BINJAI, SUMUTPOS.CO - Pemerintah Kota Binjai menyampaikan permohonan maaf kepada petugas kebersihan atas keterlambatan gaji pada Januari dan Februari 2025. Namun demikian, Pemko Binjai menyatakan, persoalan itu sudah beres.
Artinya, tunggakan gaji sebesar Rp1,5 juta untuk petugas kebersihan itu sudah dicairkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Binjai. "Atas arahan Bapak Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, terhitung sejak hari ini sudah selesai permasalahan terkait gaji," ujar Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi ketika diminta tanggapannya, Rabu (5/3/2025).
Pantauan wartawan, tumpukan sampah terpantau di Jalan Sudirman, Binjai Kota pada Selasa (4/3/2025) malam. Pada pagi harinya, tumpukan sampah itu terpantau sudah tidak ada lagi.
Artinya dengan hal itu menunjukkan komitmen Pemko Binjai yang sudah menunaikan gaji petugas kebersihan tersebut. Wawako Binjai yang karib disapa Jiji dan akrab dengan awak media itu menyebut, Pemko Binjai bertanggungjawab untuk menyelesaikan persoalan gaji petugas pengangkut sampah.
"Dan sampah-sampah sejak pagi tadi sudah tidak ada di jalan lagi. Begitu juga kita meminta kepada masyarakat, jika memang masih ada tumpukan sampah kasih tau kami. Biar langsung kami sidak dan dilakukan pembersihan," sambungnya.
Jiji atas nama Pemko Binjai juga memohon maaf atas tertunggaknya gaji petugas kebersihan atau pengangkut sampah.
"Pemerintah kota Binjai memohon maaf selama dua bulan, masa awal pemerintahan transisi yang harusnya bisa dipahami dan dimaklumi. Tapi sekali lagi atas arahan bapak wali kota semuanya sudah selesai," ujar Jiji.
Sebelumnya, sejumlah petugas angkut sampah melakukan aksi mogok kerja di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai, Jalan Sibolga, Kelurahan Rambung Barat, Binjai Selatan, Selasa (4/3/2025) pagi. Mogok kerja yang dilakukan mereka dengan tuntutan untuk menunaikan haknya.
Adapun hak dimaksud yakni, petugas angkut sampah belum menerima gaji pada Januari dan Februari. Karenanya, mereka melakukan aksi mogok kerja dengan harapan, gaji yang tertunggak itu dapat dituntaskan.
Petugas angkut sampah ramai-ramai berkumpul di Kantor DLH Binjai. Di sini, mereka berorasi dan menyampaikan tuntutannya.
Mereka mendesak agar segera dibayarkan mengingatkan kebutuhan selama ramadan yang cukup banyak dan ditambah lagi menyambut Hari Raya Idul Fitri. Jika tuntutan tak juga dipenuhi, petugas angkut sampah mengancam akan mogok massal hingga gaji mereka dibayar. (ted/han)
Editor : Redaksi