Prancis vs Belgia: Zidane Kejar Kemenangan Perdana di Stade de France

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 13:13 WIB
PERTARUHAN: Kursi pelatih Zidane dipertaruhkan dalam El Clasico kontra Barcelona Sabtu (24/10) malam WIB.
Kursi pelatih Zidane dipertaruhkan. 

 


Sumutpos.jawapos.com-Zinedine Zidane belum mendapatkan kemenangan yang diinginkannya di rumah sendiri. Setelah mengawali era kepelatihannya bersama Prancis dengan dua kemenangan tandang, Zidane kini membidik hasil sempurna di Stade de France saat Les Bleus kembali menghadapi Belgia pada lanjutan UEFA Nations League.

Dua kemenangan pertama Zidane bersama Prancis memang lahir di markas lawan. Les Bleus menundukkan Turki 1-0 di Izmit pada 26 September, sebelum kembali menang dengan skor identik saat bertandang ke Belgia, 29 September.

Namun, ketika bermain di depan publik sendiri, Prancis justru kehilangan momentum. Ousmane Dembele dan kawan-kawan hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra Italia, 3 Oktober.

Kesempatan memperbaiki catatan kandang itu datang lebih cepat. Prancis kembali menjamu Belgia di Stade de France, Saint-Denis, dalam laga keempat Grup A1 yang digelar dini hari nanti, Selasa (6/10) pukul 01.45 WIB.

Baca Juga: Jangan Dianggap Sepele, Pinggang Pegal Saat Mengemudi Bisa Dipicu 5 Hal Ini

“Tentu saja saya sangat tersentuh dan senang bisa kembali ke Stade de France. Itu luar biasa. Kami ingin memberikan kemenangan untuk publik kami,” kata Zidane seperti dikutip dari L’Equipe.

Pressing Tinggi Belum Berbuah Banyak Gol

Sejak mengambil alih Prancis, Zidane langsung membawa pendekatan yang agresif. Les Bleus didorong untuk melakukan pressing tinggi guna merebut bola sedini mungkin.

Namun, skema tersebut masih membutuhkan penyesuaian. Intensitas permainan Prancis belum sepenuhnya berjalan seimbang dengan efektivitas di depan gawang.

Dalam tiga pertandingan bersama Zidane, Prancis baru mencetak tiga gol. Saat menghadapi Italia, Les Bleus bahkan melepaskan 14 tembakan, tetapi hanya dua yang mengarah ke gawang.

Bek Prancis Jeremy Jacquet mengakui timnya masih harus lebih cermat menentukan kapan harus menekan dan kapan menurunkan tempo.

“Kami harus tahu kapan melakukannya. Terkadang kami terlalu ingin maju. Padahal, kami hanya perlu bertahan dalam blok menengah,” ujar Jacquet seperti dilansir Canal+.

Melawan Belgia, persoalan tersebut kembali diuji. Prancis tidak hanya dituntut agresif, tetapi juga harus lebih klinis dalam memanfaatkan peluang.

Baca Juga: Sambut Hari Batik Nasional 2026, JNE Dukung Kolaborasi MANDALAS dengan Yayasan Habibie & Ainun

Jacquet dipastikan kembali menjadi pilihan di lini belakang. Namun, ia tidak akan didampingi Dayot Upamecano seperti saat menghadapi Italia.

Upamecano harus absen setelah menerima kartu merah pada pertandingan tersebut. Situasi itu membuat Zidane harus mengoptimalkan 21 pemain tersisa setelah kapten Kylian Mbappe lebih dahulu masuk daftar absen akibat cedera yang dialaminya saat melawan Turki.

Belgia Kehilangan Dua Motor Tengah

Belgia datang ke Saint-Denis dengan persoalan serupa. Mark van Bommel kehilangan dua gelandang pentingnya, Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans.

Keduanya harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

Absennya De Bruyne menjadi pukulan tersendiri bagi Belgia. Gelandang SSC Napoli itu baru saja tampil gemilang dengan mencetak dua gol ketika De Rode Duivels menghancurkan Turki 3-0 pada 3 Oktober.

De Bruyne juga mengaku menikmati pola permainan yang diterapkan Van Bommel. Sang pelatih pun senang dengan perkembangan pemainnya.

“Bagus kalau Kevin merasa gaya ini cocok. Saya senang,” kata Van Bommel seperti dilansir Sporza.

Van Bommel memastikan kartu kuning yang diterima De Bruyne bukan bagian dari strategi untuk mengistirahatkannya saat menghadapi Prancis.

Baca Juga: Pertamina Sumbagut Kembali Salurkan Bantuan untuk Pemulihan Banjir Galodo Solok

Menurutnya, De Bruyne hanya terbawa emosi dalam pertandingan dan tidak menyadari konsekuensi kartu tersebut.

“Kevin hanya frustrasi dan menurut saya bahkan tidak menyadarinya. Dia sedang berada dalam ritme yang luar biasa dan menikmati permainannya,” ujar Van Bommel.

Kehilangan De Bruyne dan Tielemans membuat Belgia harus mencari formula baru di lini tengah. Di sisi lain, Prancis juga kehilangan beberapa pemain penting.

Kondisi tersebut membuat duel di Stade de France berpotensi menjadi pertarungan taktik sekaligus adu kedalaman skuad.

Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia

Prancis (4-3-3)
16-Maignan
2-Kalulu, 17-Lacroix, 22-Jacquet, 3-Truffert
21-Da Cunha, 6-Camavinga, 20-Doue
9-Cherki, 7-Dembele (c), 11-Olise

Pelatih: Zinedine Zidane

Belgia (4-2-3-1)
1-Lammens
21-Castagne (c), 15-Ngoy, 4-Mechele, 5-De Cuyper
22-Godts, 6-Lavia
14-Lukebakio, 20-Vanaken, 23-Raskin
17-De Ketelaere

Pelatih: Mark van Bommel. (jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
zidane belgia prediksi prancis