Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Permohonan Maaf Kades Selingkuh di Langkat Ditolak Masyarakat

Admin SP • Minggu, 4 Agustus 2024 | 16:12 WIB
Kades Serapuh Asli Kecamatan Tanjungpura, Nazrul Hapis ditolak masyarakat saat mau menyampaikan permohonan maaf.(Masyarakat Tanjungpura/Sumut Pos)
Kades Serapuh Asli Kecamatan Tanjungpura, Nazrul Hapis ditolak masyarakat saat mau menyampaikan permohonan maaf.(Masyarakat Tanjungpura/Sumut Pos)


STABAT - Puluhan masyarakat memadati Balai Desa Serapuh Asli di Kecamatan Tanjungpura, Langkat, akhir pekan lalu.

Kedatangan masyarakat dalam rangka menolak permohonan maaf dari Kades Serapuh Asli, Nazrul Hapis (NH) yang kedapatan selingkuh dengan wanita idaman lain berstatus memiliki suami.

Informasi dirangkum, NH diperintahkan oleh Pj Bupati Langkat untuk menyampaikan permohonan maaf kepada khalayak ramai sebagai bentuk penyesalannya merajut hubungan dengan wanita lain yang berstatus istri orang. Perintah permohonan maaf dimaksud tertuang dalam bernomor: 700.1.2.4-1495/DPMD/2024 tentang teguran.

Dalam surat yang ditandatangani Pj Bupati Langkat, Faisal Hasrimy tertulis NH cuma diberi teguran saja atas tingkah lakunya yang viral di media sosial. Namun saat mau menyampaikan permohonan maaf, masyarakat menolak keras, Jum'at (2/8/2024).

Bahkan saat NH datang dengan mengenakan batik hendak masuk ke Balai Desa Serapuh Asli, suasana sudah riuh. "Gak malu kau wei, gak malu," ujar salah seorang pria dalam video yang dilihat Sumut Pos, Minggu (4/8/2024).

Meski ditolak masyarakat, NH tetap berjalan masuk ke Balai Desa Serapuh Asli. Seorang wanita yang melihat kedatangan NH, meletak bra atau kutang di bahu kiri oknum kades yang dituding tidak bermoral tersebut.

Saat mau menyampaikan permohonan maaf, masyarakat tetap membuat suasana riuh. Bahkan, masyarakat berjoget ria di depan NH sebagai bentuk penolakan mereka.

Alhasil, NH tidak dapat menyampaikan permohonan maaf di depan khalayak ramai. Babinsa maupun Bhabinkamtibmas yang mendampingi NH saat masuk ke balai desa juga tidak dapat berbuat banyak.

Sekitar 10 menit di aula balai desa, NH kemudian memilih meninggalkan lokasi tersebut. Kapolsek Tanjungpura, AKP Zul Iskandar Ginting membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Artinya, dia mengamini, NH batal menyampaikan permohonan maaf kepada khalayak ramai di Balai Desa Serapuh Asli. "Tidak jadi kades menyampaikan permohonan maaf, suasana ramai dan riuh. Masyarakat menolak," ujarnya.

Penolakan dari masyarakat bukan kali ini saja dilakukan. Akhir April 2024 lalu, masyarakat yang menolak NH tetap menjabat, menyegel Balai Desa Serapuh Asli.

Mereka solid tetap menuntut NH turun dari jabatannya sebagai kepala desa. Bahkan, masyarakat juga sudah beberapa kali melakukan aksi damai di Kantor Bupati Langkat, untuk menyampaikan aspirasinya agar NH dicopot saja dari jabatannya.

Dugaan perselingkuhan NH terungkap melalui video berdurasi 30 detik. Dalam video ini, pria diduga NH disulangi AR dengan kue ulang tahun di sebuah kamar yang belum diketahui persis lokasinya.

Video tersebut juga cepat beredar luas di tengah masyarakat. Bahkan, menjadi perbincangan hangat masyarakat di Kecamatan Tanjungpura, Langkat.

Disebut-sebut AR adalah istri dari seorang pria yang bekerja sebagai perangkat desa di sana. Namun kini, suami AR diduga sudah dinonaktifkan oleh NH. "Dulu di kantor desa, sekarang sudah tidak lagi. Kabarnya dipecat kades," ujar seorang masyarakat yang menolak identitasnya ditulis. (ted/ila)

Masyarakat Tanjungpura/Sumut Pos
Kades Serapuh Asli Kecamatan Tanjungpura, Nazrul Hapis ditolak masyarakat saat mau menyampaikan permohonan maaf.

Editor : Redaksi
#kades selingkuh