Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Api Hio Hanguskan Dua Ruko, Pasutri Buta Tewas

Admin-1 Sumut Pos • Selasa, 8 Maret 2016 | 13:55 WIB
Photo
Photo
Foto: Metro Asahan/Sumut Pos Grup
Lily, pemilik toko roti yang terbakar, menangis menyaksikan api melalap toko roti miliknya, yang juga menghanguskan orangtuanya yang buta dan lumpuh, di Jalan Imam Bonjol Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumut, Senin (7/3) sekira pukul 02.00 WIB.

KISARAN, SUMUTPOS.CO - Peristiwa memilukan terjadi di Jalan Imam Bonjol Kisaran, Kabupaten Asahan. Pasangan suami istri yang mengalami kebutaan dan kelumpuhan tewas terpanggang saat ruko yang mereka huni ludes dilalap si jago merah, Senin (7/3) sekira pukul 02.00 WIB.

Peng Shia (87) yang mengalami kebutaan dan istrinya Ko Tum Sui alias Tea Mea (79), menderita kelumpuhan meregang nyawa karena terjebak di kamar.

Info yang dihimpun di lokasi, api yang tiba-tiba membara sontak membuat pemilik maupun pekerja di dua ruko/toko penjual hio dan roti yang bersebelahan itu, kocar-kacir untuk menyelamatkan diri. Ada yang lari dari pintu depan, ada juga yang nekat melompat dari lantai dua. Pekerja itu selamat karena melompat ke atas truk muatan sawit yang kebetulan melintas, dipaksa warga merapat ke depan pintu ruko.

Namun naas bagi Peng Shia dan Tea Mea. Pasutri itu tewas setelah terjebak di kamarnya. "Mereka (Peng Shia dan Ko Tum Sui) mertuaku, yang laki-laki buta dan yang perempuan lumpuh," lirih Lily, pemilik toko roti yang terbakar.

Ditanya asal api, didampingi salah seorang pekerja wanitanya, Lily menyebut api berasal dari bangunan di sebelahnya (toko hio). "Dari penjual hio apinya, aku tadi keluar dari depan, Seang anggotaku lompat dari lantai 2. Ya udahlah," kenang Lily berderai air mata sembari bersandar lemas.

Lily mengaku sama sekali tak menyangka akan musibah itu. Selain kehilangan kedua mertuanya untuk selamanya, Lily juga tak sempat menyelamatkan satu pun harta bendanya. Hanya pakaian yang menempel di tubuhnya yang tersisa.

Iryanto (50), saksi mata sekaligus tetangga korban yang ditemui di lokasi mengatakan, api awalnya terlihat dari lantai bawah toko hio dan selanjutnya menjalar ke toko roti Lily. Begitu api mulai membesar, kedua penghuni langsung berhamburan keluar ruko.

"Yang punya toko hio itu nggak tahu aku namanya, tapi tadi dia ada di sini. Kalau yang toko roti, pemiliknya keluar dari depan dan anggotanya lompat dari lantai 2, dibantu truk bawa sawit yang pas lewat tadi," kata pria berdarah Tionghoa itu.

Hal senada juga dikatakan Kapolsek Kisaran Kota, Iptu Tombak Samosir yang dikonfirmasi di TKP. "Dua orang korbannya dan asal api dari toko hio merambat ke toko roti. Dugaan sementara korsleting listrik dan masih dalam penyelidikan. Diperkirakan kerugian lebih kurang Rp 500 juta,”ucap Tombak didampingi Lurah Kisaran Timur Abdul Kahar.

Sebanyak 5 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Asahan diterjunkan ke lokasi. Ramainya warga di sekitar lokasi membuat petugas pemadam sempat kesulitan menjinakkan api.

Ditambahkannya, suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas dari arah dapur toko roti berulang kali terdengar. Selain memadamkan api dari depan ruko, petugas juga menyemprotkan air dari arah belakang ruko, guna menghindari jilatan api menjalar ke Mushola Syech Abdul Madjid di lingkungan Pesantren Falahiyah, yang persis berada di belakang kedua ruko yang terbakar itu.

Tak lama setelah api berhasil dipadamkan, kedua pasutri itu ditemukan sudah menjadi mayat, dengan kondisi sekujur tubuh hangus terbakar di dalam kamarnya. Selanjutnya kedua jasad korban dibawa ke RSUD Kisaran untuk keperluan otopsi. (ing/smg/deo) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#sumut #ruko terbakar di kisaran #pasutri buta tewas terbakar