Messi Benar-Benar Pergi! La Pulga Tutup Pintu Kembali ke Timnas Argentina

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 09:01 WIB
Lionel Messi lakukan  seleberasi.  (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Lionel Messi lakukan seleberasi. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

 

FLORIDA, Sumutpos.jawapos.com – Kali ini Lionel Messi benar-benar menutup pintu. Tidak ada lagi jalan kembali seperti satu dekade lalu ketika La Pulga sempat mengumumkan pensiun dari tim nasional Argentina, lalu berubah pikiran dan kembali memperkuat La Albiceleste.

Pada usia 39 tahun, Messi memilih mengakhiri perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina. Pernyataan itu disampaikannya setelah kegagalan mempertahankan gelar Piala Dunia 2026. Argentina takluk 0-1 dari Spanyol pada partai final yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, 20 Juli lalu.

Keputusan tersebut sekaligus menjadi penutup perjalanan internasional Messi yang telah berlangsung selama 21 tahun.

Ironisnya, panggung perpisahan itu kembali terjadi di Amerika Serikat. Negara yang menjadi saksi ketika Messi mengumumkan pensiun setelah Argentina gagal meraih Copa America Centenario 2016, sekaligus tempat di mana ia kini memilih benar-benar mengakhiri kisahnya bersama La Albiceleste.

Baca Juga: Senormal Apakah Frekuensi BAK atau BAB dalam Sehari? Ini Ukurannya

Namun, kali ini tidak ada sinyal untuk kembali ke Ezeiza, pusat latihan timnas Argentina.

Messi menegaskan keputusannya melalui unggahan di media sosial. Pemilik rekor penampilan terbanyak dan pencetak gol terbanyak Argentina itu mengaku telah memberikan seluruh yang dimilikinya untuk negaranya.

“Aku sudah kehabisan tenaga. Aku tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan. Aku telah memberikan dan menyerahkan segalanya,” tulis Messi, seperti dilansir TyC Sports.

Bukan Karena Kepergian Sang Ayah

Tahun 2026 menjadi periode emosional bagi Messi. Selain kegagalan Argentina mempertahankan mahkota Piala Dunia, ia juga harus kehilangan sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal dunia pada 8 Agustus lalu.

Namun, kepergian ayahnya bukan alasan utama Messi mengakhiri perjalanan bersama timnas.

Keputusan itu justru lebih berkaitan dengan sebuah kesadaran bahwa ia telah memberikan hampir seluruh pencapaian yang mungkin diraih seorang pesepak bola bersama negaranya.

Setelah sempat pensiun pada 2016, Messi kembali dan kemudian membawa Argentina meraih tiga trofi mayor.

Ia menjadi bagian penting ketika Argentina mengangkat trofi Copa America 2021, Copa America 2024, dan Piala Dunia 2022.

Dengan koleksi tersebut, Messi telah menuntaskan hampir seluruh ambisinya bersama La Albiceleste.

Baca Juga: Jangan Anggap Sama, Ini Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2, Kenali Tandanya

Kini, ia memilih memberi ruang bagi generasi berikutnya.

“Ada beberapa pemain muda berbakat yang muncul di belakangku yang pantas berada di sana,” kata Messi.

Pesan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa Argentina harus mulai terbiasa dengan era baru tanpa pemain yang selama lebih dari dua dekade menjadi pusat permainan mereka.

Romero Kandidat Kuat Penerus Ban Kapten

Kepergian Messi otomatis menyisakan satu pertanyaan besar: siapa yang akan mengenakan ban kapten Argentina berikutnya?

Jawabannya kemungkinan mulai terlihat pada jeda internasional pekan depan.

Nama bek tengah Cristian Romero menjadi salah satu kandidat terkuat. Pemain yang akrab disapa Cuti itu memiliki pengalaman memimpin, baik di level klub maupun tim nasional.

Saat masih memperkuat Tottenham Hotspur, Romero pernah dipercaya mengenakan ban kapten. Musim ini, bek berusia 28 tahun tersebut melanjutkan kariernya bersama Atletico Madrid.

Baca Juga: Erupsi Gunung Sinabung Ganggu Penerbangan, 51 Jadwal dari dan Menuju Kualanamu Batal

Di timnas Argentina, Romero juga bukan sosok asing dengan tanggung jawab tersebut. Ia telah tiga kali menggantikan Messi sebagai kapten.

Kesempatan terakhir datang ketika Argentina mengalahkan Mauritania 2-1 dalam laga uji coba internasional pada 28 Maret lalu.

Sebelum Messi benar-benar meninggalkan panggung internasional, Romero berstatus kapten ketiga Argentina setelah Messi dan bek senior Nicolas Otamendi.

Rekor La Pulga yang Sulit Patah

Perpisahan Messi juga meninggalkan tumpukan rekor yang kemungkinan membutuhkan waktu panjang untuk disentuh pemain lain.

Rekor Messi bersama Argentina:

207 caps – penampilan terbanyak sepanjang sejarah Argentina.
Pesaing terdekat: Rodrigo De Paul (94 caps).
125 gol – pencetak gol terbanyak Argentina.
Pesaing terdekat: Lautaro Martinez (40 gol).
34 pertandingan Piala Dunia – penampilan terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Pesaing terdekat: Cristiano Ronaldo (27 laga).
3 final Piala Dunia – 2014, 2022, dan 2026.
Pesaing terdekat: Kylian Mbappe (2 final).
39 pertandingan Copa America – penampilan terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Pesaing terdekat: Paolo Guerrero (28 laga).
18 assist di Copa America – terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Pesaing terdekat: James Rodriguez (9 assist).

Dua puluh satu tahun setelah pertama kali mengenakan seragam Argentina, Messi akhirnya memilih berhenti.

Bukan karena kehabisan prestasi, melainkan karena merasa telah memberikan segalanya.

Baca Juga: Anggota DPRD dari Fraksi PAN Bayar Kompensasi kepada Caleg Tidak Terpilih Hasil Pemilu 2024

Dari kegagalan, air mata, kritik hingga akhirnya menjadi juara dunia, perjalanan Messi bersama Argentina telah melewati hampir seluruh warna sepak bola.

Dan kali ini, ketika La Pulga berkata cukup, dunia sepak bola harus bersiap menyaksikan Argentina tanpa dirinya. (jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
la pulga timnas argentina messi pensiun