Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Petani Sawit di Teluk Panji Tewas Terkena Egrek

Juli Rambe • Sabtu, 7 Juni 2025 | 20:30 WIB
ENGGREK: Petani yang meninggal dunia karena enggrek yang dibawanya.
ENGGREK: Petani yang meninggal dunia karena enggrek yang dibawanya.

 

LABUSEL, SUMUTPOS.CO- Seorang petani Sawit Warga Dusun VIII Sei Kalam Desa Perkebunan Teluk Panji Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara berinsial SW (43) tewas terkena mata egrek yang dibawanya.

Engrek merupakan alat untuk mengambil sawit dan tajam.

Insiden tersebut terjadi saat SW(43) ingin pergi memanen buah kelapa sawit di divisi lV PT SMA, lahan yang telah beralih menjadi milik BUMN PT Agrinas Duta Palma Nusantara,tepatnya di jalan besar divisi lV PT SMA Dusun XIV Desa Perkebunan Teluk pada Sabtu (7/6/2025).

Menurut informasi yang di dapatkan, korban diketahui pertama kali ditemukan dalam keadaan bersimbah darah di jalan bersama Istrinya, keduanya terkena mata egrek sementara suami meninggal di tempat dan Istri mengalami luka yang serius dilarikan ke rumah sakit.

Kapolsek Kampung Rakyat AKP Iman Ashari Ginting mengatakan kejadian tersebut murni kelalaian yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Gita anak kandung Korban ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu di Divisi IV PT SMA Dusun XIV Desa Perkebunan Teluk Panji yang berbatasan dengan Riau.

"Ayah pergi bekerja dengan mengendarai sepeda motor bersama ibu dengan membawa egrek yang tanpa pelindung dengan cara dipanggul di atas bahu sebelah kanan, posisi mata pisau egrek berada di bagian depan," ujarnya.

Saat di tengah perjalanan, korban melintasi jalan yang sedikit berlubang, dan diduga sepeda motor korban oleng, sehingga fiber egrek nyangkut di pohon sawit lalu menyebabkan sambungan fiber (gagang) Egrek tersangkut di salah satu pohon kelapa sawit di pinggir jalan.

Akibatnya egrek tertahan dan mata pisau egrek dengan cepat langsung menyambar leher korban dengan seketika korbanpun terjatuh dan langsung meninggal dunia dikarenakan kehabisan darah.

Korban pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas jalan Besar Divisi IV PT.SMA. (mag-5/ram)

 

Editor : Juli Rambe