri dan berjalan sesuai rencana, Infantino disebut berpeluang mengantongi bayaran hingga USD 64 juta (sekitar Rp 1,15 triliun) per tahun. Pendapatan fantastis tersebut akan diterimanya sebagai komisaris setelah masa jabatannya sebagai Presiden FIFA berakhir.

Nominal itu menempatkan Infantino sejajar dengan para atlet bergaji tertinggi di dunia. Angkanya setara dengan pendapatan tahunan bomber Manchester City dan tim nasional Norwegia Erling Haaland, pembalap Formula 1 Lewis Hamilton, hingga megabintang NBA Stephen Curry.

Baca Juga: Jangan Abaikan! Ini 5 Sinyal Tubuh dan Otak Kekurangan Istirahat

Namun, peluang menikmati "gaji sultan" tersebut kini nyaris sirna.

Rencana pembentukan FFE mendapat penolakan keras dari sejumlah konfederasi besar. UEFA, CONCACAF, dan AFC menilai proyek tersebut berpotensi mengubah tata kelola FIFA sekaligus memunculkan konflik kepentingan.

Tekanan dari tiga konfederasi itu begitu besar sehingga FIFA akhirnya menghentikan pembahasan proyek tersebut. Bahkan, ancaman boikot terhadap Piala Dunia menjadi kartu truf yang membuat Infantino tak memiliki ruang untuk memaksakan rencananya.

Tanpa dukungan tiga kekuatan utama sepak bola dunia itu, FFE praktis kehilangan pijakan. Bersamaan dengan itu, peluang Infantino menikmati penghasilan setara para superstar olahraga pun ikut menguap.

Baca Juga: Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3, Posisi Garuda di Grup A Piala AFF 2026 Terancam

Alih-alih membuka babak baru dalam bisnis FIFA, proyek FFE kini justru menjadi salah satu contoh bagaimana resistensi dari konfederasi-konfederasi besar masih mampu membatasi langkah sang presiden dalam menjalankan agenda besarnya. (jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
gianni infantino uefa fifa afc