Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pemkab Dairi dan BBKSDA Pasang Camera Trap Intar Harimau Sumatera

Redaksi Sumutpos.co • Minggu, 12 Januari 2025 | 21:30 WIB
PASANG CAMERA:  Pemkab Dairi dan BBKSDA memasang camera trap mengintai Harimau Sumatera yang masuk keareal perladangan warga di Lingkungan 4 Lae Gerat, Kelurahan Panji Dabutar, Kecamatan Sitinjo.
PASANG CAMERA: Pemkab Dairi dan BBKSDA memasang camera trap mengintai Harimau Sumatera yang masuk keareal perladangan warga di Lingkungan 4 Lae Gerat, Kelurahan Panji Dabutar, Kecamatan Sitinjo.

DAIRI, SUMUTPOS.CO -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah 1 Sidikalang, memasang camera trap untuk mengintai Harimau Sumatera.

Pemasangan camera pengintai itu, karena satu bulan terakhir ini warga Lingkungan 4 Lae Gerat, Kelurahan Panji Dabutar, Kecamatan Sitinjo, diresahkan penemuan jejak kaki Harimau Sumatera.

Camera telah dipasang di lokasi penemuan jejak kaki binatang buas itu mulai, Jumat (10/1) lalu. Kata Camat Sitinjo, Untung Anakampun, Minggu (12/1/2025).

Utung menerangkan, langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan keberadaan satwa langka tersebut, tetapi juga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Pemasangan camera trap merupakan upaya untuk mengimbangi antara kepentingan konservasi dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap dengan adanya data yang diperoleh dari camera trap, kita dapat merumuskan langkah-langkah yang tepat untuk menjaga kelestarian Harimau sekaligus mengurangi potensi konflik dengan manusia," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, sebut Untung, Kepala Seksi Wilayah 1 Sidikalang, Tuahman Raya Tarigan menyampaikan, pemasangan camera trap merupakan langkah krusial untuk mengkonfirmasi keberadaan satwa langka tersebut dan memantau aktivitasnya.

"Untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut, direkomendasikan pemasangan camera trap di sekitar lokasi penemuan jejak. Camera trap akan merekam aktivitas satwa liar secara otomatis dan memberikan bukti visual yang kuat," katanya.

Tuahman menyebutkan, camera trap di 4 titik yaitu 2 pada lahan masyarakat dan 2 di hutan.

"Kita akan tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan upaya-upaya penyelesain guna meminimalisir kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi," ungkap Tuahman seperti disampaikan Camat Sitinjo dimaksud. (rud/han).

Editor : Redaksi
#pemkab dairi #harimau