Salah seorang siswi yang kerasukan roh halus, dikerumuni guru dan teman-temannya. dikerumuni
MEDAN, SUMUTPOS.CO - Kemarahan ’penghuni’ SMAN 1 Pancurbatu berlanjut pada Kamis (27/8) pagi. Sekira pukul 09.00 wib, sedikitnya 8 pelajar kembali kerasukan.
Lewat celoteh beberapa korban, roh yang merasuki para pelajar mengaku jijik dengan joroknya kamar mandi wanita di sekolah tersebut, yang katanya merupakan tempat tinggalnya.
Mendengar itu, beberapa pelajar langsung bergegas membersihkan toilet dimaksud. Pun begitu, korban terus bertambah. Oleh para guru, seluruh pelajar (kerasukan) dibawa ke ruang Bimbingan dan Penyuluhan (BP).
Di ruangan itu, pelajar dan guru beragama Muslim bersama-sama membacakan ayat suci Alquran. Begitu juga dengan yang Kristen ikut memanjatkan doa. Seiring dengan itu, para korban semakin histeris dan meronta sejadi-jadinya.
Kehebohan di lingkungan sekolah peninggalan zaman Belanda tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Tanpa dikomando, warga bersama-sama menaburi garam kasar ke semua sisi ruangan.
Tak berselang lama, seorang paranormal (tak ingin namanya dipublikasi) datang. Tanpa membuang waktu, dia langsung membaca mantra sembari menyentuh korban. Usaha sang paranormal tidak sia-sia. Korban satu per satu mulai sadar, dan akhirnya disuruh pulang oleh pihak sekolah.
Usai menuntaskan tugasnya, paranormal asal Pancurbatu ini mengungkapkan bahwa roh yang merasuki para pelajar merupakan penghuni lama.
"Memang penghuninya sudah lama tinggal di sini. Dia (roh) mengaku risih dan jijik dengan kamar mandi yang jorok. Saat kita kejar, roh itu pergi ke kamar mandi,” beber pria beropi dan bertubuh sedikit kurus ini.
Lanjutnya, agar penghuni itu tidak marah lagi, dirinya telah memberikan daun sirih lengkap dengan tembakau sesuai permintaannya. “Mudah-mudahan besok tidak ada lagi pelajar kerasukan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekcam Pancurbatu Wakil Karo-Karo,SE yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, kehadiran mereka untuk memastikan langsung kejadian yang telah meresahkan para pelajar.
Dan sebagai upaya mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya akan memanggil ulama dan pendeta untuk menggelar doa bersama. “Kita berharap doa bersama ini bisa menenangkan penghuni tempat ini (SMAN 1 Pancurbatu),” ujarnya.
Masih dari TKP, Kapolsek Pancurbatu, Kompol Frido Gultom yang juga mendatangi sekolah menyebutkan bahwa kehadirannya bersama beberapa personil untuk memantau aktifitas disana.
“Keyakinan dalam ajaran agama kita sangat dibutuhkan untuk kondisi seperti ini. Karena semua yang ada merupakan ciptaan Tuhan. Apabila kita mendekat kepada Tuhan, tidak akan ada yang sanggup mengganggu kita,” pesannya.
Terpisah, Kepala SMAN 1 Pancurbatu, Jemes Sitorus mempertegas adanya rencana gelar doa bersama di area sekolah. "Besok pagi, Jumat (28/8), kami beserta pemuka agama (muslim dan Kristen) akan melakukan berdoa bersama untuk mencegah hal ini terulang kembali," tandasnya.
Sekedar memberitahu, pelajar yang kerasukan yakni Sasti Yani, Ika Rafika, Nellan, Deasy. Sedangkan 4 lainnya belum diketahui, karena langsung dipulangkan begitu sadar. (mag-2/ras) Editor : Admin-1 Sumut Pos