Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pemko Binjai Bantu Pemulangan 2 WNI Terlantar di Kamboja

Redaksi Sumutpos • Kamis, 1 Mei 2025 | 14:20 WIB
DATANGI: Kadisnakerperindag Binjai, Hamdani Hasibuan saat mendatangi rumah Cikal di Kelurahan Limau Mungkur, Binjai Barat.(Istimewa/Sumut Pos)
DATANGI: Kadisnakerperindag Binjai, Hamdani Hasibuan saat mendatangi rumah Cikal di Kelurahan Limau Mungkur, Binjai Barat.(Istimewa/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS - Pemerintah Kota Binjai merespon video permohonan minta tolong dari warga negara Indonesia yang terlantar di Kamboja. Oleh pemko, akan membantu pemulangan WNI yang tercatat sebagai warga Kota Binjai.

Sebagai diketahui, video berdurasi 63 detik menampilkan 4 WNI yang mengaku dari Kota Binjai dan terlantar di Phnom Penh, Kamboja. Mereka berharap, pemerintah kota membantu mereka untuk kembali ke tanah air.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Perdagangan Binjai, Hamdani Hasibuan sudah mendapat perintah dari wali kota untuk mengambil langkah agar segera proses pemulangannya. Kata dia, dari keempatnya, dua di antaranya adalah masyarakat Kota Binjai yang berdomisili di Kelurahan Limau Mungkur, Binjai Barat.

Hamdani menambahkan, pemko sudah membentuk tim untuk membantu pemulangannya. Bahkan, kediaman kedua warga Binjai itu juga sudah didatangi.

"Hasil dari pertemuan, kami sudah memperoleh data-data seperti KTP, Paspor dan KK yang bersangkutan," ujarnya, Kamis (1/5/2025).

Adapun kedua warga Binjai itu adalah, Cikal Ramadhan dan Taruna Bagaskara. "Setelah bertemu dengan keluarga korban, kami langsung menghubungi Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di Medan melalui sambungan telepon," sebutnya.

Dari komunikasi itu, kata Hamdani, pemko bersama BP3MI Medan akan melakukan penelusuran. Pemko berharap, BP3MI dapat segera membantu pemulangan keduanya dari Kamboja.

"Dan kita berharap ini nantinya bisa diteruskan ke Kementerian BP2MI di Jakarta, supaya bisa mempercepat proses pemulangan. Kami berharap dari hasil komunikasi kami ke Kementerian BP2MI dapat diteruskan ke KBRI kita yang ada di Kamboja supaya memproses pemulangan warga kita yang terlantar di sana," ujarnya.

Terpisah, Adik Kandung Cikal Ramadhan, Moris menyebut, koordinasi yang dilakukan pemko mendapat titik terang. Kata dia, Cikal dan teman-temannya diminta untuk datang ke Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja.

Dia pun yakin, Cikal dan teman-temannya sudah dalam kondisi baik. Bahkan, Moris juga sudah melihat Cikal melalui sambungan telepon video yang tengah menulis di atas kertas seperti formulir pendataan sebagai syarat untuk kembali pulang ke tanah air.

"Alhamdulillah, mereka sudah disuruh datang ke Kantor KBRI," bebernya.

Cikal merupakan sulung dari 3 bersaudara dan sudah yatim piatu. Mereka abang beradik menetap dan diasuh neneknya, Nuraini.

Kesulitan lapangan pekerjaan di Kota Rambutan memaksa Cikal nekat terbang ke Kamboja secara ilegal yang bekerja sebagai admin judi online. Iming-iming gaji besar itu yang membuatnya tergiur.

Sayang, nasib berkata lain. Sekira 4 bulan kerja, Cikal dan teman-teman justru kerap mendapat penyiksaan. Buntutnya, mereka memutuskan kabur dari tempat itu dan berakhir terlantar tanpa mengantongi uang di Kamboja.

"Alasan dia berangkat mau cari uang lah, karena katanya gaji disana besar. Nanti kata dia uangnya bisa buat bantu keluarga ternyata gagal, yang ada justru dia di sana disiksa dan bahkan disetrum kalau buat kesalahan," pungkasnya. (ted/han)

Editor : Redaksi
#WNI Terlantar di Kamboja #pemko binjai