Spanyol vs Kroasia: Rodri Hadapi Modric Setelah Satu Dasawarsa

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 11:08 WIB
Kapten Spanyol Rodri  dan kapten Kroasia Luka Modric akan berhadapan dalam matchday kedua grup A3 UEFA Nations League di Estadio Ramon Sanchez-Pizjuan, Sevilla, dini hari nanti (30/9). (bola.com)
Kapten Spanyol Rodri dan kapten Kroasia Luka Modric akan berhadapan dalam matchday kedua grup A3 UEFA Nations League di Estadio Ramon Sanchez-Pizjuan, Sevilla, dini hari nanti (30/9). (bola.com)

 

SEVILLA, Sumutpos.jawapos.com-Dua gelandang berstatus peraih Ballon d’Or kembali berada di panggung yang sama. Rodri dan Luka Modric akan beradu kekuatan ketika Spanyol menghadapi Kroasia pada matchday kedua Grup A3 UEFA Nations League di Estadio Ramon Sanchez-Pizjuan, Sevilla, dini hari nanti pukul 01.45 WIB.

Rodri menahbiskan diri sebagai pemain terbaik dunia pada Ballon d’Or 2024. Sementara Modric lebih dulu merengkuh penghargaan bergengsi tersebut pada edisi 2018.

Kini, keduanya kembali menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena sama-sama menyandang status peraih Ballon d’Or, tetapi juga karena Rodri dan Modric merupakan kapten tim nasional masing-masing.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Bantu Akses Warga Deaa Pernantin 

Pertemuan ini sekaligus menjadi duel kedua pemain tersebut setelah hampir satu dasawarsa. Terakhir kali Rodri berhadapan langsung dengan Modric terjadi ketika Villarreal CF menghadapi Real Madrid pada jornada ke-34 LaLiga 2015/2016.

Saat itu, Modric membantu Real Madrid menang telak 3-0 atas Villarreal. Rodri masih menjadi bagian dari skuad Villarreal.

Secara keseluruhan, kedua pemain telah berhadapan 19 kali di level klub dan tim nasional. Rodri memiliki catatan lebih baik dengan 10 kemenangan.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente pun tidak menutup mata terhadap kualitas keduanya.

“Rodri adalah gelandang bertahan terbaik dunia, sementara Modric merupakan talenta kelas dunia,” ujar De la Fuente, dikutip dari World Football.

Sama-Sama Datang dengan Modal Kemenangan

Duel Rodri dan Modric semakin menarik karena keduanya datang dengan kepercayaan diri tinggi.

Pada matchday pertama, Rodri menjadi bagian dari keberhasilan Spanyol menaklukkan Inggris 3-2 dalam pertandingan dramatis di Stadion Wembley, London, pada 27 September.

Baca Juga: Macklemore Umumkan Free Palestine Tour, Hasil Tiket untuk Lembaga Kemanusiaan

Di kubu Kroasia, Modric juga menunjukkan pengaruhnya. Gelandang veteran tersebut mencetak satu gol ketika Kroasia mempermalukan Republik Ceko dengan kemenangan 2-1 di Fortuna Arena, Praha.

Situasi itu membuat De la Fuente meminta anak asuhnya tidak hanya fokus kepada Modric.

“Kami harus lebih waspada dengan para pemain di sekitarnya. Kroasia juga memiliki pemain-pemain berkualitas,” kata De la Fuente.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa Spanyol tidak ingin duel di lini tengah hanya menjadi pertarungan individu antara Rodri dan Modric.

Livakovic Kembali ke Sanchez-Pizjuan

Ada cerita lain dari kubu Kroasia menjelang pertandingan. Kiper Dominik Livakovic akan kembali ke Estadio Ramon Sanchez-Pizjuan dengan membawa kenangan positif.

Livakovic baru saja menjalani debutnya di LaLiga bersama FC Barcelona ketika menghadapi Sevilla FC di stadion tersebut pada 20 September lalu.

Penjaga gawang berusia 31 tahun itu turut membantu Barcelona meraih kemenangan 3-1 atas Sevilla.

Pengalaman tersebut setidaknya membuat Livakovic sudah mengetahui atmosfer dan tekanan yang menanti di Sanchez-Pizjuan.

Baca Juga: Bulgaria vs Estonia: The Lions Bisa Tersandung Lagi, Skor 1-1 Mengintai

“Aku sudah mengetahui tekanan di Sanchez-Pizjuan yang aku rasakan saat bermain bersama Barca,” ujar Livakovic kepada Goal.

Dengan pengalaman tersebut, Livakovic diharapkan mampu kembali tampil tenang ketika menghadapi tekanan dari pendukung tuan rumah.

Spanyol Datang sebagai Pemegang Rekor

Pertandingan melawan Kroasia juga memiliki arti khusus bagi Spanyol.

La Furia Roja datang setelah mencatat sejarah dengan menjadi tim nasional pertama yang menembus angka 2.000 poin dalam sistem peringkat FIFA yang mulai diberlakukan pada 2018.

Kemenangan 3-2 atas Inggris di Wembley membuat Spanyol mengoleksi 2.002,34 poin.

Catatan tersebut menjadi tambahan motivasi bagi Spanyol yang sedang berada dalam periode positif. Namun, Kroasia juga bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.

Dengan Modric yang masih menjadi motor permainan serta kemenangan atas Republik Ceko pada laga pembuka, Kroasia memiliki modal untuk memberikan perlawanan serius.

Baca Juga: Potret Chester Bennington Dibuat Tanpa Cat, Seniman Manfaatkan Panas Matahari

Pada akhirnya, duel di Sanchez-Pizjuan bukan sekadar pertemuan dua negara. Ini juga menjadi panggung bagi dua generasi berbeda di lini tengah Eropa: Rodri yang berada di puncak kariernya dan Modric yang terus menunjukkan kelasnya meski memasuki fase veteran.

Hampir satu dekade setelah pertemuan terakhir mereka, Rodri dan Modric kembali berhadapan. Kali ini, bukan hanya gengsi individu yang dipertaruhkan, tetapi juga posisi masing-masing tim dalam persaingan Grup A3 UEFA Nations League.(jpg/han) 

Perkiraan Susunan Pemain:

SPANYOL (4-2-3-1): 23-Unai Simon (g); 12-Pubill, 5-Cubarsi, 2-Huijsen, 22-Cucurella; 16-Rodri (c), 8-Fabian; 19-Yamal, 10-Olmo, 15-Baena; 21-Oyarzabal
Pelatih: Luis de la Fuente

KROASIA (4-2-3-1): 1-Livakovic (g); 2-Stanisic, 5-Vuskovic, 4-Gvardiol, 14-Perisic; 10-Modric (c), 8-Kovacic; 21-Luka Sucic, 17-Petar Sucic, 15-Pasalic; 11-Budimir
Pelatih: Slaven Bilic 

Editor : Johan Panjaitan
modric rodri uefa nations league fifa