Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Besok, JK Tabur Benih Pora-pora di Danau Toba

Admin-1 Sumut Pos • Jumat, 29 Juli 2016 | 13:15 WIB
Jusuf Kalla
Jusuf Kalla
Jusuf Kalla

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tampaknya bergantian mengunjungi Sumatera Utara (Sumut). Pada Kamis (21/7) lalu, Presiden Joko Widodo ke Medan untuk sosialisasi Undang-undang Tax Amnesty. Hari ini (29/7), giliran Wakil Presiden Jusuf Kalla yang datang ke Sumut selama dua hari.

Rencananya, Wapres Jusuf Kalla beserta istri Hj Mufidah Jusuf Kalla, sejumlah menteri dan rombongan akan menghadiri beberapa kegiatan, di antaranya Musyawarah Masyarakat Adat Batak di Parapat, Simalungun, dan mencanangkan penanaman 7.700 pohon se-Sumut di Hutaginjang, Taput dan penaburan benih ikan di Danau Toba, hari ini (29/7). Sementara besok, Sabtu (30/7), Wapres akan meresmikan gedung Markas PMI Sumut dan UTD PMI Kota Medan serta mengunjungi Masjid Agung Medan.

Kedatangan Presiden dan Wakil Presiden dalam rentang waktu sekitar sepekan ini, membuat Kepolisian Sumatera Utara (Poldasu) kembali disibukkan dengan pengamanan yang ekstra ketat. Menurut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, sebanyak 2.225 personel gabungan TNI-Polri diturunkan. Polda Sumut mengerahkan 682 personel, sementara sisanya 1.543 personel merupakan gabungan.

Rina mengatakan, Wapres bersama isteri, Hj Mufidah Jusuf Kalla serta rombongan akan tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Jumat (29/7) sekira pukul 13.30 WIB. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Hutaginjang, Taput, melalui perjalanan udara dan mendarat di Bandara Silangit.

Keesokan harinya, Wapres dan Hj Mufidah didampingi Gubsu T Erry menuju Dermaga Wisata Bahari untuk menabur benih ikan Pora-pora. Kemudian, Wapres JK dan rombongan bertolak ke Medan dari Bandara Silangit. Tepat pukul 14.30 WIB, rombongan dijadwalkan tiba di Bandara Kualanamu.

"Di Medan, rencananya akan meresmikan Gedung Markas PMI Provinsi Sumut dan UTD PMI Kota Medan serta mengunjungi mesjid Agung," kata Rina, Kamis (29/7).

Disebutkannya, upaya pengamanan itu berdasarkan UU RI No 2/2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Selain itu, juga merujuk Surat dari Sekretariat Militer Presiden Nomor : B-1015/Setmilpres/Pam/VII/2016 tanggal 15 Juli 2016 tentang undangan rapat kordinasi dalam rangka kunjungan kerja Wapres RI dan Ibu Muffidah Jusuf Kalla ke Prov Sumatera Utara.

"Perkiraan ancaman pada kegiatan Kunker Wakil Presiden RI beserta Ibu Muffidah Jusuf Kalla di Sumut ini, juga menjadi salah satu landasan dilakukan pengamanan," sebutnya.

Dia menambahkan, upaya pengamanan juga dilakukan sesuai perkembangan situasi Kamtibmas di wilayah Provinsi Sumatera Utara pada Bulan Juni dan awal Juli 2016 yang diwarnai dengan kejahatan Curat, Curanmor, Laka Lantas dan kejahatan lain yang dapat meresahkan masyarakat dan masih mungkin terjadi.

"Untuk menjamin perasaan aman dan nyaman serta mengantisipasi gangguan Kamtibmas yang mungkin terjadi maupun kerawanan yang bersifat Kontijensi atas pelaksanaan Wakil Presiden RI beserta Rombongan di Bandara Silangit dan Bandara KNIA Medan tanggal 29 s/d 30 Juli 2016, Polda Sumut beserta Jajaran dibantu instansi terkait dan mitra Kamtibmas lainnya, berupaya meningkatkan pengamanan di Wilayah Provinsi Sumatera Utara dengan menggelar pengamanan Kunjungan Kerja Wakil Presiden RI beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla ke Sumut," ungkapnya.

Lebih lanjut, Rina bilang, beberapa ancaman dan hambatan yang mungkin terjadi sudah harus dideteksi sejak rombongan RI 2 tiba di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Diantaranya di Bandara KNIA Medan dan Bandara Silangit. Di lokasi itu sebelumnya disterilkan petugas untuk mengantisipasi peletakan bom dan Penembak gelap.

"Spanduk penolakan oleh mahasiswa/LSM/masyarakat juga turut distreliskan dalam kunjungan itu. Terlebih Penghadangan pengunjuk rasa dan Kerumunan Masyarakat. Di lokasi Istirahat penyusupan sebagai pelayan/pengawai hotel oleh pelaku teror juga menjadi materi dalam pengamanan. Bahkan jika mendadak terjadi bencana alam Gempa, sabotase seperti merusak jaringan listrik dan kendaraan," pungkas Rina. (ted/adz) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#sumut #danau toba #Pora-pora #parapat #jusuf kalla