KARO, SUMUTPIS.CO - Meski molor dari waktu yang telah ditetapkan, namun gelar rekonstruksi kasus pembakaran rumah yang menewaskan wartawan, Rico Sempurna Pasaribu dan keluarganya, tetap jadi perhatian warga Kabupaten Karo.
Sejak Jumat (19/7) pagi, lokasi rumah atau Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dipadati ratusan warga. Bahkan, hingga siang hari jumlah warga yang datang terus bertambah, bahkan jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan orang.
Belakangan ini, kasus ini telah jadi perhatian masyarakat. Apalagi, belakangan terungkap, ternyata rumah Sempurna Pasaribu sengaja dibakar. Publik makin penasaran, karena sampai hari ini, polisi belum juga mengungkap motif dari kasus keji tersebut.
Padahal polisi telah menetapkan tiga orang tersangka, termasuk dua orang eksekutor dan satu orang selaku yang menyuruh melakukan pembakaran.
Hal ini yang membuat publik makin bertanya-tanya. Apalagi ada dugaan aktor intelektual dalam kasus ini belum terungkap.
Bahkan hingga pukul 15.00 WIB, rekonstruksi tak kunjung digelar. Bahkan, tersangka juga belum dihadirkan ke lokasi. Sementara jumlah warga terus bertambah.
Sangkin ramainya, massa sempat menyoraki petugas yang melarang warga melewati garis polisi yang telah dipasang di depan rumah Sempurna Pasaribu yang tinggal puing.
Warga berharap, rejinstruksi ini dapat mengungkap tabir kasus ini, termasuk mengungkap motif dan aktor intelektualnya.
"Kami berharap dalam rekonstruksi ini akan terungkap kejadian sebenarnya. Tapi kenapa ditunda-tunda, kami sudah dari pagi di sini. Kami berharap kasus ini diungkap secara terang benderang," harap warga.
Sebelumya Kapolda Sumut, Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengakui pihaknya akan menggelar rekonstruksi.Kata Agung, dalam rekonstruksi itu polisi bakal menyingkronkan keterangan saksi, tersangka dengan bukti-bukti di TKP.
"Setelah rekonstruksi ini adalah kita membangun hipotesa baru lagi untuk melihat unsur-unsur kesengajaannya ada dimana,” kata Agung. (deo)
Editor : Redaksi