JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Barcelona membuka perjalanan di Liga Champions 2026/2027 dengan modal yang nyaris sempurna. Produktivitas tinggi di awal musim membuat Blaugrana berada dalam posisi favorit saat menjamu Feyenoord pada laga perdana fase liga di Camp Nou, Rabu (9/9/2026) pukul 23.45 WIB.
Barcelona datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyapu bersih empat pertandingan awal La Liga. Elche, Athletic Bilbao, Rayo Vallecano, dan Valencia menjadi korban performa impresif tim asuhan Hansi Flick yang mencetak 17 gol dalam empat laga tersebut.
Ketajaman lini depan menjadi senjata utama Barcelona. Dengan deretan pemain ofensif berkualitas, Blaugrana berpeluang langsung tampil agresif sejak menit pertama dan menjadikan laga pembuka Liga Champions sebagai panggung untuk menunjukkan ambisi mereka di Eropa.
Baca Juga: Pemkab Langkat Tertibkan Kendaraan Dinas, Tiorita: Aset Harus Jelas dan Akuntabel
Barcelona tentu tak sekadar mengejar tiga poin. Klub Catalan itu tengah berusaha mengakhiri penantian panjang untuk kembali mengangkat trofi Liga Champions. Gelar terakhir mereka diraih pada 2015 dan sejak itu perjalanan Barcelona di kompetisi elite Eropa belum kembali mencapai puncak.
Dalam dua musim terakhir, langkah Barcelona juga belum sesuai harapan. Setelah mencapai semifinal pada 2024/2025, mereka tersingkir di perempat final musim berikutnya. Persoalan di lini belakang menjadi salah satu pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Namun, kekuatan serangan Barcelona membuat mereka tetap menjadi unggulan utama dalam duel kali ini.
Feyenoord Datang Tanpa Takut
Feyenoord bukan lawan yang datang untuk sekadar bertahan. Klub Belanda tersebut membawa catatan awal musim yang cukup meyakinkan dengan lima pertandingan tanpa kekalahan.
Tim asuhan Giovanni van Bronckhorst mencatat tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Pada pertandingan terakhir, Feyenoord bahkan mampu mengalahkan Nijmegen dengan skor 3-1.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Barcelona tetap harus berhati-hati. Terlebih, Feyenoord juga memiliki pengalaman panjang di kompetisi Eropa. Mereka pernah menjuarai European Cup pada 1970 setelah mengalahkan Celtic 2-1 di partai final.
Meski demikian, kiprah Feyenoord di Eropa dalam beberapa musim terakhir belum terlalu stabil. Mereka gagal melewati fase liga Liga Europa 2025/2026 dan sebelumnya juga tersingkir di babak ketiga kualifikasi Liga Champions pada musim yang sama.
Penampilan terakhir Feyenoord di fase utama Liga Champions terjadi pada 2024/2025. Saat itu mereka mampu mencapai babak 16 besar sebelum dihentikan Inter Milan dengan agregat 4-1.
Baca Juga: Pemkab Langkat Perkuat Persadaan Merga Silima, Dorong Persaudaraan dan Pelestarian Budaya
Karena itu, pertandingan di Camp Nou akan menjadi ujian besar bagi Feyenoord. Mereka dituntut mampu menjaga disiplin permainan sekaligus memanfaatkan celah yang muncul dari lini belakang Barcelona.
Barcelona Unggul dalam Rekor Pertemuan
Secara historis, Barcelona juga memiliki keunggulan atas Feyenoord. Kedua tim baru dua kali bertemu dalam kompetisi Eropa, yakni pada babak 16 besar European Cup 1974/1975.
Barcelona berhasil menyapu dua pertemuan tersebut dan lolos dengan keunggulan agregat 3-0.
Memang, catatan itu sudah berusia lebih dari lima dekade dan tidak bisa menjadi patokan mutlak. Namun, dengan kualitas skuad serta performa terkini, Barcelona tetap lebih layak ditempatkan sebagai favorit.
Feyenoord setidaknya memiliki modal berupa konsistensi. Lima pertandingan tanpa kekalahan menjadi sinyal bahwa tim tamu tidak mudah runtuh dan berpotensi merepotkan Barcelona jika mampu bertahan secara kolektif.
Lini Depan Jadi Penentu
Barcelona dipastikan kehilangan Frenkie de Jong dan Roony Bardghji karena cedera. Eric Garcia juga absen akibat skorsing. Sementara Jesse Bisiwu masih diragukan meski telah kembali mengikuti latihan bersama tim.
Absennya Eric Garcia berpeluang membuat Jules Kounde kembali mengisi posisi bek kanan. Di lini tengah, Barcelona masih memiliki sejumlah opsi untuk menjaga kontrol permainan.
Baca Juga: 18 Truk KDKMP Angkut Pengungsi Sinabung Pulang ke Rumah
Sementara itu, sektor serangan tetap menjadi perhatian utama. Lamine Yamal, Raphinha, Anthony Gordon, dan Fermin Lopez diprediksi menjadi bagian dari rencana Flick untuk memberikan tekanan kepada pertahanan Feyenoord.
Feyenoord pun datang dengan beberapa pemain yang belum dapat diturunkan akibat cedera. Namun, performa Gjivai Zechiel menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan. Ia tampil produktif dengan torehan empat gol dan tiga assist dalam lima penampilan awal musim.
Prediksi Barcelona vs Feyenoord
Barcelona memiliki semua modal untuk mengawali Liga Champions dengan kemenangan. Performa domestik, produktivitas gol, kualitas individu, pengalaman Eropa, serta dukungan publik Camp Nou membuat Blaugrana berada di atas kertas.
Feyenoord berpotensi memberikan perlawanan dan bahkan mencetak gol jika mampu memanfaatkan kelemahan pertahanan tuan rumah. Namun, mempertahankan tekanan selama 90 menit di markas Barcelona merupakan tantangan yang jauh lebih berat. (jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan