Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Sikapi Lakalantas di Perlintasan KA, KAI Sumut Imbau Warga Hati-hati

Johan Panjaitan • Rabu, 6 Maret 2024 | 14:01 WIB

 

 

RINGSEK: Sejumlah warga menyaksikan mobil ringsek usai mengalami kecelakaan saat melintasi perlintasan KA di Kota Tebingtinggi.
RINGSEK: Sejumlah warga menyaksikan mobil ringsek usai mengalami kecelakaan saat melintasi perlintasan KA di Kota Tebingtinggi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Dalam tempo dua hari, sejumlah kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi di perlintasan kereta api (KA) di Kabupaten Tebingtinggi dan Deliserdang. Tak tanggung, kecelakaan tersebut mengakibatkan empat orang tewas dan seorang mengalami luka berat dari masyarakat (pengendara) roda empat dan roda dua.


Peristiwa laka lantas pertama terjadi pada Minggu (3/3/2024) malam, KA U81 Srilelawangsa dengan mobil Daihatsu GranMax di perlintasan tidak terjaga di Jalan Stasiun Binjai - Stasiun Medan, persisnya di Jalan Bintang Terang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, yang mengakibatkan dua orang penumpang mobil tewas, yakni Tadeo Septian Siahaan (24) warga Desa Lima Puluh Kota Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara, dan Josua Adiputra Simanjuntak (18) warga Hutabagasan, Desa Parbajutoruan, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, serta dan korban kritis bernama Rizky Harapan Damanik (20) warga Marjandi Dolok, Desa Silou Huluan, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.


Selanjutnya pada Senin (4/3/2024) sore, sekitar pukul 16.00 WIB. Kecelakaan antara kereta api kontra mobil di perlintasan kereta api, tanpa palang pintu di Kelurahan Persiakan Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara.


Kedua korban meninggal dunia, yakni Sulistianto (36) warga Jalan Pulau Belitung Kota Tebing Tinggi bersama dengan temannya, Affandi (20) warga Desa Payah Pasir Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara.


Menyikapi kecelakaan ini, Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Anwar Solikhin menyayangi peristiwa tabrakan maut tersebut. Dikatakannya, kecelakaan ini menunjukkan bahwa pengemudi tidak berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api.


"PT KAI Divre I Sumut kembali mengimbau kepada masyarakat, untuk berhati-hati saat akan melintasi perlintasan kereta api. Berhenti lah sebelum melintas, dan untuk melihat kiri dan kanan terlebih dahulu untuk menjaga keselamatan bersama," kata Anwar, Rabu (6/3/2024).


Disebutkan Anwar, peristiwa kecelakaan tersebut tidak ada korban dari pihak masinis KA. Namun perjalanan KA saat kecelakaan mengalami keterlambatan.

"Untuk petugas dan penumpang KA Sri Lelawangsa dalam kondisi aman, tidak ada korban. PT KAI memohon maaf atas gangguan perjalanan KA Srilelawangsa akibat temperan, sehingga KA mengalami keterlambatan hingga 117 menit," jelas Anwar.

Sedangkan peristiwa terjadi kecelakaan di Kota Tebingtinggi, terdapat kerusakan pada lokomotif KA Siantar Ekspres.

"Dari kejadian tersebut tidak ada korban, dari petugas maupun penumpang KA. Namun terdapat kerusakan pada lokomotif KA Siantar Ekspres sehingga harus digantikan dengan lokomotif lain,"ucap Anwar.(gus/han)

Editor : Redaksi
#lakalantas #KAI sumut