STABAT-Pemerintah Kabupaten Langkat terus mendorong petani untuk mandiri dalam pembenihan padi. Seruan itu disampaikan mengingat 60 hektare lahan sawah yang telah dipanen mendapat hasil yang memuaskan.
Benih yang digunakan adalah varietas unggul inpari 33 yang dikenal tahan terhadap hama dan memiliki produktivitas tinggi. Bupati Langkat, Syah Afandin mengungkapkan apresiasi atas sinergi pemerintah daerah, petani dan swasta.
Sinergi itu dalam upaya meningkatkan kualitas pertanian di Langkat. "Varietas Inpari 33 ini sangat strategis untuk mendukung ketahanan pangan. Keberhasilan ini adalah bukti bahwa petani kita mampu dan siap menjadi penangkar benih unggul secara mandiri," ujar pria yang karib disapa Ondim tersebut, Selasa (20/5/2025).
Ia menambahkan, keberhasilan ini selaras dengan arah kebijakan pembangunan pangan nasional yang menekankan pada penguatan sektor hulu pertanian, termasuk penangkaran benih unggul di tingkat petani.
Kegiatan panen ini dihadiri oleh jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Langkat, manajemen PT Berkah Utama, para penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, serta ratusan petani setempat. Para petani menyambut panen ini dengan antusias dan menyampaikan harapan agar dukungan dari pemerintah terus berlanjut, termasuk dalam hal distribusi, pelatihan, dan akses pasar.
Sinergi dengan PT Berkah Utama juga mendapat apresiasi dari Bupati Langkat. Kolaborasi ini diyakini mampu mempercepat pengembangan kawasan pertanian berbasis benih unggul yang dapat menjadi percontohan bagi daerah lain.
"Langkat harus menjadi pionir dalam penangkaran benih unggul di Sumatera Utara. Dengan model kemitraan dan dukungan penuh dari pemerintah, saya yakin kita bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan benih dan meningkatkan kesejahteraan petani," kata Ondim.
Keberhasilan panen inpari 33 ini tidak hanya menjadi capaian kelompok tani di Sidomulyo. Namun juga, merupakan tonggak penting dalam mewujudkan Langkat sebagai lumbung benih unggul di tingkat regional. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan