AC Milan vs Venezia: Kembalikan Marwah San Siro

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Adrien Rabiot.(football.italia)
Adrien Rabiot.(football.italia)

 

MILAN, Sumutpos.jawapos.com – AC Milan punya pekerjaan besar pada laga kandang perdana Serie A 2026/2027. Menjamu Venezia FC di Stadion San Siro, Sabtu (29/8) dini hari pukul 01.30 WIB, Rossoneri tidak sekadar memburu tiga poin.

Mereka ingin mengembalikan satu hal yang sempat hilang musim lalu: marwah San Siro sebagai benteng yang membuat lawan gentar.

Milan datang dengan kepercayaan diri setelah mengawali kompetisi dengan kemenangan 2-1 atas Torino. Alphadjo Cisse dan Adrien Rabiot menjadi penentu kemenangan dalam laga pembuka tersebut.

Baca Juga: Warga Binaan Rutan Medan Mampu Produksi 5 Ton Tempe Sebulan

Namun, Ruben Amorim tidak ingin anak asuhnya terlena. Baginya, kemenangan di Turin hanyalah langkah pertama dari proyek besar yang sedang dibangun di Milan.

“Kemenangan di Turin barulah awal. Tantangan sesungguhnya adalah mengembalikan San Siro sebagai benteng yang menakutkan bagi lawan. Kami harus membuktikan kepada Milanisti bahwa perubahan besar yang kami lakukan musim panas ini berada di jalur yang benar,” tegas Amorim dalam konferensi pers jelang pertandingan.

Musim lalu menjadi pelajaran pahit. Milan gagal mengamankan tiket Liga Champions setelah performa kandang mereka jauh dari harapan. Karena itu, pertandingan melawan Venezia menjadi kesempatan pertama bagi Rossoneri untuk mengubah atmosfer tersebut.

Modric Kembali, Rabiot Mengancam

Amorim diperkirakan tetap mengandalkan skema 3-4-2-1. Struktur permainan tersebut menjadi fondasi utama Milan dalam membangun era baru di bawah pelatih asal Portugal tersebut.

Luka Modric berpeluang kembali ke lapangan setelah diistirahatkan pada pertandingan sebelumnya. Pengalaman gelandang veteran Kroasia itu diharapkan mampu memberikan ketenangan sekaligus kontrol di lini tengah.

Sementara itu, Rabiot muncul sebagai opsi menarik. Tampil impresif setelah masuk dari bangku cadangan melawan Torino, pemain Prancis itu berpeluang menggusur Ruben Loftus-Cheek untuk tampil sejak menit awal.

Baca Juga: Crystal Palace vs Manchester City: Cherki Kejar Level De Bruyne

Di depan, Goncalo Ramos diproyeksikan menjadi tumpuan serangan. Dukungan dari lini kedua akan menjadi kunci agar Milan mampu membuka pertahanan Venezia sejak awal pertandingan.

Milan tentu memiliki satu target sederhana: mencetak gol cepat, mengendalikan ritme, kemudian memaksa Venezia bermain dalam tekanan.

Venezia Datang dengan Luka

Venezia tiba di San Siro dengan modal yang berbanding terbalik.

Pada pertandingan pembuka, mereka dipukul Lecce 0-2 di kandang sendiri. Kekalahan tersebut membuat Giovanni Stroppa harus segera menemukan formula untuk membangkitkan timnya.

Masalah Venezia semakin berat karena badai cedera. Andrea Adorante dan Marin Sverko dipastikan absen dalam lawatan ke Milan.

Catatan sejarah juga tidak berpihak kepada Lagunari. Dalam empat pertemuan terakhir melawan Milan, Venezia selalu menelan kekalahan tanpa sekalipun mampu mencetak gol.

Namun, Stroppa menolak menjadikan statistik sebagai alasan untuk menyerah sebelum pertandingan dimulai.

Baca Juga: Pemprov Sumut Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak

“Kami tahu San Siro adalah tempat yang angker dan Milan unggul segalanya. Namun, mengeluh bukan karakter kami. Saya menuntut para pemain untuk tampil berani, disiplin tinggi, dan meminimalkan kesalahan sekecil apa pun jika ingin membawa pulang poin dari Milan,” tegas Stroppa.

Venezia akan menggantungkan harapan pada Akor Adams dan John Yeboah. Keduanya diharapkan mampu memberikan ancaman melalui kecepatan serta kemampuan memenangkan duel di lini depan.

San Siro Menunggu Jawaban

Di atas kertas, Milan berada dalam posisi lebih menguntungkan. Mereka memiliki momentum kemenangan, bermain di kandang sendiri, serta mempunyai kedalaman skuad yang lebih baik.

Tetapi tantangan terbesar Rossoneri bukan sekadar Venezia.

San Siro sendiri yang harus mereka taklukkan.

Milan perlu membuktikan bahwa musim baru benar-benar membawa perubahan. Kemenangan tandang atas Torino belum cukup menjadi bukti. Publik San Siro ingin melihat tim yang mampu mengontrol pertandingan, tampil agresif, dan mengubah kandang menjadi tempat yang kembali ditakuti.

Baca Juga: Waspada Batu Ginjal, Kurang Minum Air Putih Bukan Satu-satunya Penyebab, Ini Faktor Lainnya

Jika Milan mampu mencetak gol cepat, tekanan akan semakin berat bagi Venezia. Rossoneri berpeluang mengambil alih kendali permainan dan mengamankan tiga poin di hadapan Milanisti.

Malam ini, tiga poin memang menjadi tujuan. Namun, yang dipertaruhkan jauh lebih besar: mengembalikan identitas San Siro sebagai benteng AC Milan. (jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
rossoneri serie a pekan kedua Venezia ac milan