Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Di Dekat Cewek Bertingkah Sok Agamis, Malam Hari jadi ‘Iblis’

Admin-1 Sumut Pos • Jumat, 10 November 2017 | 14:54 WIB
Photo
Photo
Photo
Photo
SUMUTPOS.CO -
Pencitraan tidak hanya dilakukan para bakal calon kepala daerah yang ingin mendapatkan simpati masyarakat. Hal yang sama juga dipraktikkan lelaki yang ingin menggaet hati perempuan.


Itulah yang dilakukan Tongat (26), warga Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Demi meluluhkan hati Butet (23), warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Tongat melakukan apa saja. Termasuk bertingkah sok agamis. Saat azan berkumandang, Tongat langsung beranjak ke masjid.


Saat membuka YouTube, yang ditonton bukan lagu-lagu populer seperti yang dilakukan remaja pada umumnya. Tongat lebih memilih menonton ceramah-ceramah agama yang dibawakan oleh ustaz berserban.


Namun, perilaku agamis itu hanya dilakukan saat di samping Butet. Saat tidak ada Butet, Tongat berubah menjadi alim (anak liar maling perawan).


Pencitraan Tongat pun sukses. Butet yang sudah sarjana itu mau saja dipacari Tongat yang hanya lulusan SMA. Selama pacaran, Butet kerap dibuat klepek-klepek dengan rayuan Tongat. Mulai mengajak nikah, hingga menjanjikan kesejahteraan. Katanya, Butet nanti tidak perlu repot-repot bekerja karena semua kebutuhan akan dicukupi Tongat. Termasuk, mengalokasikan anggaran untuk perawatan Butet.


”Laki-laki nggak tau bedanya lipstik harga Rp 300 ribu dengan Rp 30 ribu. Lagian, bagaimana kalau nanti suami tiba-tiba kena PHK (pemutusan hubungan kerja) atau meninggal?” kata Butet beberapa waktu lalu.




Selang dua bulan pacaran, Tongat mengajak Butet ke objek wisata Paralayang, Kota Batu. Butet sempat curiga akan diajak menginap karena Tongat menyuruhnya membawa pakaian ganti.  Namun, dia menghilangkan prasangka negatifnya karena setiap bersamanya, Tongat sangat agamis.


”Mungkin saya akan diajak renang. Lagian kan dia (Tongat) lelaki baik-baik,” kata Butet.


Rupanya, kecurigaan Butet benar. Usai dari Paralayang, Tongat membawanya ke salah satu vila di kawasan Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu.


Butet pun keberatan, tapi tidak berani menolak karena khawatir disuruh pulang sendiri. Apalagi, saat itu sudah malam dan dia tidak membawa kendaraan. ”Waktu itu kan tengah malam. Dia (Tongat) memaksa saya menginap saja,” keluhnya.


Malam harinya, Butet merasa tubuhnya ada yang meraba. Setelah terbangun, ternyata itu ulah Tongat yang berubah menjadi ‘iblis’.  Butet akhirnya berontak, tapi tenaganya kalah dibanding Tongat yang perkasa.  ”Untungnya, tidak terjadi apa-apa. Dia (Tongat) termasuk loyo,” kata Butet. (Imarotul Izzah/Mahmudan/Indah Setyowati/Radar Malang/JPNN) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#sok agamis #cabuli cewek