
MILAN, Sumutpos.jawapos.com – San Siro menjadi panggung reuni sekaligus ujian awal bagi Ruben Amorim. Pelatih AC Milan itu akan memimpin timnya menghadapi Benfica pada laga pembuka babak penyisihan grup Liga Europa 2026/2027, Kamis (17/9) dini hari WIB.
Pertandingan tersebut memiliki nuansa emosional bagi Amorim. Benfica merupakan bagian penting dari perjalanan kariernya ketika masih aktif sebagai pemain. Namun, kenangan masa lalu harus disisihkan sejenak karena Milan membutuhkan hasil positif untuk membuka perjalanan di kompetisi Eropa.
Duel melawan Benfica juga datang ketika performa Milan masih mencari bentuk terbaik. Rossoneri memang belum terkalahkan di Serie A, tetapi baru mengoleksi dua kemenangan dari empat pertandingan.
Teranyar, Milan harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 2-2 melawan Lazio di Stadio Olimpico. Hasil tersebut terasa dramatis karena Milan sempat tertinggal dua gol sebelum perubahan strategi selepas turun minum mengubah jalannya pertandingan.
Amorim memasukkan Yunus Musah, Christian Pulisic, dan Diego Moreira. Pergantian tersebut membuat tempo permainan Milan meningkat. Moreira kemudian menjadi penyelamat setelah mencetak dua gol yang membawa Rossoneri bangkit dan mengamankan hasil imbang.
Namun, satu keputusan Amorim dalam laga tersebut kini menjadi perhatian menjelang duel kontra Benfica: menarik Luka Modric saat jeda.
Pelatih berusia 41 tahun itu menyebut keputusan tersebut murni berkaitan dengan kebutuhan taktik dan karakter pertandingan.
“Kalau pertandingan berlangsung terbuka dengan serangan silih berganti dan tempo tinggi, itu akan sulit bagi Luka,” ungkap Amorim.
Pernyataan tersebut membuka kemungkinan Modric tidak langsung masuk starting XI saat menghadapi Benfica. Faktor fisik serta kebutuhan Milan untuk mengimbangi intensitas permainan lawan menjadi pertimbangan dalam menentukan komposisi lini tengah.
Dengan demikian, pengalaman Modric bisa saja kembali menjadi senjata dari bangku cadangan, sementara Amorim memilih gelandang dengan energi lebih besar untuk menghadapi agresivitas Benfica.



