KARO, SUMUTPOS.CO - Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Karo menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor di sejumlah titik. Sabtu (23/11) sekira pukul 18.00 WIB, longsor menerjang 8 rumah, 1 bungalow Bunga Tanjung, Masjid Al-Hidayah, serta sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua di Jalan Pemandian Air Panas Belerang, Desa Semangat Gunung, Kecematan Merdeka.
Sedikitnya 21 warga dilaporkan jadi korban, 11 diantaranya berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke lokasi penampungan sementara. Namun 10 orang warga belum berhasil ditemukan dan masih dalam proses pencarian.
Data yang dirangkum kru koran ini, 11 korban selamat termasuk anak-anak dan balita. Meraka adalah Endrio Surbakti (26), Desa Semangat Gunung, Erwin Sahputra Surbakti (28) warga Desa Semangat Gunung.
Natal Ginting (46) warga Desa Semangat Gunung. Nurlen br Surbakti (63) warga Desa Semangat Gunung. Ustad Irwansyah (48) warga Desa Semangat Gunung. Rahmi Siregar (47) warga Desa Semangat Gunung. Jaya Tarigan (56) warga Desa Semangat Gunung, Erlayas Surbakti (59) warga Desa Semangat Gunung, Amira (8) warga Desa Semangat Gunung, Said Waisb(5) warga Desa Semangat Gunung dan Irpan Fransiskus Tambunan (26) warga Jalan Nangka Tanjung Balai.
Sementara 10 orang warga masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor dan masih dalam pencarian. Para korban masing-masing Sehat Br Surbakti (65) warga Desa Semangat Gunung. Elia Agustina (50) warga Desa Semangat Gunung. Ema Sari (26) warga Desa Semangat Gunung. Eliza Hilmawa br Surbakti (4) warga Desa Semangat Gunung. Pia br Surbkati (8) warga Desa Semangat Gunung. Jihan Selviani (23) warga Desa Semangat Gunung. Efriandri Surbakti (30) warga Desa Semangat Gunung. Farhan Putra Nugraha (31), pegawai BRI (Tj. Balai), warga Tanjung Balai, Muhammad Subhan Anas (40), Kepala Unit BRI Tj. Balai, Tanjung Balai dan 1 orang tamu bungalow yang belum diketahui identitasnya.
Polres Tanah Karo bekerjasama dengan instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo terus melakukan evakuasi korban serta berkoordinasi dengan instansi terkait serta telah memasang police line di sekitar lokasi longsor. “Proses evakuasi korban masih berlangsung sejak tadi malam. Dan hingga pagi ini evakuasi kembali dilakukan dengan harapan kesemua korban dapat ditemukan," kata Kapolres Tanah Karo, AKBP Eko Yulianto, SH, SIK, MM saat turun ke lokasi.
Kapolres memambahkan, pihaknya juga mengimbau warga di sekitar lereng perbukitan untuk sementara waktu mengungsi demi keselamatan, mengingat curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir. Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi seperti Desa Semangat Gunung. Pihaknya juga sudah mengambil langkah-langkah tanggap darurat untuk menangani situasi di lapangan. "Polres Tanah Karo mengambil langkah cepat bersama unsur Forkopimcam Merdeka, perangkat desa, dan personel lainnya langsung menuju lokasi untuk memberikan imbauan kepada warga agar tidak mendekati area longsor guna mengantisipasi longsor susulan", kata Kapolres.
Selain itu, pihaknya juga telah melakukan evakuasi awal serta mendirikan posko penampungan sementara bagi korban selamat di Aula Pemandian Air Panas Karona dan Losd Desa Semangat Gunung.Longsor ini mengakibatkan rusaknya delapan rumah tinggal, satu unit bungalow Bunga Tanjung, bangunan Masjid Al-Hidayah, serta sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua. Hingga saat ini, kerugian material masih dalam proses penaksiran.
Bencana ini mengakibatkan puluhan warga terdampak, dengan sejumlah korban jiwa dan kerugian material yang cukup besar.Upaya pencarian dan evakuasi korban dimulai sejak pukul 08.30 WIB. Tim gabungan dari Polres Tanah Karo, Polsek Simpang Empat, BPBD Kabupaten Karo, personel TNI, serta masyarakat bekerja sama membersihkan material longsor yang menutupi akses jalan dan rumah warga. Alat berat dari Pemkab Karo dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan.
"Kami berfokus pada pembukaan akses jalan dan pencarian warga yang diduga masih tertimbun material longsor. Evakuasi dilakukan secara hati hati untuk meminimalkan risiko longsor susulan," ujar AKBP Eko Yulianto
"Selain evakuasi korban, kami juga memberikan trauma healing kepada warga terdampak untuk membantu mereka pulih secara psikologis," tambahnya.
Proses evakuasi melibatkan berbagai pihak, termasuk Polri, TNI, Damkar dan BPBD serta relawan masyarakat. Hingga saat ini, tim gabungan terus berupaya mencari korban yang masih hilang.
"Koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait akan terus kami lakukan untuk memastikan semua korban dapat ditemukan, serta material longsor yang menutup akses jalan dapat segera dibersihkan," tandasnya. (deo/han)
Editor : Redaksi