STABAT-Oknum teknisi provider Indihome diduga telah merugikan konsumennya warga Kabupaten Langkat. Buntutnya, bisnis konsumen itu merugi miliaran rupiah hingga kejiwaan istri terganggu.
Konsumen itu adalah Vanthony Huang (49) warga Jalan Pemuda, Kelurahan Pekan Tanjungpura, Kecamatan Tanjungpura, Langkat. Modus oknum teknisi berinisial W itu membuat rugi konsumennya diduga dengan melakukan sabotase jaringan wifi yang terpasang di rumah.
Korban menceritakan, insiden tak bertanggungjawab yang dilakukan oknum teknisi itu terjadi pada akhir 2021 kemarin.
"Akhir tahun 2021 sudah bermasalah, dan tahun 2022 masalahnya makin kelihatan. Setiap handphone yang terhubung ke WIFI bermasalah seperti di-hack," ujar Vanthony, akhir pekan kemarin.
Atas kejadian itu, dia menghubungi call center Telkomsel dengan permintaan ganti modem wifi. Meski sudah dilaporkan ke call center, modem WIFI tak kunjung diganti.
"Masalah WIFI di rumah saya, petugas lapangannya bernama Witra. Dia ini kepala sukunya, dari awal pasang sampai akhir dia yang ngurusin WIFI kita. Namun meski saya sudah lapor ke call centre, tetap modem tidak diganti," bebernya.
Pada April 2023, Vanthony meminta kepada call center untuk mengganti modem WIFI yang terpasang di rumahnya. Petugas lapangan pun tiba di rumahnya.
Namun, kedatangan mereka tidak untuk ganti modem wifi. "Datang lah mereka, tapi router saya yang di-setting masuk ke laptopnya. Mereka pun menyetel modem WIFI dari handphone mereka, memang sempat normal," katanya.
"Tapi setelah mereka pulang, modem WIFI saya bermasalah lagi. Saya sempat pertanyakan mana modem yang saya minta ganti melalui call center. Dia (Witra) pura-pura menelepon seseorang, katanya modem baru tidak ada, yang ada bekas," ujar Vantony.
Beberapa hari setelah petugas lapangan datang, Vanthony dihubungi kembali oleh call center dengan mempertanyakan masalah yang dialami, apakah sudah tuntas atau belum. "Saya bilang, bagaimana mau bagus, kalau modem saya tidak diganti. Saya makin curiga, dan menduga sistem di modem saya sudah diobrak-abrik," kata Vanthony.
Pada 24 April 2023, Vanthony kembali koordinasi dengan call center dan hasilnya, modem miliknya bermasalah. Setiap handphone miliknya yang terhubung ke WIFI tidak terdata dan diduga disabotase.
"Saya pun telepon kembali call center di tanggal 24 April 2023 pagi, untuk datangkan timsus dari Kota Medan. Tapi saya sampaikan kedatangan mereka jangan beritahu tim lapangan setempat. Saya tunggu-tunggu tapi mereka tidak datang juga," kata Vanthony.
"Di tanggal 25 April 2023, modem saya di-lost-kan. Masih saya tunggu timsus dari Kota Medan, tidak ada datang. Kemudian di tanggal 26 April 2023, petugas lapangan bernama Witra datang membawa modem, saya gak ada minta loh. Tapi ngotot dia mau masuk, saya gak kasih," sambungnya.
Tidak lama kemudian, Vanthony menyebut, kantor Grapari Telkomsel yang berada di Kota Binjai meneleponnya. "Saya bilang masalah ini sudah saya serahkan ke timsus, karena sudah bertahun-tahun kasusnya. Dan di tanggal 26 April 2023 sekitar pukul 19.00 WIB, ada yang nelepon ngaku timsus, berarti telah disetting untuk mendatangkan timsus abal-abal. Saya ada buktinya," jelas Vanthony.
Pada 27 April 2023, datang 2 orang mengaku timsus ke rumah Vanthony sekitar pukul 18.00 WIB. "Saya bilang kok sore kali. Sempat juga saya minta indentitas mereka, surat tugas, dan id card-nya. Saya ajaklah naik ke lantai dua rumah saya. Ngobrol lah kami sambil menceritakan kronologinya," katanya.
"Tapi salah satu yang mengaku timsus itu, turun ke lantai satu dan keluar rumah katanya mau geser mobil. Cuma ditinggal lama, kok gak naik ke atas lantai dua lagi, saya tanya dong sama temannya," sambung Vanthony.
Dari keterangan istri Vanthony, 2 orang yang mengaku timsus itu datang bersama petugas lapangan setempat berinisial W yang diduga telah melakukan sabotase awal jaringan internetnya. "Karena pada waktu itu istri saya masih di lantai satu dan melihat mereka. Dan tidak lama kemudian istri naik ke lantai dua, dan saya mengajak oknum yang mengaku timsus turun ke lantai satu, tempat di mana modem WIFI saya diletak. Ternyata yang mengaku timsus dan petugas lapangan setempat itu sedang mengobrak-abrik modem saya," ujar Vanthony.
"Oknum yang mengobrak-abrik modem WIFI saya tersebut, langsung bergegas lompat dan lari. Kalau tidak ada sesuatu ngapain mau kabur, katanya mau geser mobil tapi di bawah sudah obrak-abrik modem WIFI saya. Sempat berdrama lah mereka, akhirnya mereka semua pulang dari rumah saya. Rupanya saya cek, sudah ada kabel yang terpotong," bebernya.
Atas peristiwa itu, Vanthony menghubungi call center beberapa hari kemudian. Dia memberi penjelasan bahwa petugas lapangan telah mengobrak-abrik modem wifi miliknya pukul 18.36 sampai 18.41 WIB dengan melakukan aktivitas internet 93,5 mb pada 27 April 2023.
"Pada 28 April 2023, saya menghubungi call center untuk menanyakan kondisi modem WIFI saya, tetapi setelah dicek status masih online. Anehnya lagi melalui telepon rumah saya banyak menelepon call center, padahal bukan saya yang melakukan. Saya minta data pemakaian tidak dikasih sama Grapari," kata Vanthony.
"Akibat kejadian ini, nomor telepon saya banyak menelepon orang lain dan merasa terganggu. Psikis atau kejiwaan istri saya terganggu. WhatsApp saya terganggu, dan berdampak pada bisnis saya yang sudah bertahun-tahun, mengalami kerugian miliaran rupiah. Sudah beberapa tahun ini saya tidak bisa menjalankan aktivitas toko dengan baik akibat gangguan hacker," tambahnya.
Vanthony kembali menghubungi call center ke 147 dan 188 pada 14 Juli 2023. Dalam sambungan dengan call center, Vanthony meminta untuk dipertemukan dengan pimpinan Telkomsel, agar masalah yang dialaminya diselesaikan baik-baik.
Namun sayang, Vanthony tidak diizinkan bertemu. "Saya sudah datang ke Grapari Telkomsel yang di Kota Medan. Kartu Hallo saya juga bermasalah, pembayaran saya di atas limit. Dan kalau di telepon istri atau sebaliknya, nomor saya itu tidak tersambung. Nampaknya mau buat hubungan rumah tangga dan bisnis saya hancur," ujar Vanthony.
Bahkan, ia meminta data pemakaian ke Grapari pun tidak dikasih. "Katanya harus pakai surat dari kepolisian, padahal setau saya verifikasi data saja sudah bisa," serunya.
Terpisah, Grapari Telkomsel di Stabat tidak bersedia memberi keterangan saat dikonfirmasi untuk keberimbangan berita. Wartawan pun diarahkan untuk menghubungi Corcom Medan atas nama Alif.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Alif mengaku sedang ada kegiatan. Bahkan dia juga sebut akan menghubungi kembali.
"Nanti aku telepon lagi, aku lagi ada acara," tukas Alif. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan