Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kasek SMKN PP 1 Labura Larang Siswa Coret Baju, Konvoi, dan Kutip Uang

Juli Rambe • Sabtu, 26 April 2025 | 20:15 WIB
PERINGATAN: SMKN 1 PP Labura memberikan peringatan pada siswa untuk tidak coret baju dan konvoi.
PERINGATAN: SMKN 1 PP Labura memberikan peringatan pada siswa untuk tidak coret baju dan konvoi.

 

LABURA, SUMUTPOS.CO- Kepala SMK Negeri Pertanian Pembangunan (SMKN PP) 1 Labuhanbatu Utara (Labura), Dame Ginda, menegaskan larangan keras terhadap aksi corat-coret seragam dan konvoi kendaraan bermotor dalam rangka merayakan kelulusan siswa Kelas XII.

Kebijakan ini sejalan dengan instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.

“Kami tidak akan melayani proses legalisir ijazah bagi siswa yang terbukti melakukan aksi corat-coret seragam atau konvoi di jalan. Tindakan seperti itu dianggap telah mencoreng nama baik sekolah,” tegas Dame Ginda, Senin (21/4).

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melakukan pengawasan di sekitar sekolah maupun di jalan raya guna mencegah aksi konvoi atau ugal-ugalan yang dilakukan oleh para siswa.

“Kami bekerja sama dengan kepolisian untuk melakukan penertiban. Jika terbukti melanggar, siswa akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Sebagai alternatif perayaan kelulusan, Dame Ginda mendorong para siswa untuk melakukan kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat.

“Siswa bisa menunjukkan rasa syukur atas kelulusan dengan mengumpulkan baju seragam layak pakai untuk disumbangkan kepada adik kelas dari keluarga kurang mampu, atau menggelar doa bersama,” ujarnya.

Selain itu, Dame juga menegaskan bahwa sekolah tidak mengadakan acara perpisahan maupun penggalangan dana dalam bentuk apa pun. Ia melarang guru dan wali kelas melakukan kutipan kepada siswa.

“Sekolah tidak menyelenggarakan acara perpisahan dan kami melarang segala bentuk pungutan. Guru yang melakukan kutipan akan dikenai sanksi, karena itu termasuk pungli,” pungkasnya. (mag-5/ram)

Editor : Juli Rambe